Ceritaku Tentang Mudik

Mudik adalah rutinitas tahunan yang selalu berulang setiap tahun, berupa pulangnya masyarakat urban ke kampung halaman atau daerah asal dari tempat tinggal mereka selama bekerja di kota atau daerah lain. Mudik menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah, dan memerlukan penanganan khusus mulai dari  pengaturan harga tiket angkutan, peningkatan keamanan, pemantauan aruslalu lintas dan sebagainya. Dan tak jarang setiap tahun selalu muncul masalah apakah itu kecelakaan , kriminal atau kekacauan .

Nah berbicara tentang mudik, saya punya cerita sendiri. Berawal dari beberapa tahun lampau ketika saya masih bersekolah di sekolah dasar, saya memiliki hobi nongkrong di pinggir jalan di kawasan pemancangan, suatu tempat yang ditandai berupa jalur irigasi  dari kali tajum dari desa Tinggarjaya Gerduren dan jembatan yang melintasi kali Tajum kawasan ini dikenal dengan nama pemancangan. Nah di pinggir jalan ada sebuah pohon dengan karakter mirip beringin yaitu bergetah dan memiliki akar gantung, tapi daunnya tidak mirip beringin karena berdaun lebar. Dulu saya sangat suka duduk dirantingnya yang rindang karena sangat sejuk sambil menunggu waktu berbuka puasa. Suasana lebih mengasyikan ketika menjelang lebaran atau minggu akhir bulan puasa karena saya biasa menyaksikan banyaknya mobil yang lewat, yang belakangan ini muncul fenomena telolet mungkin berawal dari kebiasaan seperti ini, yaitu terpukau dan menikmati pemandangan berupa padatnya lalu lintas kendaraan,  inilah enaknya tinggal di daerah yang merupakan jalur lintas.

Ingatan lain lagi, bahwa jika menjelang lebaran suasana desa mendadak ramai berbeda dengan biasanya. Karena desa yang tadinya sepi, dengan kedatangan para penduduk yang bekerja di luar kota terutama Njakartaan itu membuat suasan desa menjadi hangat. Para perantau berkumpul dengan teman temannya, reuni antar sesama angaktan sekolah tertentu, kebiasaan menaghabiskan waktu bersama dengan teman lama dengan mancing bersama serta aktivititas lain yang tak mungkin di dapat di kota. Kebersamaan yang begitu terasa.

Bagi saya sendiri ,  ada kegembiraan saat itu ketika ada tetangga yang berbaik hati berbai rejeki, membawa oleh -oleh meskipun bukan keluarga tapi hanya tetangga, itu luar biasa, saya jadi teharu, saya masih ingat tetangga saya saat memberi sebuah kardus berisi berbagai macam barang seperti rinso, coklat, hingga mie instan saya.

Ketika saya pindah tempat tinggal ke pulau Sumatera , selama beberapa tahun sekitar 15 tahun, saya jadi teringat suasanan seperti ini. Tentu saja auranya sangat berbeda. Yang saya lihat hanya berita di TV . Lalu ketika saya pindah ke Cilacap, akhirnya saya benar -benar ikut serta dalam kesibukan mudik. Meskipun tak seheboh mudiknya orang perantau ke Jakarta. Perjalanan saya hanya sekitar sejam saja. Tentu euforia terbawa suasana mudik sangat terasa karena di ruas jalan tertentu ikut berdesakan dengan banyaknya kendaraan yang berbeda dengan biasanya.

Yang saya rasakan adalah adanya rasa gembira ketika dalam perjalanan , meskipun lelah tapi terbayang keluarga di rumah itu adalah sesuatu yang sulit digambarkan. Perjalanan yang melelahkan dinikmati dengan perasaan antusias maka rasa cape pun tak terasa apalagi jika sudah sampai ke depan rumah. Memang mudik saya tak seheboh orang orang yang butuh waktu perjalanan belasan jam atau seharian perjalanan atau lebih, tapi saya juga bisa merasakan kegembiraan itu.

Nah pesan saya untuk teman teman yang sedang sibuk mudik, jika anda menggunakan kendaraan pribadi baik motor atau mobil, berkendaralah secara tertib jangan ngebut, lebih baik lambat asal selamat karena keluarga kalian menunggu di rumah. Selamat menikmati mudik.

 

Ditulis dalam Pengalaman

Metode Tusuk Jarum Sebagai Pengobatan Stroke

Karena info ini menurut saya bermanfaat maka saya sebarkan agar banyak yang tahu, Saya juga pernah melihat pengobatan dengan metode tusuk jarum ini jadi memang benar bukan hanya cerita tanpa realita. copas dari fb Mamah Chilla

Info PENTING ni bunda…
Pertolongan Pertama Pada STROKE
orang yg kena STROKE mendadak (jatuh dr WC dsB), pembuluh darah ke otak akan pecah sedikit demi sedikit. Ingat,untuk mengatasi hal ini janganlah gugup/panik. Jika korban berada di tempat kejadian seperti dikamar mandi/ruang tidur/ruang tamu dll. JANGAN dipindah2kan ke tempat lain, karena akan percepat pecahnya pembuluh darah, dan janganlah sampai dy terjatuh lg. Caranya adl dengan mengeluarkan darah korban dgn menggunakan jarum yg telah dibakar/disteril yg kemudian ditusukkan ke ujung setiap jari masing2 sampai darahnya keluar± 1-2 tetes. Kalau darahnya tidak keluar dapat diurut sampai keluar, sesudah itu korban akan sadar setelah beberapa menit kemudian. Jika korban mulutnya miring, tariklah kedua daun telingany sampai merah dan langsung tusuk bagian bawah daun telinga dg jarum steril sampai darah keluar ± 1-2 tetes. Setelah korban sadar dan mulutnya sudah pulih kembali, barulah dibawa ke dokter/RS.
Biasanya orang yg terkena STROKE pembuluh darahnya akan lebih cepat pecah karena goncangan dalam perjalanan ke RS/dokter. Orang tsb dapat tidak sadar kembali/pingsan dan biasanya akan cacat/lumpuh. (Kita harus ingat MENGELUARKAN DARAH dari jari orang yg terkena STROKE, maka kita sudah bisa menolong orang tsb dari penyakit STROKE).Share ini boleh diteruskan. Maka Tak terhinggalah jasa pahala anda, indah berbagi teman, saudara , jgn berhenti ∂ï anda okeh.

Silahkan share & bagikan ke temen-temen ya sist, biar semakin banyak yang tahu dan tulisan ini menjadi lebih banyak bermanfaat serta berikan komentarnya.

 

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi, kesehatan

Belajar Kepada Perangko Agar Tetap Eksis

img_20170620_083525.jpgimg_20170619_125413.jpg

img_20170620_084529.jpg

Pernahkah Anda berkirim surat dengan perangko? Jika termasuk generasi sebelum 2000-an tentu kita temasuk generasi yang mengalami masa jayanya perangko. Dulu kegiatan filateli bahkan termasuk salah satu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah menengah.  Saya pertama kali mengirim surat dengan perangko justru ke luar negeri yaitu ke Radio Singapura Internasional dengan perangko 2000 rupiah. Hanya iseng saja sebenarnya tapi ternyata mendapat balasan sayangnya saya tidak mendengar saat surat saya di baca. setelah itu saya berkirim sekali lagi dan mendapat balasan surat juga. Balasan surat yang pertama ada beberapa buletin , sebuah buku pelajaran bahasa Inggris, dan beberapa artikel tentang tips membuat email dan cara akses internet. saat itu internet belum popular di Indonesia . Nah Radio Singapura Internasional lah yang termasuk gencar agar orang Indonesia melek internet karena banyak sekali informasi didapat secara realtime dan cepat. Tapi sayang ibarat senjata makan tuan, kegigihan Radio RSI seksi Indonesia justru tutup setelah internet menjadi bagian dari kehidupan sehari hari di sini. Dengan alasan siaran radio SW atau Short wave tidak lagi aktual dan kompatible sebagai sarana penyebar informasi karena peran itu telah tergantikan oleh internet.

Nah berbeda dengan cerita Radio RSI , Kantor POS punya cerita berbeda bahwa berkembangnya teknologi tak membuat bisnisya berhenti tapi justeru merangkul potensi yang dimiliki intenet ini seperti memperluas pelayanan di bidang pembayaran dan sebagainya. Bagimana dengan Perangko ? Nah sebenarnya tulisan saya ini mau membahas perangko sebagai topik utama .

Perangko adalah sebuah alat pos yang berfungsi sebagai sarana pengiriman surat yang ditandai dengan nilai harga, tahun terbit  yang tercantum dalam edisi cetakan dan mengandung tema tertentu biasanya tekait hari besar nasional atau peristiwa besar yang terjadi atau suatu promosi tentang program pemerintah.

Pada masa jaya dunia pengiriman surat dengan pos tentu saja perangko menjadi kebutuhan pokok dalam mengirim surat kecuali yang menggunakan sistem paket . Nah seiring perekmbangan zaman memang dunia filateli ini sudah mati suri tapi bukan berarti tanpa perkembangan. Ternyata  dunia saiber seperti medsos atau dunia selular seperti sms tak sepenuhnya membuat peran perangko habis. Ternyata masih ada celah bagaimana perangko bisa bertahan . Salah satunya adalah sifat fisik dari perangko itu sendiri yang memiliki sifat yang tidak bisa ditiru internet atau media lain, dan dalam aktivitas dunia perkantoran terutama terkait komunikasi dengan instansi lain, berkirim surat secara langsung dengan perangko tetap terpelihara sampai saat ini, dan inilah yang saya maksud salah satu celah itu, celah dimana perangko bisa bertahan meski tak merupakan bagian dari hobi masyarakat lagi.

Dan lebih jauh dari sekedar berkirim surat, peran perangko masih diperhitungkan terutama jika pada hari besar tertentu hampir semua instansi pemerintah memiliki tradisi berkirim kartu ucapan lebaran dan sebagainya itu juga peluang lain yang tak bisa tergantikan oleh internet, meskipun tampilan grafis WA atau FB mungkin lebih menarik tetapi secara pesan dan kesan pasti menerima kartu ucapan dalam selembar kertas yang dikirim akan lebih bermakna, Anda percaya ?

Tapi sayangnya perangko juga ikut tumbuh seperti barang lain dari segi harga, dalam setiap tahunnya harga selalu naik, saat ini yang tebaru keluaran bulan Juni 2017 cetakan perangko terbaru seharga 3.500 rupiah. Mungkin pegawai POS juga butuh kenaikan kesejahteraan salah satunya melalui naiknya harga perangko.

Nah kata-kata  akhir dari tulisan ini, Marilah kita belajar kepada perangko, bagaimana ia bisa bertahan melewati batas masa kejayaan dan kepopulerannya , rintangan apapun yang tejadi akibat gelombang perubahan zaman, ia tetap bisa bertahan dengan bentuk dan wajah aslinya dengan ciri sama seperti awal mula ia ditemukan , ia bisa bertahan hingga saat ini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H salam dari Sitoneizer

 

 

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Pembangunan Pasar Jatilawang

Tahun ini Pasar Jatilawang direncanakan akan dilakukan pembangunan tahap 3, setelah sebelumnya pembangunan tahap 1 dan 2 dan diresmikan oleh Bupati Banyumas tapi ada sedikit penyelesaian untuk segera dikerjakan karena pembangunan belum sepenuh tuntas seperti renovasi  pasar terutama di sisi barat dan kemungkinan pembongkaran kios lama di sisi selatan.

Data yang saya peroleh dari LPSE Kabupaten Banyumas bahwa tahun 2017  dianggarkan senilai Rp 2.2 miliar.

Sedangkan pembangunan tahap 1 dan 2 masing masing sekitar 4 miliar sehingga anggaran yang sudah dikeluarkan selama dua tahun terakhir sekitar 8 miliar, pembangunan tahap 1 berupa gedung sisi timur dan pembangunan tahap 2 berupa gedung sisi barat , tentu saja ini tidak bisa dibandingkan dengan pembangunan pasar manis Purwokerto yang mana untuk tahap 1 saja sudah dapat anggaran 10 miliar.

Namun ini tetap menjadi sebuah kemajuan bagi kecamatan kecamatan di luar kota Purwokerto yang membutuhkan prasarana ekonomi salah satunya pasar tradisional yang lebih memadai.

Berikut ini hasil pantauan saya setelah pasar Jatilawang ini diresmikan oleh Bupati Banyumas.

img_20170617_112349.jpgimg_20170617_114543.jpgimg_20170617_115720_1.jpgimg_20170617_114543_1.jpgimg_20170617_115732_1.jpgimg_20170617_115720.jpgimg_20170617_115732.jpgimg_20170617_114021.jpg

Ditulis dalam Info Banyumas

Selera Humor Salah Tempat 

Selera humor memang antara orang satu dengan lainnya tidak sama,  tapi ada batas batas tertentu terkait etis tidaknya. Ada suatu kejadian yang menurut sebagian orang lucu tapi jika dipikir secara lebih dalam sebenarnya  menyinggung atau merugikan orang lain.

Dalam beberapa tahun ini sudah berapa banyak acara di TV swasta yang kena tegur KPI karena masalah seperti ini,  menjadikan perolokan atau kekurangan orang lain sebagai bahan humor dan lawak. Secara etika ini sebuah pelanggaran terhadap norma sosial.

Nah saya sengaja mengutip sebuah cerita seseorang yang dia anggap lucu. Begini kurang lebih ceritanya. “Saudara-saudara ,  saya akan bercerita bisa jadi lucu bisa jadi aneh. Saya dan keluarga kurang lebih 8 orang buka bersama di rumah makan seafood di sidareja. Dengan bawaan begitu berat  begitu sampai di rumah makan. Kami memesan gurame bakar 1,9 kg,  es jeruk 1,jamur krispi 1 porsi. Sudah itu sama. Pelayan rumah makan heran. Begitu pesanan sampai kami bongkar bongkar tas dan kardus ketika dibuka isinya berupa bawaan nasi putih sayur olahan kangkung dan air putih. Tertawa tawa ,pelayan terlihat tidak senang tapi cuek aja,  yang penting ingin buka bersama tapi hemat dan habis hanya, 120 ribu rupiah makan sepuasnya. Dan ingat kucing peliharaan di rumah belum dikasih makan,  lalu diri ikan dibungkus dibawa pulang,  sayang jika terbuang. “

Apakah ini kisah nyata atau bukan. Telah memancing reaksi negatifnya pembaca sebagian besar pembaca. Belum ada Klarifikasi. Tapi andai benar begitu kejadian nya itu tanda tanda telah hilang budaya malu dan rikuh yang sudah menjadi ciri budaya bangsa yang kian memudar. Menganggap tindakan menghibur tapi tidak pada tempat nya karena membuat pihak lain rugi atau tersinggung. Jelas bukan tindakan bijaksana.

 

Ditulis dalam Sosial

Relokasi PKL Purwokerto

Shelter Kebondalem / Pasar Sarimulyo

wp-1495780221770.jpeg

Shelter GOR Satria

img-20170608-wa0014.jpg

Shelter Situmpur

img-20170608-wa0015.jpg

Dalam konsep membangun baik itu fasilitas pasar modern maupun pasar tradisional sama pentingnya untuk menciptakan kota yang tertib dan nyaman , jika banyak mall atau pasar modern tapi disisi lain pasar tradisional tidak diperhatikan atau dibiarkan kumuh maka pembangunan suatu kota atau daerah tidak bisa dikatakan sukses, karena kekurangan salah satu dari keduanya akan mempengaruhi wajah kota. Butuh sinergi kedua pasar ini untuk menciptakan perekonomian yang kuat.
Terkait pengembangan pasar tradisional, shelte PKL adalah salah satu solusi yang dicoba untuk di terapakan oleh Pemkab Banyumas, karena keberadaan PKL juga mempengaruhi ketertiban tapi di saat yang sama itu adalah salah satu unit penggerak ekonomi rakyat yang juga harus diperhatikan dan diperlakukan secara adil.
Dalam beberapa tahun ini ada beberapa program yang sudah berhasil yaitu Shelter Peksi Bacingah di JL Kongsen sekrang dikembangan menjadi pasar karena pertumbuhan yang positif dan sedang dalam pembangunan tahap kedua atau ketiga. Program lain adalah pembangunan shelter kebondalem, GOR Satria dan Situmpur . Jangan terlalu bangga dengan banyaknya mall kalau pasar tradisional tidak diperhatikan, segment ekonomi masyarakat itu sudah terbai dan masing masing punya konsumen sendiri.

Sumber foto kiriman  Syeh Udin

 

Ditulis dalam Info Banyumas

Purwokerto City Holiday

Mari Berkunjung dan Berwisata ke Kabupaten Banyumas, Keramahtamahan warganya, eksotisme alamnya , kelezatan  kulinernya, Dan banyak lagi pengalaman yang tak terlupakan lainnya.

 

Foto credit to owner

img-20170613-wa0021.jpgimg-20170613-wa0018.jpgimg-20170613-wa0017.jpgimg-20170613-wa0015.jpgimg-20170613-wa0016.jpgimg-20170613-wa0013.jpgimg-20170613-wa0020.jpgimg-20170613-wa0019.jpgimg-20170613-wa0022.jpgimg-20170613-wa0014.jpg

Ditulis dalam Info Banyumas

Pemandangan Alam Pekodokan Desa Wlahar Wangon

Dokumentasi pak Basuki

img-20170611-wa0006.jpgimg-20170611-wa0005.jpgimg-20170608-wa0018.jpg

Foto Kiriman Umiyati

fb_img_1497447996415.jpgfb_img_1497447980791.jpgfb_img_1497447962701.jpgimg-20170611-wa0006.jpg

Pekodokan adalah sebuah kampung di desa Wlahar Kecamatan Wangon, sebuah desa yang berada di sisi utara di kecamatan Wangon dan berbatasan dengan 2 kecamatan lain yaitu Purwojati dan Ajibarang. memiliki pemandangan yang masih asri terutama hutan pinusnya . Jika Pemerintah Desa atau Kecamatan serius mengelola daerah ini menjadi tujuan wisata maka itu tidak mustahil, karena wisata seyogyanya adalah tempat rekreasi untuk melepas penat dan lelah dan menghibur diri , dan wisata alam tidak dibatasi harus memiliki gua atau air terjun, Kelola lah alam apa adanya dengan tambahan fasilitas rest area dan kuliner, budaya desa atau kesenian, hasil pertanian apa saja, kerajinan rakyat apa saja, jika dikemas menjadi satu maka itu bisa menjadi daya tarik wisata.

 

Ditulis dalam Info Banyumas

Jika Anak Sekolah Terlalu Dini

(Elly Risman, S. Psi)

1. Keyakinan umum…
* Otak anak usia dini seperti spons, artinya ini masa yg tepat untuk ditanamkan ilmu, agar anak tumbuh cerdas
* Semakin dini disekolahkan, otak anak semakin berkembang.

2. Sehingga…
Ada ortu yg menyekolahkan sedini mungkin, bahkan ada yg masuk prasekolah diusia 1,5-2 tahun.

3. Mari kita bercermin…
* Apakah kita begitu meyakini bahwa anak harus segera pintar agar siap menghadapi persaingan zaman?
* Apakah kita disiapkan mjd orang tua?
* Apakah memiliki bekal yang cukup dlm mengasuh?
* Bagaimana innerchild diri kita?

4. Betapa kita disiapkan untuk menjadi ahli namun tdk disiapkan jadi orangtua, shg tidak punya kesabaran & endurance utk jadi ortu.

5. Ilmu yg kita miliki untuk mengasuh pun serba tanggung.
Ilmu yg setengah-tengah, berujung pada false belief (keyakinan yg salah).
Sayangnya false belief ini dpt berubah menjadi societal false belief (keyakinan yg salah pd sekelompok orang).
Jika ortu tdk memiliki kemampuan berpikir (thinking skill) yg baik, false belief akibat ilmu yg serba tanggung itu jd pembenaran bersama atas keputusan kita yg keliru.

6. Pintar ada waktunya!
Karena yg berkembang adalah pusat perasaan, anak usia dini hrs jadi anak yg bahagia, bukan jd anak yg pintar!

7. Kita berpikir…
“Kan di sekolah belajarnya sambil bermain”
“Kan anak perlu belajar sosialisasi”
“Kan anak jd belajar berbagi & bermain bersama”
Padahal…
* Anak usia dini belum perlu belajar sosialisasi dg beragam orang
* Saat anak diusia dini, otak anak yg paling pesat berkembang adl pusat perasaannya, bukan pusat berpikirnya.

8. Di sekolah, kegiatan anak hanya bermain kok!
Taukah ayah bunda, permainan terbaik adalah tubuh ayah ibunya! Bermain dg ayah ibu jga menciptakan kelekatan. Misal: bermain peran, bermain pura-pura, muka jelek, petak umpet.

9. Di sekolah, mainan lebih lengkap.
Permainan paling kreatif adalah bermain tanpa mainan. Jangan batasi kreatifitas anak dg permainan yg siap pakai.
Contoh: karpet jadi mobil, panci jadi topi.

10. Di sekolah, anak belajar bersosialisasi & berbagi.
Anak <5 th blm saatnya belajar sosialisasi. Ia blm bisa bermain bersama. Mereka baru bisa bermain bersama-sama.
Bermain bersama-sama= bermain diwaktu & tempat yg sama namun tdk berbagi mainan yg sama (menggunakan mainan masing2)
Bermain bersama= bermain permainan yg membutuhkan berbagi mainan yg sama.

11. Di sekolah, anak belajar patuh pada aturan & mengikuti instruksi.
Aturan & instruksi perlu diterapkan setahap demi setahap. Jika di rumah ada aturan, di sekolah ada aturan, berapa banyak aturan yg harus anak ikuti? Apa yg dirasakan anak?
Analogi: Seorang anak <5 thn yg sangat berbakat dlm memasak, dimasukkan ke sekolah memasak. Di sekolah itu, dia diajari berbagai aturan memasak yg banyak, dilatih oleh beberapa instruktur sekaligus. Yg dirasakan anak: pusing!

12. Memasukkan sekolah anak terlalu dini, sama seperti menyemai benih kanker.
Kita tidak tahu kapan kanker akan muncul & dlm jenis apa.
Otaknya belum siap. Kita tidak pernah tahu kapan ia kehilangan motivasi belajar.
Semakin muda kita sekolahkan anak, semakin cepat pula ia mengalami BLAST (Bored Lonely Afraid-Angry Stress Tired).
anak yg mengalami BLAST, lebih rentan mjd pelaku & korban bullying, pornografi & kejahatan seksual.

13. Jika si adik ingin ikut kakaknya sekolah…
Sekolah itu bukan karena ikut-ikutan. Anak harus masuk masa teachable moment, krn memang ada anak yg mampu sekolah lebih cepat dr ketentuan umum yg berlaku. Ortu harus mampu mengendalikan keinginan anak. Kendali ada ditangan ortu, krn otak anak belum sempurna bersambungan.

14. Ciri anak memasuki masa teachable moment.
* Menunjukkan minat utk sekolah
* Minat tersebut bersifat menetap
* Jika kita beri kesempatan untuk bersekolah, ia menunjukkan kemampuannya.

15. Kapan sebaiknya anak masuk sekolah?
* TK A → usia 5 th
* TK B → usia 6 th
* SD → usia 7 th
Dibawah usia 5 th, anak tdk perlu bersekolah.

Kebutuhan anak 0-8 tahun adalah bermain & terbentuknya kelekatan.
Jangan kau cabut anak2 dari dunianya terlalu cepat, krn kau akan mendapatkan orang dewasa yg kekanakan. -Prof. Neil Postman, The Disappearance Childhood-

Sumber: Yayasan Kita & Buah Hati

*Copas dari grup PU* fb Rizky Vickyan Kusuma

 

Ditulis dalam Keluarga, Pendidikan

Perdebatan Tentang Angka 6 dan 9

Pernahkah Anda melihat  dua orang yang berada di posisi berbeda berdebat tentang sebuah angka . Beginilah kira kira

fb_img_1496852355179.jpg

salah satu di antara mereka menyatakan yang benar angka 6 sedangkan disisi lain menganggap yang benar angka sembilan. Jika mau objektif dapat diambil kesimpulan bahwa semuanya benar. Tentu saja benar sesuai posisinya darimana angka itu dilihat.

Kita tidak bisa menyalahkan orang lain hanya karena kita merasa pendapat kita benar . Tapi kita juga harus menerima kemungkinan kebenaran pendapat orang lain yang benar dari sisi orang tersebut . karena kebenaran dinilai bukan hanya dari satu sisi . Kebenaran dalam contoh kasus ini adalah relatif tegantung dari sudut pandangnya dan posisinya maka akan menjadi masalah jika karena memperdebatkan benar salah mengakibatkan perselisihan atau permusuhan , kalo itu terjadi bisa mencemari nilai kebenaran yang diperdebatkan. Perselisihan dalam kasus ini hanya membuang waktu dan energi , akan lebih baik kita menerima pendapat orang lain dari sisi yang lain .

Dalam kehidupan kita, banyak sekali contoh kasus seperti ini. Salah satu yang saya contohkan adalah hutang. Apakah hutang itu baik atau buruk, menguntungkan atau merugikan, menambah miskin atau menambah kekayaan itu tergantung dari sudut pandang dan posisi orang yang menilai. Misalnya jika orang yang berhutang itu punya usaha, bisa memutar dan mengembangkan uang maka ia akan berpendapat bahwa hutang itu baik,  menambah kekayaan dan menguntungkan. sebaliknya jika orang tidak bisa memutar uang maka ia akan berpendapat bahwa hutang itu merugikan karena hanya akan mengakibatkan dikejar kejar tagihan hutang. Kedua pendapat itu sama benarnya tergantung sudut pandang dan posisinya. Dan tentu saja banyak sekali contoh lain dalam dunia kehidupan kita dan sayangnya sebaian besar menimbulkan perdebatan dan permusuhan hanya karena berbeda pendapat. Mari Kita bersikap bijaksana.

 

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi
Statistik Blog
  • 5,438 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Juni 2017
S S R K J S M
« Mei    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930