Memilih Menjadi Netral

Media massa, cetak  dan media sosial kita saat ini tengah gaduh yang bermula dari persoalan Pilpres beberapa tahun lalu. Segala persoalan, topik dan isu dapat dipastikan terbelah diantara dua opini yang saling berlawanan.

Kita sebagai warganet, tentu terganggu dengan situasi seperti ini. Namun, sikap yang paling bijak adalah jangan sampa kita terjebak kedalam pusaran arus di antara dua kepentingan yang ada di antara dua kutub itu.

Saya sendiri awalnya memang pernah mendukung salah satu pihak, tapi itu dulu saat Pilpres berlangsung. Begitu pemerintahan baru terpilih maka saya tak mempunyai kepentingan apapun selain mendukung program positif yang dibangun dan tentunya tetap mengkritisi kekurangan atau program yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat tapi tetap mengedepankan kesantunan bukan hujatan atau hate speech.

Bagaimana sikap kita terhadap isu atau deskripsi apaun yang dikeluarkan oleh dua kubu ?  yang pertama kita harus tenang, dengan artian tidak termakan usaha provokasi sekecil apapun atau terseret kedalam kepentingan . Berpikir secara bijak dan objektive , membandingkan sisi lain , serta berpikir dua atau tiga langkah kedepan, bukan sekedar apa yang terjadi saat ini. Maka kita setidaknya bisa terhindar dari hoak . Terhindar dari termakan berita yang digoreng dengan bumbu dan motif tertentu.

Sebagai warganet yang baik, kita seharusnya menyejukkan suasanan dan mempererat persatuan dan kebersamaan bukan sebaliknya. Jika kita menemukan media yang cenderung provokativ segera kita tandai dalam benak kita sebagai garis merah dan kita berhati-hati untuk tidak segera mempercayainya 100 %.

Saya prihatin sampai hari ini masyarakat kita baik di dunia maya maupun nyata banyak terjebak hate speech  yang berlandaskan ego kelompok tanpa mau menerima perbedaan pendapat .

Iklan
Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Seniman Jalanan Menjadi Juragan

Saya akan bercerita tentang sebuah kisah nyata tapi tidak dengan nama asli karena waktu itu saya tidak ingat namanya. Dulu saya masih kecil, saat masih sekolah dasar, mungkin waktu itu sekitar kelas 3 -5, di Kalikangkung, sebuah grumbul desa Tinggarjaya kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Suatu malam ada pertunjukkan ebeg keliling. Musik kendangnya yang indah ditabuh seorang bapak dan yang memankan ebeg seorang ibu muda dengan seorang anak perempuan kecil. Tariannya indah dan sangat menghibur , mereka berkeliling dari rumah ke rumah dan mendapat imbalan seikhlasnya dari warga. Saya ingat, mereka berasal dari Desa Gunung wetan Kecamatan Jatilawang.

Beberapa tahun kemudian, mereka datang lagi keliling ke Kalikangkung, tapi kali ini berbeda dengan dulu, yatu tambahan jumlah penari , yang mana dulu seorang anak perempuan kecil sekarang usianya sudah cukup besar mendekati masa remaja dan ada seorang penari anak laki-laki yang masih kecil. Ternyata anak terkecil keluarga itu turut serta keliling mencari nafkah sebagai seniman jalanan.

Ketika saya kelas 1 SMP , saya menonton sebuah pertunjukkan ebeg, yang ditanggap oleh warga di grumbul Kutawianangun. Begitu aku sampai ke lokasi aku tertegun, ternyata ini tak lain adalah milik seniman keliling yang dulu pernah saya lihat. sekarang ternyata sudah menjadi juragan, memiliki seperangkat  gamelan ,kelompok atau grup ebeg dengan banyak penari dan sinden. Anak lelaki yang dulu masih kecil sekarang sudah besar, dan menjadi pusat perhatian di grup kesenian itu karena tentunya dia sebagai salah satu penerus keluarga tentu menjadi harapan besar untuk melestarikan seni  ini.

Saya terharu, melihat bagimana sebuah keluarga yang hidup dari seni dan berkeliling jauh dari tempat tinggalnya kemudian bertahan hingga saat ini dan berkembang dan membuka peluang kerja orang lain yang lebih banyak.

Saya tidak tahu nama grup seni ebeg atau sinden ini, tapi saya mengenalnya mereka berasal dari Desa Gunung Wetan. Bagi Anda yang berasal dari Desa Gunung wetan, mungkin Anda Tahu dan mengenal mereka.

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Energi Terbarukan Apa Yang Dibutuhkan Banyumas ?

Sebenarnya saya mendukung sekali tentang dimanfaatkannya energi terbarukan sebagai pengganti energi fosil atau nama lainnya BBM alias minyak.

Alam memiliki sumber daya yang luar biasa besar yang saat ini baru sedikit dikelola dan dimanfaatkan manusia. Beberapa yang sedang dirintis misalnya energi ombak, panas bumi, angin , matahari, nuklir dan bio energi.

Namun dari sekian banyak potensi alam, alangkah baiknya mempertimbangkan berbagai dampak baik maupun buruk dalam eksplorasi dan eksploitasi karena tujuan pembangunan untuk kemakmuran rakyat maka intinya jangan sampai pembangunan itu malah berdampak negatif atau membuat susah masyarakat. Itu point yang paling penting.

Kita bisa membuat daftar Sumber Daya alam mana saja yang cukup berbahaya bagi lingkungan sekitarnya misalnya nuklir. Lalu yang dampaknya potensial yang saat ini baru saja dirasakan di akibat pembabatan hutan di gunung Slamet untuk proyek PLTPB ( pembangkit listrik tenaga panas bumi Baturaden).

Ini merupakan dilematis karena proyek ini diklaim di dukung pemerintah pusat , mulai dari kementerian hingga instansi di daerah di lingkup Provinsi karena terkat rencana pemerintah membangun jaringan listrik sebesar 5000 MW. Maka kita tidak bisa berbuat banyak tapi dengan dampak negatif yang cukup besar, dan ini baru awal, sebaknya proyek PLTB Baturaden ditinjau ulang dan di stop karena dampaknya sangat berbahaya. Bukan saja karena efek kerusakan dan bencaana semata melankan keanekaragaman hayati juga ikut terancam . Khususnya bagi Kabupaten Banyumas, Gunung Slamet merupakan potensi utama yang dimiliki  sebagai salah satu penopang bidang pertanian dan perkebunan juga pariwisata sebagai penghasil PAD terbesar Pemkab Banyumas dari Objek wisata Baturaden.

Maka kerusakan gunung Slamet dampak utama yang pasti akan dirasakan dari segi ekonomi paling cepat ya kawasan wisata Baturaden. Sedangkan dari segi kerawanan lingkungan , Cilongok merupakan daerah yang pertama kali terdampak proyek ini.

Ini kekeliruan yang tak disadari kalangan ahli dan birokrat di jajaran Pemda Banyumas dan mungkin saja sebagai gambaran betapa lemahnya posisi tawar terhadap pemerintah Pusat maupun Provinsi terhadap kewenangan terkait pengelolaan hutan.

Sebaiknya energi terbarukan seperti apa yang perlu dikembangkan di kabupaten Banyumas ? Menurut saya energi matahari atau angin bisa dicoba karena dampaknya bagi lingkungan relatif kecil dibanding PLTB. Mengenai lokasinya banyak pilihan misalnya di Gunung Tugel atau dermaga Dekat Bnedung gerak Serayu tentu bisa memancing daya tarik wisata tambahan kawasan setempat. Atau tempat lain yang potensial anginnya besar dan tanahnya tandus.

Sebuah harapan yang pernah saya ungkapan dalam media sosial baru-baru ini tepat beberapa hari sebelum bencana besar yang terjadi beberapa hari ini yang mulai dirasakan setelah wilayah kawasan Banyumas dan di sekitarnya dilanda hujan yang sangat deras.

Anggaran rumput alun alun Purwokerto 190 juta , pertahun berapa anggaran perawatan, dalam 10 tahun mungkin ada kisaran miliaran rupiah untuk merawat alun-alun Kalo saja dana itu untuk membangun PLTS ( Solar cell) di gunung Tugel mungkin kasus gunung Slamet tak perlu terjadi, Kalo perlu tantang pemerintah pusat yang punya rencana megaproyek 5000 MW , agar PLTB Slamet diganti PLTS di Gunung Tugel pasti akan lebih smart dan aman secara lingkungan

 

Ditulis dalam Info Banyumas

Kesabaran Itu Jangan Berbatas

Hari-hari di Arga Makmur, Yang tak pernah Terlupakan. Pada suatu hari saya ngobrol dengan salah satu pegawai di Kantor . Dia menanyakan, apakah saya berbahagia bisa bekerja di kantor ini ? Saya jawab bahagia, akan tetapi dari segi pendapatan jauh lebih tinggi jika bekerja di kantor sebelah. Benar , dan mungkin seperti itu. Dia menyarankan saya untuk bersabar. Jika di kantor sebelah bayaran lebih besar, tapi sebenarnya lebih baik di kantor ini, karena di sini ada nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Itu yang tak bisa dinilai dengan uang.

Ketika saya pergi , resign dari kantor itu, sekarang menyadari memang suasana di kantor itu memang tak ada bandingannya di tempat lain. Dan bukan hanya saya yang merasakan. Tapi beberapa orang yang pernah berdnas di sana dan sempat bertemu dengan saya di tempat lain.

Kemarin siang, saya mendapat telpon dari teman lama yang pernah bersama di kantor itu. Dia bilang, kangen dengan suasana seperti dulu yang tak bisa dijumpai ditempat lain.

Saya masih ingat, saat itu jika ada teman yang ulang tahun biasanya di halaman kantor dijadikan arena pesta, dan kami membakar ikan lalu makan bersama. Apalagi jika bertepatan dengan musim durian bisa melengkapi pesta makan. Kalau tidak di kantor biasanya diadakan di halaman perumahan dinas.

Pada hari biasa, selesa jam kerja saya biasanya mengungsi , main ke perumahan dinas sekedar nonton tv bersama atau bersantai.

Saya sadar, saya tak bisa memaksa tempat saya sekarang bisa memberikan suasana seperti itu. Namun, saya sudah seharusnya bisa membawa suasana dan semangat suasana pada saat itu kemana pun saya berada.

Dan saya pun ingat kata-kata orang yang pernah menyarankan saya membaca novel gadis kecil di jendela itu, bahwa sabar itu jangan ada batasnya. Segala yang saya rasakan yang mungkin tak selalu senang di hati, dan bisa jadi saya belum merasakan nikmat lain yang kemudian saya baru sadari setelah jauh dan tak berada di sana lagi.

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Demo Guru Vs Demo Buruh

Sekitar seminggu yang lalu sejumlah guru atau pendidik berstatus pegawai tidak tetap atau guru Honorer atau nama lainnya wiyata bakti, berdemo ke kantor Bupati. Mereka menuntut upah yang layak, dimana sebagian besar dari mereka dibayar 300 ribu perbulan atau mungkin ada yang lebih rendah.

Untuk menyandang status sebagai pendidik tentu menghabiskan banyak biaya untuk kuliah minimal harus S1 tentunya, sedangkan gaji mengajar jangankan untuk mengembalikan biaya kuliah, untuk makan atau keperluan kebutuhan harian saja tidak cukup. Pemerintah setempat mengalami kesulitan bagaimana cara mengatasinya, karena untuk mengangkat mereka menjadi PNS ada aturan lain yang menghambatnya, sedangkan membayar mereka sesua UMR juga tidak berada di bawah wewenang Dinas Tenaga Kerja apalagi dana membayarnya.

Seminggu kemudian ada demo lagi di tempat yang sama. Tapi kali ini membawa nama serikat pekerja atau aliansi pekerja. Nama keren dari buruh , dan mereka menuntut UMK naik, dimana bagi mereka uang 1500.000 perbulan dirasa tidak cukup. Untuk menjadi buruh tentu tak serumit menjadi guru, tak perlu pendidikan tinggi, namun mereka tak sadar bahwa kelompok masyarakat lain jauh menderita dari mereka. Tidak ada rasa sensitivitas sosial apa karena mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu.

Dua peristiwa demo atau aksi damai diatas memberikan gambaran kepada kita betapa timpangnya keadaan dua kehidupan kelompok masyarakat. sebagian mentut sekedar dibayar layak untuk bisa memenuhi kebutuhan sementara sebagian yang lan menutut lebih dari apa yang disebut sebagai standar gaji tingkat kabupaten.

Bagimana solusi sebaiknya ? Untuk aksi dami aliansi pekerja saya no komen. Tapi untuk aksi damai guru, menurut saya pemerintah cabut peraturan tentang sertivikasi , lalu anggaran yang ada dialihkan untuk membayar guru honorer atau pekerja PTT. Karena mereka lebih membutuhkan daripada guru yang berstatus PNS yang mana mereka punya gaji tetap, punya tunjangan dan punya jaminan BPJS, dan jaminan pensiun. Itu sudah layak dibandingkan nasib guru honorer , lagi pula sebagian besar guru PNS tidak peduli dengan nasib guru honorer yang bekerja di lingkungan kerja masing-masing. Benar mereka hanya ingin uang tanpa peduli orang lain yang membutuhkan. Itu yang namanya tunjangan sertivikasi yang dibuat sarat muatan politis.

Stop sertivikasi guru PNS dan alihkan anggaran itu untuk membayar guru honorer itu solusi yang cukup adil.

Ditulis dalam Pendidikan

Masuk Penjara Karena Kodok

Maaf , ini bukan artikel berbau politik, tapi murni sesuai kata sebenarnya bukan kiasan. Ceritanya begini, pada suatu hari seorang pemuda berniat mencari kodok di daerah  pinggiran segara anakan  di Cilacap, Mungkin kodok itu rencananya akan digunakan sebagai umpan memancing ikan.

Ketika sedang asyik menangkapi kodok, ternyata tak sengaja bertemu dengan anak kijang yang tersesat. Dan herannya, meskipun kijang merupakan hewan yang terkenal liar saat berlari , tapi bisa juga ditangkap oleh pemuda ini.

Begitu tertangkap, kijang ini dijual secara online melalui akun facebooknya. Tapi , dia mungkin tak paham undang-undang bahwa hewan ini merupakan kategori hewan yang menurut undang -undang dilarang diperjualbelikan.

Maka sampailah kasus ini ditangan kepolisian setempat. Dia ditangkap dan diproses secara hukum karena perbuatannya itu. Dia pun masuk penjara gara -gara kodok bukan ??  Coba bayangkan. seandainya dia malam itu tidak mencari kodok, melainkan tidur saja di rumah, tentu dia tak akan sampai menangkap kijang atau kancil yang mengakibatkan dia sampai masuk penjara.  Dan Masuk penjara bukan hanya karena ada niat pelakunya berbuat kriminal , melainkan karena ada kesempatan.

Ditulis dalam humor

Kapitalisme Menjerat Idealisme

STOP

Sering kita lihat aksi atau gerakan sosial yang muncul entah karena menanggapi program tertentu, proyek tertentu atau kejadian tertentu. Jika kita melihat sisi positif tentu kita merasakan kepedulian masyarakat yang begitu besar terhadap isu strategis yang berkembang. Itu sangat baik karena sesuai dengan iklim kebebasan berekspresi .

Akan tetapi kita kadang tak menyadari ada muatan tertentu yang terselubung, bisa motiv ekonomi, politik atau lainnya yang menguntungkan pihak tertentu . Marilah kita ambil contoh sederhana dari beberapa kejadian beberapa waktu lalu.

Ketika sebuah Pemda kabupaten mengganti slogan daerahnya yang dianggap sudah sangat kental dengan keseharian warganya dan memiliki sejarah panjang dibangun ketika kemudian muncul ke publik, secara spontan mendapat reaksi negatif dan teus meluas. Karena slogan baru dianggap tidak mencerminkan kepribadian yang baik. Lalu muncul gerakan penolakan secara luas, diiringi sebuah poster , dan muncul pula kaos berposter tertentu yang mendukung gerakan ini . Kesimpulannya, kenapa ada penjualan kaos? Tentu karena ada pebisnis yang ikut bermain, terlepas dari baiknya tujuan gerakan itu tentu nila kapitalisme ikut serta mengambil untung atas moment seperti ini.

Contoh lebih rumit , ketika penanaman monokultur tertentu yang menghasilkan produk minyak goreng serta olahan turunan lain seperti sabun, kertas dan sebaginya  bahkan muncul riset tentang kemungkinan menjadi bahan bakar kendaraan nabati, pada saat yang sama muncul gerakan penolakan dengan dalih membela satwa liar, menolak kebakaran hutan , dan sebagainya. Kita seolah terbius dengan kampanye  ini, akan tetapi kita tak semua sadar siapa dibaliknya dan berbagai perbandingan data dampak positif negatifnya bagaimana secara proporsional.

Ini juga tak terlepas dari kejadian insidental, dikatkan dengan bencana tertentu, sesutu yang sebenarnya merupakan rutinitas saat musim hujan tapi dikaitkan dengan proyek tetentu misalnya dengan narasi yang berlebihan.

Kita memang perlu mengapresiasi semangat dan ide positif anak bangsa untuk bergerak aktif mengkritisi beberapa ketimpangan yang terjadi dilapangan. Akan tetapi jangan sampai ikut terjebak permainan kapitalisme yang turut serta memanfaatkan momen, dan mendapatkan keuntungan ekonomis . Yang perlu kita lakukan bagaimana turut serta menyelesakan persoalan tapi bukan ikut-ikutan semata bertindak dengan arahan pembuat kampanye.

Kita bertindak sebagai pihak yang netral, dengan tetap waspada tentang muatan sampingan atau motif terselubung pihak tertentu  yang memanfaatkan keadaan.  Dam Kapitalisme tidak pandang bulu, bak besar atau kecil jika keuntungan itu demi kepentingan pribadi bukan kepentingan bersama, tetaplah kapitalisme yang harus kita tolak. Apalagi jika mempermainkan isu tetentu, mengolah data tertentu , dan menyamarkan kepentingan terselubung dibalik idealisme.

Ditulis dalam Sosial

Menganalisis Kondisi Psikis dan Karakter Dengan Teknologi

Sekarang kita berada di Zaman teknologi , maka sulit bagi kita menyembunyikan sesuatu termasuk karakter atau sifat. Termasuk ketika kita sedang melakukan interview saat melamar pekerjaan , jangan dikira pihak perusahaan tidak mengetahui seluk beluk kita meskipun belum pernah bertemu sebelumnya.

Bisa saja dengan menganalisis bukan hanya gerak gerik atau segala tindakan kita, dari media sosial pun kita bisa dianalisis dengan formula tertentu , maka segala karakter kita bisa diketahui berdasarkan apa saja yang kita posting di medsos baik perkataan , foto dan sebagainya. Dan untuk mengetahui hasilnya pun cukup hitungan detik saja.

Inilah hebatnya teknologi , dengan membuat aplikasi pengolah data tertentu, maka segala prediksi , emosi dan karakter kita bisa dianalisis dalam waktu singkat.

Meskipun terlihat sepele atau seperti permainan tapi sebenarnya beberapa aplikasi yang beredar saat ini merupakan teknologi pengolah data yang mutakhir.

Contohnya seperti yang iseng saya coba  ini, ternyata bisa menganalisis secara cepat untuk menghitung dan  menampilkan dalam bentuk grafik tertentu, terkat postingan saya di media sosial , bisa dilacak tentang kata kata yang terbanyak yang pernah saya gunakan , atau berbagai pandangan hidup saya ataupun karakter saya yang mungkin tak saya sadari.

kata

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Kecanduan Money Game

Judi mengalami evolusi sesuai dengan perkembangan zaman . Namun umumnya ada 3 faktor yang tetap menjadi cirinya yaitu ada bandar, ada uang taruhan dan ada peserta. Ketika dulu judi berupa permainan ketangkasan yang mengandalkan otot baik otot manusia maupun otot hewan ( sabung ayam contoh nya) lalu perlahan beralih ke ketangkasan otak atau pikiran . Dan terus berevolusi hingga ke bentuk paling modern saat ini yang mengandalkan teknologi seperti money game. Tapi secara umum baik tradisional maupun modern efek judi atau permanan uang ini sama sama berdampak buruk bagi psikologis dan ekonomi pelakunya.

Saya sekitar sepuluh tahun lalu pernah diajak teman yang dikenal lewat jejaring sosial , dia seorang pekerja migran di luar negeri yang rupanya cukup lama berkecimpung di dunia money game ini. Saya beberapa kali dibujuk agar ikut berpartisipasi istilahnya ke dalam jaringan permainan ini, kata dia prospeknya sangat baik karena terbukti bisa bertahan dalam tiga tahun ini, katanya. Itu berbeda dengan sistem lain yang hanya bertahan setahun.  Tapi saya selalu menolak dan sebaliknya justru saya menasehati agar dia berhenti dari dunia permaninan  seperti itu karena menurut prediksi saya tidak bisa menjamin sebagai bentuk usaha atau investasi di jangka panjang.

Dan bulan pun berganti, waktu terus berjalan , sekitar setahun kemudian sistem  jejaring permainan ini pun kolaps . Teman saya termasuk yang kurang beruntung, ntah berapa juta uang dia yang hilang akibat permaninan ini, dia tidak pernah mau bercerita kepada saya. Ketika saya bertanya lebih jauh dia hanya berkomentar sedikit, bahwa saya beruntung tidak ikut permaninan moneygame ini . Dan kabar terakhir sebelum saya los kontak dia ternyata bergabung dengan maoneygame baru yang ganti nama dari beberapa oknum lama. Saya berkesimpulan bahwa money game ini ternyata bisa berefek pada kecanduan .

Cerita tentang money game tentunya bukan teman saya yang menjadi korban tapi banyak orang lainnya yang tegiur iming -iming investasi yang menghasilkan untung besar dalam waktu singkat. Namun mereka lupa terkait  wajar tidaknya proses keuntungan ini berjalan dan didapatkan. Biasanya keuntungan mencapai 30 persen biasanya langsung didapatkan dalam bulan berikutnya. Lalu proses pertama ini ternyata sebagai pemicu atau pancingan untuk menanamkan modal lebih besar, jual ini itu atau hutang ini itu lalu diinvestasikan yang ternyata  hasilnya zonk alias nihil. Karena keuntungan berupa uang yang dijanjikan tidak kunjung datang dan tanpa kabar , modal tak kembali dan bandarnya kabur.

 Ini hanya penjelasan sederhana terkait money game yang tak lan adalah investasi abal abal yang sayangnya masih banyak orang yang belum menyadarinya karena  ada saja korban baru dalam bentuk nama yang baru dan serba baru alias berubah wajah tapi secara ciri sebenarnya tak beda dengan ciri perjudian tradisional.  Tapi yang namanya bandar atau istilah kerennya “sistem ” itu pasti yang selalu untung sedangkan peserta ada yang untung ada yang buntung terutama para  newbi atau pendatang baru di saat sistem sudah akan mencapai klimaksnya.

Dan sayangnya di berbagai medsos atau ruang lain mereka selalu mempropagandakan dengan wajah yang selalu tampil baru dan menjaring calon korban . Tak tanggung-tanggung dengan menggandeng iklan besar-besar bak di media maupun di pusat perbelanjaan. Dan yang namanya bandar ini selalu orang pintar baik berdebat maupun berkelit .

Untuk itu sangat penting bagi kita ada baiknya  pelajari semua tawaran investasi dan berkonsultasi dengan pihak yang berwenang seperti Otoritas Jasa keuangan  (OJK) agar tidak terjebak moneygame ini.

 

 

 

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Inilah Jalanku

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi
Kota Baru Purwokerto
Ikuti saya di Twitter
Statistik Blog
  • 16,582 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Desember 2017
S S R K J S M
« Okt    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031