Kisah Guru Honorer Kemranjen, Pagi Jual Gula, Siang Jadi Guru, Sorenya Bisnis Martabak

Abdur Rahman Saleh SPdI adalah guru honorer di SDN Bengkelung Desa Nusamangir Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Pria 34 tahun warga Desa Grujugan RT 2 RW 1 Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas ini jadi jadi guru sejak tahun 2008.

Gus Dur, begitu biasa dia disapa, mengajar materi Pendidikan Agama Islam untuk kelas IV. Selepas mengajar di sekolah, sore harinya, dia mulai menjalani usaha sampingannya, yaitu menjual martabak manis dan martabak telor. Tepatnya di Jalan Raya Danasri Nusawungu, persis di depan Bank Surya Yudha Cabang Nusawungu.

Rahman mulai menjual dagangannya sejak pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Namun, terkadang harus pulang lebih awal, karena dagangannya laris manis terjual. Selain itu, dia juga memiliki usaha gula merah, yang menjualnya ke pasar pagi hari sebelum berangkat mengajar di sekolah.

Penulis Beritane Inyong: AGUS WAHYUDI ASMARA
Warga Banyumas

Menurutnya, apa yang dilakukan saat ini bukannya tidak mensyukuri apa yang sudah didapat dari sekolah, tapi sebagai guru honorer dia mengakui memiliki waktu luang yang banyak. “Kesempatan itulah yang saya gunakan untuk mengembangkan bakat bisnisnya di bidang kuliner jenis jajanan martabak,” katanya.

Usaha sampingan Rahman juga mendapat dukungan dari keluarga dan Kepala Sekolah tempat dia mengajar. Tri Hartiningsih, S Pd, Kepala Sekolah tempat di mengajar juga sangat mengapresiasi atas motivasi Rahman untuk meningkatkan pendapatannya guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Istrinya, Ratini Winarsih, S Pd.Perpus juga guru honorer di SDN Sibrama 2 Kecamatan Kemranjen, terkadang harus datang mengantar makan malam. Sebab, ketika mulai jualan martabak berangkatnya setelah salat Ashar. Jadi menu makan sorenya belum siap, sehingga harus diantar bila sang istri selesai memasak menu makan malamnya. Rahman memiliki dua anak, satu masih balita dan satunya sudah bersekolah di Sekolah Dasar.

Mulai berdagang martabak pada bulan April 2016 dengan modal sendiri dari hasil tabungannya bersama sang istri. Sedangkan kemampuan membuat martabak didapatnya saat kuliah di Jakarta bersama keluarga. Di ibu kota NKRI ini Rahman menjalani sebagai penjual martabak selama enam tahun. Dia tidak canggung dalam menjalani kegiatannya saat itu.

Meski begitu, dia juga dapat menyelesaikanya kuliahnya hingga mendapat gelar sarjana di bidang pendidikan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan nilai memuaskan. Prestasi kuliahnya ini juga menuai hasil dengan diterimanya menjadi tenaga guru honorer di sekolah dasar hingga sekarang.

Rahman menjadi guru honorer sekitar sepuluh tahun. Meski begitu harapan dan keinginan menjadi guru tetap dengan penghasilan cukup adalah suara hatinya. Karena sebagai kepala keluarga harus bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga. Dia juga menyadari, ada senior guru yang juga mengabdi lebih lama darinya, namun semua guru honorer tetap memiliki harapan yang sama kepada pemerintah yaitu menjadi guru tetap dengan penghasilan yang tetap untuk jaminan hidup hari tua. Rahman juga mendukung bila ada rekannya yang menuntut kepada pemerintah agar segera memperhatikan nasib dan kesejahteraan guru honorer.

Namun untuk aksi langsung turun ke lapangan dirinya tidak memiliki waktu yang cukup. Tetapi tetap mendukung melalui doa yang sering dipanjatkan melalui salat sunat di tengah malam dan salat Dhuha sebelum berangkat mengajar.

Rahman sampai saat ini tetap berkomitmen untuk menjadi seorang guru, meski ada juga keluarganya yang menawari agar dia ikut pada kompetisi pilkades di desanya. Karena Rahman juga pernah dipercaya menjadi Ketua BPD dan Ketua RT, dan hingga saat ini diapun masih dipercaya memimpin organisasi pemuda “Karang Taruna“.

Tapi Rahman menyadari, mungkin jalan hidupnya adalah menjadi seorang guru, hingga dia kesampingkan tawaran untuk mengikuti kompetisi pilkades di desa tempat kelahirannya. Tetap tawakal, bekerja ikhlas Allah pasti memberi jalan terbaiknya. Demikian kiat hidup Rahman yang membuatnya kuat dan tabah menanti pada pengabdiannya.

sumber Satelit POst

Iklan
Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Perbuatan Kecil & Perbuatan Besar

Saya teringat kisah film Jepang yang berjudul Azumi. Diceritakan bahwa Jiwa Samurai yang diajarkan guru Azumi adalah mewujudkan misi, dengan mengesampingkan semua hal lain yang tak ada hubungannya dengan misi, meskipun itu berlawanan dengan hati nurani atau perasaan.

Pada suatu hari, Tim Azumi menerima misi untuk membunuh pemimpin pemberontak atau pepmimpin suatu organisasi. Misi ini adalah yang paling penting bagi Tim. Ketika dalam perjalanan Tim melewati suatu daerah yang saat itu berlangsung suatu penindasan, rakyat kecil dibantai, dibunuh oleh pasukan penguasa . Azumi dan kawan-kawan merasa sangat kasihan. Mereka yakin dengan keahlian yang mereka miliki, mudah saja mereka mengalahkan sekelompok gerombolan penindas. Ketika mereka akan meraksi melawan, tiba-tiba Guru Azumi yang merupakan Ketua Tim, mengingatkan agar mereka berhenti mencampuri urusan orang lain. Karena tindakan mereka tak sesuai misi dan hanya membuang waktu saja. Mereka hanya akan menghadapi sesama orang suruhan saja, tanpa berpengaruh sedikitpun terhadap masalah yang lebih besar yaitu pimpinan para gerombolan itu di posisi paling puncak. Misi mereka adalah berhubungan dengan orang penting yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup negara.

Begitulah salah satu inti cerita dari film Azumi. Perbuatan dalam rangka mewujudkan misi disebut sebagai perbuatan besar sedangkan appaun yang tak terkait dengan itu disebut perbuatan kecil. Film Azumi cukup baik untuk menjadi hiburan, tapi ada beberapa hal yang harus digaris bawahi jika akan mengambilnya sebagai pelajaran. Terutama tentang apa itu perbuatan besar dan perbuatan kecil.

Perbuatan baik, sekecil apapun itu, jika diniatkan untuk sebuah tujuan baik, maka merupakan perbuatan besar. Contoh, menyingkirkan duri di jalan, atau yang sesuai keadaan zaman sekarang, menyingkirkan ranjau di jalan, contoh hal-hal kecil yang sebenarnya merupakan perbuatan besar. Karena Perbuatan seperti itu termasuk kategori bagian dari keimanan. Pernah mendengar kisah burung kecil yang dengan paruh kecilnya membawa air, lalu menyiram api yang membakar Nabi Ibrahim? Itu contoh lainnya sebagai pelajaran.

Meskipun merupakan tindakan yang sepele, tapi perbuatan itu adalah bukti dan tekad untuk sebuah tujuan yang jelas. Tujuan yang lebih besar lebih dari seberapa besar apa yang kita lakukan. Jika kita berpegang pada prinsip ini, tentu kisah Tim Azumi yang tadi kita baca merupakan sesuatu yang sangat bertentangan. Perbuatan besar itu adalah perbuatan yang setidak-tidaknya bisa mengurangi beban orang lain, membantu orang lain mengatasi masalah dan persoalannya, meskipun mungkin tak menguntungkan bagi diri kita sendiri .  Perbuatan sekecil apapun atau seremeh apapun, akan mendapat balasan secara adil dari Yang Maha Kuasa.

Mulai sat ini marilah kita, Ikhlaskan untuk selalu melakukan Perbuatan baik, meskipun sekecil apapun. Karena sebenarnya perbuatan kecil ini merupakan sebuah perbuatan besar yang bisa mengangkat derajat kita secara perlahan menjadi pribadi yang lebih besar.

 

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Sawah Zaman Now Lokasi Belajar Bersyukur Dan Meneladani Petani

sawah jaman now

Sawah Zaman NOw, istilah yang cukup populer saat ini, yang menunjukkan bahwa sawah beralih fungsi atau tepatnya bertambah fungsi sebagai lokasi berwisata masyarakat dengan memanfaatkan daya tarik bagi pengunjung yang hobi berselfi atau swa foto. Apakah kondisi seperti ini salah ? Tentu tidak, tapi ada positif dan negatifnya, marilah kita renungkan bersama.

Sawah adalah salah satu lahan bercocok tanam, dengan komoditas utama padi. Ketika saat ini banyak sawah yang dibangun tanggul tertentu, dibangun dek tertendu, atau berbagai tambahan fasilitas apakah itu saung dan sebagainya maka sawah bertambah fungsi ( bukan beralih fungsi) menjadi tempat berwisata. Hal ini pernah saya tulis juga di blog , tentang bagaimana mengangkat citra pariwisata bagi daerah yang minim pemandangan alam berupa laut, pantai, air terjun atau gunung. Setiap daerah punya potensi wisata, jika dikamsimalkan dengan sedikit kreativitas maka potensi yang seadanya itu bisa meningkatkan perekonomian. Nah terkait sawah zaman now , kita melihat sawah sebagai objek yang dijual. Artinya ketika dulu sawah hanya berfungsi sebagai tempat petani untuk bekerja , sebagai saksi kerja keras para petani, berangkat pagi hari , istirahat saat terik matahari dan pulang saat sore hari, belum lagi kondisi cuaca, dan serangan berbagai hama tanaman yang menjadi suka duka para petani. Sawah adalah tempat berkarya.

 Anak zaman now tentu sangat senang jika melihat sawah zaman now. Karena sifat dan pikiran mereka untuk eksis di media sosial terakomodasi dengan baik. Dampak positifnya adalah bisa meningkatkan kunjungan  wisata, yang berdampak positif bagi bidang lain seperti usaha kuliner, akomodasi , maupun perdagangan. Dampak atau multiplier effect ini yang sebenarnya dikejar oleh pemerintah desa setempat atau pemerintah daerah setempat yang diharapkan ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Namun, akan lebih baik jika dikembangkan lagi, wisata edukatif, artinya bukan sekedar menawarkan tempat untuk berfoto, tetapi mengajak masyarakat atau generasi zaman now terutama untuk meneladani kera keras para petani. Tapi sekarang sawah menjadi tontonan, semoga yang kita tonton bukan semata fokus kepada indahnya panorama sawah beserta kesejukan suasananya. Petani adalah golongan masyarakat yang jujur  dan bersyukur, ketika harga beras naik , apakah para petani merasakan masinsnya harga mahal ? Tidak, yang merasakan enaknya adalah para pedagang atau juragannya alias pengepul. Tapi, jika kondisi mahalnya harga pupuk dan sebagainya tentu yang paling sengsara adalah petani.

Ada sebuah ungkapan yang dari sebuah tulisan yang saya lupa judulnya, berbunyi seperti ini ” Petani ibarat golongan masyarakat yang paling bodoh, ketika air sampai ke kepala mereka baru berteriak banjir” . Sebenarnya mereka bukan bodoh, melainkan pandai bersyukur terhadap alam, meskipun alam sedang tertimpa bencana, mereka tak akan mengutuknya, tapi memilih bertahan dengan apa yang ada sambil menunggu bencana itu reda. Contoh yang bis akita lihat adalah beberapa bulan lalu saat bencana gunung berapi meletus atau mengeluarkan awan panas. Petani tak pernah mengutuk alam, men gapa gunung harus meletus dan mengeluarkan asap beracun. Mereka hanya menunggu kapan bencana itu reda untuk segera kembali ke sawah atau ladang , kembali merawat tanaman mereka yang merupakan harapan mereka . Harapan bahwa tanaman yang mereka tanam akan menghasilkan panen yang melimpah yang akan mereka manfaatkan untuk memenuhi segala kebutuhan . Harapan mereka kepada usaha mereka bertanam tanpa iri atau memandang rendah profesi lain dengan mengorbankan keringat dan tenaga tak kenal lelah.

Konsep wisata Sawah zaman now, bisa dimanfaatkan sebagai media untuk pembelajaran atau edukasi , karena generasi kmuda zaman now memang perlu pendekatan yang lunak , perlu diajak secara pelan untuk belajar dan menghargai apa itu kerja keras, sesuatu yang dipelajari dari Petani.

Semoga pemerintah kita lebih peduli kepada nasib petani, bukan sekedar mengembangkan menjadi tempat wisata melainkan, mempermudah dan mempermurah distribusi pupuk, membeli hasil panen dengan harga pantas , Membantu petani mengolah hasil panen agar menajdi lebih bernilai dan berharga lebih tinggi, membuat sistem pengairan yang baik, membantu mengatasi berbagai persoalan seperti hama, permodalan dan sebagainya.

 

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Ibarat Menanam di Tanah Gersang

Bahaya Penyakit Ini Ibarat Menanam di Tanah Gersang

Suatu saat ada ulama besar yang terkenal ahli mukasyafah, saat itu ada beberapa ulama bertamu kepada ulama besar itu.

Satu demi satu ulama yang bertamu itu di persilahkan masuk, akan tetapi ada satu ulama yang dibiarkan begitu saja tidak boleh masuk kedalam rumahnya, akhirnya setelah semua ulama pulang, tibalah ulama itu dipanggil, dan setelah duduk berhadapan ulama ahli mukasyafah itu, si ulama ahli mukasyafah itu tidak menoleh dan menghiraukan sama sekali.

Ulama yang bertamu itu hanya bisa diam seribu bahasa, tanpa berani berbicara, akhirnya ulama itu sedikit memberanikan diri untuk berbicara kepada ulama ahli mukasyafah itu.

“Wahai Syeikh, mengapa sekian lama engkau diam, tidak menghiraukanku? apakah aku ini orang jahat? Apakah perbuatanku jelek? atau amal-amalku busuk? ataukah engkau takabur merasa lebih mulia, lebih terhormat dan lebih baik daripada aku?” Tanya ulama yang bertamu itu.

Akhirnya ulama ahli mukasyafah itu itu berkata, “Bukan begitu wahai kiai, aku diam membiarkanmu bukan karena aku sombong merasa lebih baik, takabur merasa lebih mulia daripada kamu, akan tetapi aku tidak menghiraukan engkau karena aku kasihan kepadamu, aku diberitahu Allah dengan keadaanmu sesungguhnya, makanya aku ingin berbicara 4 mata denganmu!”

“Maksudnya Syeikh?” Tanya heran ulama yang bertamu itu.
“Kita sama-sama tahu bahwa dunia ini adalah tempat menanam dan kelak hasilnya akan dipetik setelah kita meninggalkan dunia kelak” Lanjut ulama ahli mukasyafah itu.

“Aku tahu dirimu itu adalah seorang ulama, punya ribuan santri, kamu sudah terkenal seantero negeri ini, orasi-orasimu itu bisa menimbulkan semangat berjuang bagi siapa saja yang mendengankan, dan aku juga tahu bahwa kamu adalah ahli ibadah, puasa sunnahmu tidak pernah lepas, sholat malammu selalu terjaga, kepada fakir miskin engkau juga sangat perhatian” jawab ulama ahli mukasyafah itu.

“lantas apa kesalahanku wahai Syeikh?” Tanya heran ulama itu.
“Tapi sayang tamanmu itu gersang, ladangmu itu tandus, akibatnya tanaman yang engkau tanam tidak akan panen di akherat kelak”
Terkagetlah ulama itu “Mengapa seperti itu Syeikh?”

“Iya, sebab yang engkau tanam di dunia itu adalah tanah gersang, tanah yang tandus, bukan tanah yang subur, sehingga tanaman yang kau engkau tanam itu sia-sia tidak tidak berbuah apapun”
“Lantas yang dimaksud tanah yang tandus itu apa wahai Syeikh?” Tanya ulama itu.

“Kau tahu bahwa hatimu adalah ladang, ladang untuk menanam bibit kebaikan, tapi sayang ketika kamu menanam bibit kebaikan itu, pada saat kau menanam itu hatimu jahat, suka menggunjing orang lain, suka merendahkan orang lain, suka meremehkan orang lain, dan suka menfitnah orang lain, dan suka mengadu domba orang lain, maka pada saat itu bibit-bibit kebaikanmu tidak tumbuh, bibit-bibit surgamu itu mati karena saat itulah akan terhapus amal-amalmu”, Lanjut ulama ahli mukasyafah itu.

“Dan tanaman yang bersamaan yang engkau tanaman itu ada penyakit ujubnya”
“Dimana ujub itu wahai Syeikh?”

“Ketika kamu menjadi kiai bangga, kamu menjadi orang baik bangga, kamu dihormati banyak orang bangga, maka banggamu itulah yang menghapus semua amalmu yang kau tanam saat itu juga”.

Rasulullah SAW pernah bersabda “Banggamu itu akan menghapus amalmu 70 tahun!” (HR. Dailami)
Menyesallah si ulama segera menyadari dirinya, lalu mulailah ia bertobat membersihkan kotoran -kotoran hati. Wallahu`alam.

sumber Nahdloh.Com

Ditulis dalam agama, Inspirasi dan Motivasi

Berpikir Positif Terhadap BPJS

bpjs

Apakah anda pernah menjadi peserta asuransi kesehatan atau yang lain ? Ketika anda membayar iuran apakah anda merasa keberatan ataukah anda merasa menerima banyak manfaat saat berobat ? Saya kali ini tidak membahas asuransi secara umum, namun hanya membahas BPJS saja. Mengingat hanya BPJS lah asuransi yang mengkover masyarakat menengah ke bawah, tidak semuanya masyarakat kelas atas karena mereka bisa memilih sistem lain yang ditawarkan swasta atau yang menawarkan lebih baik dari asuransi  milik pemerintah.

Saya tergelitik mengenai postingan salah satu orang di medsos yang cukup viral terkait dugaan atau pikiran buruk terhadap BJPS . Semoga tulisan ini bisa mengurangi pikiran buruk tersebut, karena pikiran buruk tak baik juga untuk kebaikan dan kesehatan kita.

Sebelum membahas soal besar kecilnya pembayaran iuran, mari kita lihat sejarah awal mulanya. Pemerintah Indonesia awalnya membuat sistem pembiayaan kesehatan bagi masyarakat , melalui Jamkesmas dan sebagainya. Namun karena banyaknya tanggungan biaya , yang sebagaimana kita ketahui biaya berobat itu memang mahal. Itu tak bisa disangsikan lagi. Nah, dengan anggaran yang dimiliki pemerintah sangat terbatas, maka diberlakukanlah sistem yang mirip subsidi silang, seperti awal iklan BPJS mulai tayang di TV. Yang Mampu membantu yang tak mampu. Meski awalnya sistem iuran ini ditentang masyarakat, “masa ada tarikan iuran ?” dengan banyaknya kelemahan, seperti banyaknya apasien ditelantarkan, dan dana terkumpul yang diduga diselewengkan  dan sebagainya tapi program ini bisa berjalan dalam beberapa tahun ini.

Memang kita membayar iuran setiap bulan, dan memang kita tak setiap saat atau setiap bulan memanfaatkan jasa BPJS ini  karena tak setiap bulan kita berobat, dan tentunya kita sadar, berapa uang yang kita keluarkan seandainya kita tak membayar iuran BPJS itu. Mungkin uang itu bisa gunakan untuk berobat secara mandiri atau membeli sejumlah barang keinginan kita atau keperluan lain karena kita memegangnya.

Kembali ke kasus bahwa BPJS ini sangat berbeda dengan asuransi milik umum yang di kelola swasta , Yang mana uang kita juga berfungsi sebagai penanggung biaya berobat orang lain , dan umumnya kalangan menengah ke bawah, seberapa besar uang yang kita keluarkan, tentu ada nilai sedekah untuk orang lain, meskipun kita tak menyangkal sebagian dana kita ada yang bisa dimanfaatkan untuk fasilitas pegawai atau atasan perusahaan atau bahkan direpresantikan dengan megahnya gedung kantor BPJS baik pusat maupun cabang .

Jadi saat kita membayar iuran BPJS, yang paling penting adalah kita niatkan untuk bersedekah, semoga usaha kita ini bisa mencegah kita dari sakit, dan berpahala jika bermanfaat membantu biaya pengobatan orang lain yang ditanggung BPJS. Mengapa kita perlu menekankan sikap seperti ini? Memang anjuran akun yang menyarankan lebih baik menyumbang uang kepada anak yatim, di klaim sebagai asuransi di Jalan Allah itu tak salah juga, namun jangan sampai membuat kesimpulan keliru bahwa ikut BPJS itu salah atau dosa, karena bisa ada anak yatim atau kurang mampu juga yang biaya pengobatannya dibantu oleh BPJS .  Karena BPJS sifatnya wajib bagi seluruh warga negara Indonesia berdasarkan undang undang. Tentu sulit dong kita menentang jika UU yang bersangkutan belum dicabut. Meskipun cara menentangnya dengan menolak menjadi peserta.

Nah sebelum berpikir lebih jauh,seandainya kita menolak program seperti ini, dan mungkin kita berpikir akan lebih bermanfaat jika kita membiayai kesehatan sendiri, dan uang sejumlah yang kita bayarkan itu , kita bisa memanfaatkan untuk banyak dan sebagainya. Itulah pikiran kita, namun kita tidak tahu, kapan kita sehat, kapan sakit dan berapa besar biaya kesehatan kita, dan banayak juga orang kehabisan uang dalam tabungannya hanya untuk biaya berobat. Banyak kasus seperti itu. Ada orang yang lebih suka menabung, tapi giliran mendapat sakit yang berat dan uang dari tabungannya digunakan untuk segala kebutuhan biaya, ternyata uangnya bisa habis atau masih banyak kekurangan. Itu kan sesuatu yang diluar dugaan.

Intinya asuransi di jalan Allah yang melalui sedekah terhadap fakir miskin dan anak yatim yang doanya tembus sampai langit itu, bisa juga kita lakukan lewat BPJS meski secara tidak langsung. Oleh karena itu, melalui iuran BPJS itulah kita niatkan sebagai sedekah , semoga dengan sedekah itu pula kita selalu di sehatkan oleh Allah dan apa yang kita sedekahkan mendapat pahala. Amin.

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi, kesehatan

Pesan Tersembunyi ” Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut”

Saya menykai film Harry Potter sebatas hiburan belaka. Bukan untuk mendalami ajaran-ajaran baik yang dipertontonkan langsung,dalam film itu maupun ajaran-ajaran tersembunyi  baik simbol atau yang lainnya. Ketika saya menonton film Herry Potter, awalnya saya bingung dengan banyaknya istilah yang tak biasa. Contoh kalimat  Dia-yang-namanya-tak-bolehdisebut = He-Who-Must-Not-Be-Named.  Kalimat inilah yang paling menarik perhatian saya.

Dalam film diceritakan bahwa ” Lord Voldemort adalah seorang tokoh ciptaan JK Rowling dalam novel Harry Potter. Voldemort digambarkan sebagai tokoh yang sangat jahat, kejam, licik, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Terlahir dengan nama Tom Marvolo Riddle, Voldemort dikenal sebagai salah satu siswa Hogwarts yang paling cemerlang di masanya. Tidak heran, ia sangat hebat dalam sihir dan ditakuti oleh nyaris seluruh penyihir hingga titik di mana rakyat sihir takut untuk menyebut namanya. Sehingga, Voldemort kerap disebut sebagai “Kau-Tahu-Siapa”, “Pangeran Kegelapan”, atau “Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut”. Pada Harry Potter dan Relikui Kematian, radio pemberontak “Pantauan Potter” (Potterwatch), menyebutnya sebagai “Pemimpin Pelahap Maut”. ( sumber Wikipedia).

Mengapa kalimat Dia yang namanya tak boleh disebut , paling menarik perhatian saya. Dalam film itu , seperti yang telah dijelaskan di atas, Karena ini menurut saya merupakan istilah untuk orang yang memiliki kemampuan luar biasa, di luar kemapuan manusia umumnya, sehingga namanya pun tak boleh disebut karena bisa mencelakai siapa saja. Meskipun mungkin hanya sebuah cerita fiksi namun menurut saya merupakan sebuah pesan tersembunyi. Mungkin sudah banyak artikel lain yang membahas tentang film ini dan pesan tersembunyi. Tapi saya akan menulis sesuatu yang berbeda , atau topik yang berbeda karena saya hanya fokus pada kalimat ini.

Membaca kalimat “Dia yang namanya tak boleh disebut” Melalui film ini kita seperti diarahkan untuk mencoba menjauh dari ajaran agama. Kita yang orang Islam selalu menempatka kata “Dia’ dengan huruf D kapital hanyalah untuk Allah Yang Maha Kuasa. Kita sangat dianjurkan (bahkan sebenarnya diwajibkan) selalu menyebut namaNya dalam setiap aktivitas kegiatan , dan selalu mengingat keberdaan-Nya dan kekuasaan-Nya dalam segala situasi apapun dan kapanpun.

Dan kita seperti  seolah-olah diajak agar tak boleh atau jangan disebut Dia? Memang tak secara langsung diajak seperti itu. Karena kata Dia ditulis untuk menunjuk objek yang berbeda , bukan Tuhan tapi hanya seorang tokoh fiksi bernama Voldemort. Dan secara tak sadar , inilah mengapa saya menamakannya sebagai pesan tersembunyi itu . Pesan yang secara tak langsung diselipkan atau disusupkan ke pikiran bawah sadar kita. Saya sendiri hampir selalu ingat kalimat ini, hingga saat ini, bukan hanya saat pertama kali menonton. Dan itu sudah berapa tahun berjalan? Jadi saya menceritakan pengalaman yang saya alami .

Marilah kita dalam segala aktivitas memulai dengan Bismillah , Menyebut nama Allah. Dan Membaca Hamdalah setelah selesai sebagai wujud syukur atas segala karunia-Nya. Dalam segala keadaan selalu mengingat akan kekuasaaNya , sehingga kita akan tertuntun dalam segala tindakan dan terjaga dari segala masalah.

Ditulis dalam agama

Kebenaran Diantara Perdebatan Angka 6 Dan 9

fb_img_1496852355179.jpg

Masih berhubungan tulisan saya dahulu terkait Perdebatan Di Antara angka 6 dan 9. Ketika ada dua orang dengan posisi yang saling berhadapan. dan di depan mereka terdapat sebuah tulisan angka, yang mana dari salah satu sisi akan terbaca sebagai angka 6 , sedangkan dari sisi lain akan terbaca sebagai angka 9.

Ketika dua orang ditanya mengenai angka berapa yang mereka lihat, tentu mereka menjawab berdasarkan apa yang mereka lihat dari posisi mereka. Itulah yang bayak kita alami dalam kehidupan kita saat ini, terkait beberapa pertanyaan yang kemudian muncul sebagai perbedaan pendapat dan berujung kepada perbedaan sikap, prinsip dan menimbulkan konflik pada akhirnya.

Jika saja kita, memikirkan seandainya kita berada pada posisi orang lain, tentu hal itu tak akan terjadi. Inilah pentingnya empati, mencoba memahami apa yang dirasakan orang lain dan apa yang dipirkan orang lain . Maka kebenaran itu milik semua , tapi bukan kebenaran yang mutlak milik salah satu pihak. Melainkan kebenaran yang bisa menjelaskan masing-masing hal dan posisinya , serta hubungan satu sama lain.

Masihkah kita merasa paling benar, hanya dengan meliasi sesuatu berdasarkan apa yang kita ketahui, dari semua referensi keilmuan dan pengetahuan yang kita miliki saja ? Tanpa memperhitungkan apa yang belum kita ketahui karena keterbatasan pengetahuan dan ilmu kita ? Jadilah orang yang berilmu padi, di mana semakin tinggi ilmunya maka ia semakin bijaksana . Tidak angkuh atau sombong terhadap kemampuannya dan menerima perbedaan pendapat terhadap sesuatu yang sebenarnya bisa diambil titik temunya tanpa menimbulkan lebih bayak lagi lingkaran konflik.

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Motivasi Dari Diri Sendiri Adalah Yang Utama

Motivasi bisa datang dari orang lain dan bisa juga dari diri sendiri. Saat ini banyak sekali seminnar-seminar motivasi baik yang di tayangkan di TV maupun yang tidak, buku-buku pun laris. Itu membuktikan bahwa banyak orang membutuhkan dorongan motivasi dari orang lain atau dari ahlinya yaitu para pakar dan motivator. Sebenarnya ada yang lebih murah daripada ikut seminar motivasi, yaitu ikut pengajian.

Permasalahan hidup manusia semakin meningkat seiring dengan semakin berkembangkan teknologi dan kemajuan zaman. Kebutuhan hidup yang semakin tinggi , semkain banyak orang yang berebut mendapatkan lowongan suatu posisi di pekerjaan tertentu dan sebagainya.

Akhir-akhir ini kasus bunuh diri pun meningkat, atau menyiksa orang terdekatnya yang seharusnya di sayangi, banyaknya kekerasan dan kriminal. Kejadian yang kita lihat itu , bisa jadi sebagai akibat lemahnya kepribadian , merupakan bukti betapa kita sangat membutuhkan inspirasi dan motivasi.

Nah di saat kita membutuhkan motivasi, dengan belajar kepada para pakar, sebenarnya diri kita sendirilah yang menentukan berhasil atau tidaknya bangkit dari keterpurukan. Peran diri kita sendiri sangat mutlak, sedangkan nasehat atau bimbingan orang lain sifatnya hanya membantu. Intinya keberhasilan dan kegagalan itu kembali kepada diri kita, seberapa kuat usaha untuk mencapainya , seberapa sabar dan kuat saat gagal dan bangkit untuk berjuang lagi .

Saya mencontohkan tentang kisah diri saya sendiri beberapa tahun lalu. Dulu saat saya masih kelas 3 SMA menjelang lulus saya tak memiliki motivasi apapun untuk kuliah karena saya tahu kondisi saya saat itu tidak mampu dan tidak memungkinkan dan mungkin tak ada jalan keluar akan dapat uang darimana untuk membiayai kuliah.

Setelah lulus sekolah saya berusaha mencai pekerjaan, dengan kemampuan apa saja yang saya bisa. Akhirnya saya diterima bekerja di Kantor x. Ketika saya bekerja selama 2 tahun saya sudah memiliki tabungan , dan bisa untuk membiayai kuliah . Tapi saya tak punya keinginan pada saat itu. Barulah saya mendapat saran dari Pak Kepala kantor agar melanjutkan kuliah. Karena bagimana pun sangat disayangkan jika tak sampai melanjutkan kuliah. Saya masih berpikir ulang sebelum akhirnya berencana untuk kuliah.

Dan akhirnya saya memutuskan untuk kuliah, dan berusaha keras dengan segala  kemampuan saya untuk bisa menyelesaikan pendidikan saya sampai wisuda atau lulus.

Pada kasus yang saya alami, diri saya sendiri sebagai pemeran utama, untuk bergerak , maju atau mundur sedangkan orang lain hanya sekedar mendorong. Keputusan tetap ditangan kita. Dan motivasi dari dalam diri kita lah yang paling utama. Kita berangkat dari berpikir untuk apa kita bertindak, pikiran Itu yang menjadi motivator kita.

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Tanda-tanda Kamu Mulai Kecanduan Smartphone

Tanda-tanda Kamu Mulai Kecanduan Smartphone 1Foto: thinkstock

Jakarta – Karena dilarang menggunakan smartphone, dua pelajar di Bondowoso Jawa Timur mogok sekolah hingga beberapa bulan. Keduanya didiagnosis kecanduan smartphone dan ditangani psikiater dari RSU Dr Koesnadi Bondowoso.

Dikutip dari psychiatry.org, The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders V (DSM-V) belum secara resmi memasukkan kecanduan smartphone maupun internet sebagai gangguan jiwa. Selain kecanduan obat terlarang, baru kecanduan judi yang masuk dalam daftar.

Namun demikian, fenomena tidak bisa lepas dari smartphone sudah menjadi bagian dari keseharian manusia modern. Tidak berlebihan jika ada yang menyebutnya sebagai kecanduan, ketika sudah menunjukkan tanda-tanda berikut ini.

1. ‘Sakaw’
Withdrawal symptom atau gejala putus obat biasanya dijumpai pada kecanduan obat terlarang. Ketika penggunaan obat atau zat terlarang tersebut dihentikan, terjadi reaksi di dalam tubuh yang membuatnya sangat menginginkannya.

Beberapa orang yang tidak bisa lepas dari smartphone dan internet juga mengalami hal serupa. Dalam sebuah penelitian tahun 2011, para ilmuwan meminta 1.000 mahasiswa untuk lepas dari smartphone selama 24 jam. Sebagian di antaranya dilaporkan mengalami gejala kegelisahan dan bahkan depresi.

2. Toleransi
Sama halnya dengan kecanduan heroin, kecanduan smartphone juga menyebabkan toleransi. Artinya, si pecandu selalu mebutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk mendapat efek yang diharapkan. Jika biasanya cuma 10 menit menikmati smartphone, makin hari akan makin lama waktu yang dihabiskan dengan smartphone untuk hal-hal yang membuatnya merasa nyaman.

2. Toleransi
Sama halnya dengan kecanduan heroin, kecanduan smartphone juga menyebabkan toleransi. Artinya, si pecandu selalu mebutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk mendapat efek yang diharapkan. Jika biasanya cuma 10 menit menikmati smartphone, makin hari akan makin lama waktu yang dihabiskan dengan smartphone untuk hal-hal yang membuatnya merasa nyaman.

3. Kehilangan semangat
Jika seseorang sampai meninggalkan hobi dan aktivitas kesehariannya hanya untuk memainkan smartphone, mana bisa jadi itu tanda-tanda kecanduan.

4. Tidak punya kontrol
Ciri lain dari kecanduan adalah tidak adanya kontrol. Ketika sudah tidak bisa membatasi diri dalam penggunaan smartphone, dan seolah hidupnya mulai dikendalikan oleh smartphone, mungkin itu artinya sudah mulai kecanduan.

5. Melewatkan banyak peluang
Menjauh dari pertemanan, kinerja memburuk, adalah beberapa tanda lain dari kecanduan. Ini juga bisa dialami ketika seseorang sudah terlalu lekat dengan smartphone.

AN Uyung Pramudiarja – sumber detikHealth, Detik
Ditulis dalam kesehatan

Mengenal dan Mengatasi Kecanduan Smartphone

Mengenal dan Mengatasi Kecanduan Smartphone Foto: thinkstock
Advertisement
Jakarta, Kecanduan internet dan gawai belakangan mulai menjadi perhatian. Walaupun dalam buku kriteria diagnosis terbaru dari American Psychiatric Association yaitu DSM 5 terbitan tahun 2013 belum dimasukkan dalam kriteria diagnosis kecanduan, kecanduan internet (termasuk kecanduan game online yang dimainkan lewat komputer dan gawai) sebenarnya telah menjadi perhatian dan ingin dimasukkan dalam salah satu kriteria gangguan jiwa. Belakangan ada niatan WHO yang akan merevisi ICD 10 dan memasukkan kriteria kecanduan game dan internet dalam kriteria diagnosis gangguan jiwa.

Beberapa hal yang dikaitkan dengan kriteria kecanduan internet (dalam hal ini juga termasuk kecanduan game online) adalah:

1. Hilangnya kontrol terhadap penggunaan internet
2. Adanya kecenderungan terus menerus (preokupasi) terhadap internet
3. Adanya perubahan suasana perasaan jika tidak terpapar terhadap internet (game) dalam hal ini menjadi depresi dan cemas berlebihan
4. Adanya gejala “putus zat” ketika tidak berhubungan dengan internet, ada perasaan mudah tersinggung, cemas berlebihan, tidak nyaman dan bisa agresif atau tantrum
5. Adanya penurunan fungsi pribadi dan sosial (dalam hal ini dalam pekerjaan dan akademik)
6. Menghabiskan waktu lebih dari 6 jam berhubungan dengan internet di luar kepentingan akademik dan atau lebih dari 6 bulan penggunaan internet yang tidak ada korelasi dengan kepentingan sehari-hari.

Beberapa penelitian yang telah dilakukan juga telah membuat adanya hubungan antara gangguan kecanduan internet dengan beberapa gangguan jiwa seperti depresi, pikiran bunuh diri, perilaku obsesif kompulsif, gangguan makan, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas, serta penyalahgunaan zat dan alkohol. Penelitian di Amerika Serikat sendiri menyatakan bahwa lebih dari 26,3 persen remaja di sana termasuk dalam kategori kecanduan internet yang mana angka ini melebihi angka pada kecanduan zat lainnya.

Perubahan di Otak

Kecanduan internet dihubungkan dengan perubahan di sistem dopamin. Aktifasi yang berlebihan dalam penggunaan internet berhubungan dengan berkurangnya transporter dopamine di otak yang membuat stagnasi atau berdiamnya dopamin lebih lama di celah sinaps otak. Hal ini yang membuat stimulasi dopamin berlebihan yang akan menyebabkan efek euforia. Hal ini terlihat juga pada orang yang mengalami kecanduan zat dan perilaku adiktif lainnya.

Selain itu pula penelitian mengatakan adanya peningkatan aliran darah di area otak yang berhubungan dengan “reward and pleasure”. Artinya internet akan mengaktifkasi pusat rasa senang di otak dan akan membuat rasa ingin lagi dan lagi yang lebih besar.

Pencegahan Kecanduan Internet Pada Anak dan Remaja

Beberapa kasus kecanduan internet dan game online sudah tampak di masyarakat kita sehari-hari. Belakangan kita mendengar adanya dua siswa di Bondowoso yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa karena kecanduan game.

Mengenal dan Mengatasi Kecanduan Smartphone Foto: thinkstock

Beberapa hal di bawah ini mungkin bisa jadi tips buat kita bersama:

a. Jadilah contoh yang baik buat anak
Kita sebagai orang tua memang juga harus mengurangi ketergantungan kita terhadap gawai, game dan internet. Mulailah membaca buku kembali daripada memegang tablet atau smartphone kita berlama-lama

b. Buat aturan yang tepat
Kita tidak bisa menghindarkan mereka dari gawai, dalam pergaulan juga banyak yang akan mempengaruhi mereka, tapi kita bisa memberikan aturan yang tepat terkait penggunaan gawai ini. Berikan waktu yang sesuai untuk anak-anak memegang gawai dan batasi waktunya.

c. Lakukan aktifitas yang lain
Lakukan aktifitas lain seperti membaca buku, “board games”, seni karya, olahraga atau permainan yang tidak menggunakan gawai.

d. Beli gawai untuk keperluan yang baik bukan hanya untuk keperluan sosial

e. Bermainlah bersama anak tanpa gawai!

f. Luangkan waktu untuk bersama anak tanpa ada gawai di sekitar kita termasuk saat makan bersama di luar rumah.

Saya sendiri menyadari tidak mudah di era internet melakukan hal-hal di atas, tetapi jika kita mampu mengurangi ketergantungan kita terhadap gawai maka hasilnya pun akan lebih baik buat kita bersama ke depannya. Salam sehat jiwa.
dr Andri SpKJ, FAPM – detikHealth* Penulis merupakan psikiater di Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera Tangerang. Aktif di media sosial, dengan aku twitter @mbahndi

Sumber Detik
Ditulis dalam kesehatan
Kota Baru Purwokerto
Ikuti saya di Twitter
Statistik Blog
  • 22,894 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Februari 2018
S S R K J S M
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728