Curhat Paling Aman

Pernahkah kalian curhat ? Hampir semua orang pasti pernah curhat , kecuali sedikit orang yang berkepribadian introvert yang lebih memilih memendam perasaan sendiri. Dulu kita memiliki anggapan umum bahwa memendam permsalahan sendiri dianggap negatif karena bisa menyebabkan kasus tertentu baik yang merugikan diri pelaku maupun orang lain disekitarnya. Tapi itu dulu mungkin saat dunia maya belum terlalu masif mempengaruhi kehidupan kita sehingga rasa kegotongroyongan dan persahabatan masih kental dan bisa diandalkan. Tapi sekarang zaman sudah berubah. Lihat saja masing masing orang suka sekedar pamer makanan yang dia makan itu baru contoh paling sederhana , bukankah kita tidak boleh memamerkan sesuatu semisal buah buahan epada tetangga kecuali kita membaginya juga dengan mereka alias tidak dihabisi makan sendirian. Fenomena medsos jauh dari nilai-nilai ini. Sekarang Egoisme sudah mengikis nilai kemanusian secara perlahan.

Persoalan yang lebih serius ya antara lain tentang curhat ini. Jaman sekarang cuma curhat sepatah dua patah kalimatpun bisa dengan mudah tersebar ke mana -mana. Itu salah satu resiko yang harus kita tanggung terutama jika curhat melalui media tulisan .

Curhat pada dasarnya kita sedang mengundi keberuntungan ibarat dua sisi mata uang yaitu bisa berefek positif bisa juga negatif. Jika dilakukan dengan orang atau pihak yang tepat itu tak masalah tapi jika salah orang itu bisa jadi bomerang , pesan -pesan bisa direpost retweet discreenshoot dan sebagainya dimanipulasi menjadi bahan gosip atau fitnah.

Memang salah satu dampak positifnya bisa menjaring masukan masukan positif yang bisa membangun, pada saat yang sama bisa membuat seolah beban kita berkurang seperti kata para psikolog . Tapi itu semua kembali kepada diri kita apakah menerima masukan atau tidak karena tidak semua masukan itu baik untuk kita. Meskipun kata orang lain baik belum tentu baik untuk ukuran diri kita. Karena bisa jadi semakin banyak bertanya pendapat orang jawaban yang kita dapatkan ya makin banyak.

Nah solusinya bagaimana ? Menurut saya ada dua cara paling aman. yaitu Diary dan Doa. Siapkan kertas atau buku lalu tulislah sesukamu apa saja persoalan dan kepahitan yang terjadi. Jika mau menangis menangislah tanpa diketahui orang lain. Lalu berwudhu , lakukanlah solat dan sebagainya. Sekaranglah waktu yang tepat segala keluh kesah diutarakan hanya kepada Allah dan berdoa semoga mendapat bimbingan dan arahan agar bisa melalui segala masalah dengan baik.

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Bukan sekedar menerapkan Aturan,  Pahami kondisi psikis Dan Sosial secara mendalam 

​copas  dari fb Luthfi H

Renunganku :

Sudah 1 bulan ini menjalani 5 hari kerja, walau sejatinya tak ada batasan hari untuk bekerja, tapi begitulah bunyi aturan yg coba di terapkan secara administrasi memang 5 hari kerja, terkadang berpikir apa yg ingin di capai dari ide-ide ini, bahwa akan lebih banyak waktu untuk anak n keluarga…ku coba untuk evaluasi waktuku sekarang, tiap hari sampai rumah selalu 5 menit menjelang maghrib, sdh setumpuk pekerjaan rumah menunggu ku, belum selesai pekerjaan ku, adzan maghrib berkumandang,selepas maghrib harus temani jagoanku mengaji, belajar, jg mendengar curhat nya…belum kelar, adzan isya berkumadang, break sesaat untuk sholat masih lanjutkan dg jagoanku, belum tuntas curhatnya tahu-tahu sdh pukul 21.00, waktunya pangeranku tidur…seperti biasa aku jg ikut tertidur membawa pr pekerjaan rumah yg belum kelar dlm mimpiku…terbangun pukul 02.00, masih melihat tumpukan pekerjaan rumah, kerjakan semua…tiba-tiba alarm berbunyi pukul 5.30, stop kerjaan walau belum kelar..pr lagi…star ke sekolah bersama pangeranku, sarapan pun harus dia lakukan di mobil…demi profesionalisme…jam 7-16.00 aku abdikan diriku (iya ini pilihanku), tapi dulu hanya dr jam 7-14.30, selebihnya  sambil nunggu pangeranku pulang sekolah aku bisa rilex sesaat,begitu terus 1 bulan ini, sabtu-minggu benarkah efektif untuk keluarga, wah ternyata tidak jg, pangeranku sudah punya komunitas sendiri yg hanya bisa dia jumpai di hari minggu saja (krn sabtu dia ekskul), ini dulu yg di gadang gadang kalu 5 hari kerja sabtu minggu untuk keluarga, tapi aku belum merasakan nya, justru waktuku makin sempit, kalu dulu ba’da maghrib aku bisa punya banyak kesempatan untuk menemani pangeranku, untuk me time, kalu dulu jam 2 pagi ketika aku terbangun aku punya kesempatan untuk pengembangn diriku, karena ada buku yg bisa aku baca, dan buka laptop,  sekarang semua kesempatan itu hilang…habis ritual 1/3 malam, waktu terasa cepat berjalan….
Kawan FB yg baik….adakah ini juga kau rasakan, atau karena aku gagal memanajemen waktuku ??
Dimana kah letak kegagalanku?
tak terbayang bagaimana rasanya buat kawan-kawan FB yg hari sabtu minggu nya mesti harus masuk lagi.
aku lebih merasa nyaman dg 6 hari kerja, dimana selepas kerja, aku masih punya banyak waktu sambil menunggu pangeranku pulang dari sekolah, sehingga kutemui pangeranku dg segudang curhatannya, aku sudah bisa senyum, karena tdk datang menemuinya dlm lelah.

#akurindu

#dengakuygdulu

Ditulis dalam Keluarga, Pendidikan

Kepahitan Hidup 

Ketika segenggam garam dimasukkan ke dalam gelas,  maka air di dalam gelas akan terasa asin. Tapi jika segenggam garam sejumlah yang sama disebar ke danau maka rasa air tak akan terasa asin.

Kepahitan hidup ibarat segenggam garam. Ketika kita merasakan kepahitan hidup dan kegagalan, kita bisa terpuruk atau bangkit tergantung reaksi kita.  Reaksi kita bisa membuat masalah teratasi atau malah membuat masalah semakin rumit.

Reaksi kita tentu tentu tergantung wadah yang kita miliki,  yaitu hati dan pikiran kita. Oleh karena itu jangan  jadikan hati dan pikiran kita sekecil gelas tapi jadikan lah seluas danau. Terima lah Sebanyak banyaknya segala kesusahan dan Kepahitan hidup dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih.

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Doa Rihul Ahmar 

​*ANGIN DUDUK*

_c  o  p  a  s_
Pada satu ketika dimana Nabi Allah Sulaiman a.s duduk di singgahsananya,

Maka datang satu Angin yang cukup besar, maka bertanya Nabi Allah

Sulaiman siapakah engkau……?.
Maka dijawab oleh Angin tersebut : akulah Angin Rihul Ahmar dan aku bila memasuki rongga anak Adam, maka lumpuh, keluar darah dari rongga, dan apabila aku memasuki otak anak Adam, maka menjadi gilalah anak Adam …
Maka diperintahkan oleh Nabi Sulaiman a.s supaya membakar angin

tersebut,maka berkatalah Rihul Ahmar kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa:

Aku kekal sampai hari Kiamat tiba,tiada sesiapa yang dapat membinasakan Aku melainkan Allah SW T.

Lalu Rihul Ahmar pun menghilang.
Diriwayatkan cucu Nabi Muhammad SAW terkena Rihul Ahmar

sehingga keluar darah dari rongga hidungnya.
Maka datang Malaikat Jibril kepada Nabi SAW  dan bertanya Nabi kepada Jibril.
Maka menghilang sebentar,lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan do’a Rihul Ahmar kepada Nabi SAW kemudian

dibaca do’a tersebut kepada cucu nya dan dengan sekejap cucu Rasulullah sembuh serta merta.
Lalu bersabda Nabi SAW : Bahwa barang siapa membaca do’a stroke/do’a Rihul Ahmar…..walau sekali dalam seumur hidupnya, maka akan dijauhkan dari penyakit ANGIN AHMAR atau

STROKE.
Do’a menjauhkan terhindar dari angin ahmar dan penyakit kronik :
اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر
Allahumma inni a’uzubika minarrihil ahmar, waddamil aswad, waddail akbar….

Artinya :

Ya Allah Tuhanku lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat.

Panjangkanlah ke Group Keluarga, Sahabat kita yang tersayang…agar kita semua  terhindar dari STROKE senantiasa dalam balutan sehat dan sejahtera…..!

___

Ditulis dalam agama

Sinergi FDS dan Madin

Jika memang benar salah satu rencana FDS akan menguatkan madin dengan istilah lain disebut sinergi seharusnya instansi terkait  yaitu Kemendikbud dan jajarannya lebih mensosialisasikan lagi karena barang kali banyak kepala sekolah atau kepala dinas yang belum sepenuhnya paham. Karena justeru mereka ujung tombak penerapan aturan ini. Dan seharusya tidak ada lagi berita madin tutup karena santrinya mengundurkan diri.

Jika berita ini benar maka bisa mencari solusi. Saya menelusuri beberapa sumber dan menemukan beberapa point berikut ini.

intinya ada dua point utama yang saya tangkap :
1. Apa yang akan dilakukan para guru, seusai jam pelajaran di sekolah agar dapat memenuhi kerja 8 jam per hari? Guru mengelola Pendidikan Karakter! Caranya dapat bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Misalnya, bagi para siswa yang Muslim, guru akan memfasilitasi agar siswa dapat mengikuti pendidikan keagamaan di MADRASAH DINIYAH (Madin) setempat pada sore hari.

2 keputusan Rapat Kabinet untuk meningkatkan jam kerja para guru yang juga Aparat Sipil Negara supaya setara dengan jam kerja ASN lain, yaitu 40 JAM KERJA SEPEKAN. guru wajib 8 jam di sekolah.

Kesimpulannya yang harus berada di sekolah selama 8 jam adalah guru bukan siswanya . Di sini celah solusinya. Ini yg perlu dijelaskan lagi prakteknya bagaimana guru di sekolah supaya jam mengajar tercukupi pada saat yang sama jam 14 siswa boleh pulang untuk lanjut kegiatan lain , temasuk santri madin di sini kerjasama antara guru dengan madin.

Saya berharap masalah bisa diselesaikan , kemedikbud lebih giat lagi sosialisasi baik ke instansi di bawahnya agar penerapannya sesuai maupun ke masyarakat luas memahami duduk persoalan sebenarnya.

Ditulis dalam Pendidikan

Hoax Penolakan Full Days School Dengan Ancaman

Kita tetap santun meski beda pendapat , perkataan kita adalah perkataan yang terukur  tidak ada unsur kebencian sama sekali  . Saya sangat menyayangkan sebagian besar orang terpukau yang namanya viral tanpa tahu kejadian sesungguhnya. Apa kalian pernah membaca ” Jika ada orang fasik datang membawa berita jangan kalian langsung percayai , teliti dulu jangan sampai kalian bertindak tidak adil terhadap suatu kaum atau golongan yang akan membuat kalian menyesal atas tindakan itu ”

Salam damai . Biasakan kita puasa hoak . Jika ada pepatah tiada hari tanpa hoak kita jangan ikut-ikutan seperti itu karena perbuatan yang sia sia dan tiada manfaat dan bisa dikategorikan sebagai pembuat kerusakan . Naudzubillah.

 

Video viral demo tolak Full Day School di Lumajang, menampilkan anak2 teriak “Bunuh Bunuh Bunuh Menterinya” ala alumni 212, ternyata BUKAN Santri NU

Kejadian sebenarnya berdasarkan klarifikasi dari Gus Nawawi, Koordinator Aksi Damai di depan gedung DPRD (arena utama) pada waktu itu sbb:

JAM 8:00: Seluruh peserta aksi berkumpul di “arena utama” , TIDAK ADA rencana longmarch, karena acara utama adalah istighotsah doa bersama di tempat

JAM 8:30: Rombongan terakhir dari Pesantren Kiai Syarifuddin tiba di lokasi TIDAK ADA yang meneriakkan yel yel seperti dalam video

JAM 8:30: tiba-tiba ada rombongan TAK DIKENAL mengibarkan bendera NU yang TIDAK masuk ke dalam arena utama, tapi berteriak teriak DARI LUAR seperti dalam video

* diduga santri santri TAK DIKENAL tersebut mengekor rombongan Pesantren Kiai Syarifuddin yang tiba terakhir di lokasi

Cak Nas, Korlap Aksi Damai segera meminta sahabat2 BANSER untuk keluar arena utama mendatangi rombongan TAK DIKENAL tersebut untuk menertibkannya, sambil memperingati lewat pengeras suara agar TERTIB atau meninggalkan lokasi, seperti terlihat dalam video

SUMBER: Gus Nawawi, Rekayasa Kelompok Radikal
http://www.dutaislam.com/…/gus-nawawi-sebut-video-aksi-tola…

Pada kesempatan berbeda, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini juga menegaskan bahwa video tersebut adalah REKAYASA oknum oknum yang ingin memprovokasi massa Aksi Damai

Kiai Helmy mengatakan video tersebut sengaja diviralkan untuk menciptakan opini bahwa Santri Santri NU punya akhlak seperti itu, dengan tujuan untuk menyudutkan NU

Padahal Santri Santri TIDAK DIKENAL dalam video tersebut ternyata BUKAN Santri NU

SUMBER: Sekjen PBNU, video bikinan oknum anti NU

 

 

Ditulis dalam agama, Hoax

Bertemu pencipta aplikasi Gojek yang kini dirikan sekolah

Adalah Alamanda Shantika Santoso pencipta aplikasi Gojek yang meninggalkan perusahaan teknologi jasa angkutan Gojek demi mendirikan sekolah.

Perempuan kelahiran Jakarta 29 tahun lalu itu kini tak lagi mengusung warna hijau yang identik dengan aplikasi ojek online tersebut, melainkan warna ungu yang menjadi ciri khas Binar Academy.

“Keluar dari Gojek yang merupakan first unicorn startup, saya banyak belajar di sana. Tapi mimpi saya adalah menjadi menteri pendidikan, untuk itu saya ingin membagikan mimpi saya ke orang lain,” ujar Alamanda saat mengisi sebuah sesi diskusi dalam Habibie Festival 2017 di Jakarta, belum lama ini.

“Seperti di Gojek yang memiliki visi untuk membantu orang lain, yang bisa membahagiakan saya adalah kalau saya bisa berkontribusi kepada lingkungan,” sambung dia.

Saat ditemui ANTARA News, perempuan berambut pendek yang akrab disapa Ala itu mengaku “berat” menjadi seorang founder sekaligus CEO.

“Kadang suka mikir, suka down, biasalah seorang founder, mikir kayak “aduh, akhir bulan bisa gajian enggak, bisa ngegaji orang enggak,” kayak gitu-gitu,” kata dia.

Namun, anak-anak didiknya di Binar Academy yang mengalami kemajuan dan mulai berkembang, menjadi penyemangat dirinya.

Memilih angkat kaki dari Gojek memang bukan keputusan yang mudah. Mengaku memiliki pandangan yang berbeda, Ala membulatkan tekad untuk undur diri dari Gojek.

“I was a disrupter,” begitu dia menyebut dirinya dulu.

Sukses membesarkan nama Gojek, membuat dia menyadari bahwa dia telah “membunuh” aplikasi lain yang memiliki model bisnis serupa.

“Tanpa aku sadari Food Panda mati karena kompetisi, ternyata aku menyakiti banyak orang, di saat Food Panda mati banyak banget yang di-lay off, enggak sadar banyak banget menyakiti orang,” ujar Ala.

“Sekarang pemandangan aku, view-nya adalah aku mau men-disrupt para disrupters, enggak ada yang namanya kompetisi justru kita harus berkolaborasi,” lanjut dia.

Mengusung tagline “spirit of collaboration and learning,” Binar Academy menawarkan sekolah gratis selama 2,5 bulan untuk mereka yang tertarik mempelajari coding dan progamming.

Dia ingin membawa pendidikan teknologi lebih tinggi lagi, di samping e-commerce, fintech dan medical tech yang lebih “dilihat orang”.

“Sedangkan kita enggak bisa menciptakan fintech-fintech itu kalau manusianya enggak teredukasi,” ujar Ala.


(Pendiri dan Ketua Gerakan Berkarya!Indonesia, Ilham Akbar Habibie, memberikan Plakat berkarya Indonesia kepada founder Binar Academy, Alamanda Shantika, usai menjadi speaker acara diskusi “Women In Tech : Perempuan diantara Budaya, Teknologi, dan Inovasi” dalam gelaran Bekraf Habibie Festival 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/8/2017). (ANTARA News/ Arindra Meodia))

Tertarik pada teknologi

Perempuan yang lahir pada 12 Mei 1988 itu mengaku tertarik pada ranah teknologi sejak usia 11 tahun.

“Dikasih komputer bukannya dinyalain dulu, tapi saya bongkar dulu, sampai motherboard terkecil tahu,” kata Ala.

“Saya suka art juga, suka menggambar,” sambung dia.

Saat itu, alumnus Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara ini menyadari bahwa dia harus belajar coding, sementara pada waktu itu sumber literatur mengenai pembelajaran bahasa pemograman tersebut di Indonesia masih sangat sedikit.

“Ada sepupu saya yang lama tinggal di London mengajari coding,” ujar  Ala.

Sebelum bergabung dengan Gojek, Ala bekerja di dunia perbankan. Dia mengaku sempat bingung ketika bos Gojek Nadiem Makarim “melamar” dia untuk ikut serta membesarkan Gojek.

Dia mengatakan, kekhawatiran untuk terjun ke dunia startup juga dirasakan ibundanya kala itu.

“Waktu itu sudah enak banget. Kemudian, ibu saya ajak ke rumah Gojek yang sudah mau ambruk. Ibu sempat tanya. ‘Beneran kamu mau ngurusin tukang ojek?'”, kenang Ala.

Ala bahkan mengaku sempat ingin menolak “pinangan” Nadiem. Namun, Nadiem meyakinkan Ala dengan perkataannya yang masih dia ingat hingga saat ini, “Di Gojek bukan menghidupi diri sendiri, tapi ratusan ribu orang di sana yang membutuhkan.”

Perempuan berkacamata itu akhirnya bergabung dengan Gojek. “Untungnya keluarga sangat open-minded,” kata Ala.

“Setelah Gojek berjalan satu tahun Ibu WhatsApp, “we are proud of you“,” lanjut dia.

Prinsip inilah yang kemudian dia bawa ke Binar Academy. “Bukan yang penting dapat gaji, tapi ada tujuan saat melangkah ke kantor,” ujar Ala.

Pesan ini juga yang ingin dia sampaikan Ala kepada anak-anak muda generasi Y. “Kamu (Gen Y) harus benar-benar tahu alasan kamu melakukan sesuatu, selalu awali dengan “why?”, dan yakin sama diri kamu sendiri.”

sumber Antara

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Agenda 17-an Masing Masing Kecamatan

Bulan Agustus adalah bulan yang paling meriah yang ditunggu  tunggu karena pada bulan ini kita merayakan kemerdekaan RI yang saat ini kita sebagai generasi penerus hanya sebagai penikmat kemerdekaan sedangkan yang berkorban bagi kemerdekaan tentu tak bisa menikmatinya merekalah para pahlawan.

Kita berkewajiban mengisi kem redekaan dengan peran dan kemampuan kita masing -masing  tapi dengan catatan jangan ikut-ikutan sebagai penebar kebencian atau hoax karena mencederai nilai perjuangan .

Nah berbicara tentang Agustusan sudah menjadi agenda rutin dari tingkat kabupaten .hingga RT RW . Saya sedikit mendokumentasikan beberapa momen yang ada di Kecamatan Jatilawang. Kemaren saat malam minggu digelar festival kentongan yang bukan antar desa karena desa seperti Tinggarjaya punya acara yang sama di jam yang sama. Di Pendapa Kecamatan Jatilawang dimulai peserta lalu mengelilingi jalanan ke arah barat sekitar pasar .

Pada kesempatan yang sama , di alun alun Jatilang sedang digelar perlombaan Voli . Kok pertandingan voli di alun -alun ? semoga Pihak kecamatan membangun Fasilitas  olah raga yang memadai dan terpadu di tempat lain  karena menurut saya alun alun itu RTH meskipun bisa dimanfaatkan untuk olah raga tapi sekedar saja bukan kompetisi yang menampung banyak penonton .

 

img-20170812-wa0043.jpegimg-20170812-wa0033.jpgimg-20170812-wa0038.jpegimg-20170812-wa0041.jpeg

Ditulis dalam Info Banyumas

Kualitas Banyumas Extravagansa Menurun?

Itu kata tulisan di koran jadi  sama sekali bukan pendapat saya . Tapi saya akan memberikan sedikit tanggapan terkait penyebabnya jika itu benar. Tahun ini Banyumas Extravagansa digelar jauh dari hari jadi Banyumas tapi justru mendekati peringatan kemerdekaan RI yang faktanya tiap desa atau kecamatan punya kegitaan dan kesibukan sendiri sehingga ketika BE ini digelar tak jarang berbenturan jadwal dengan acara warga lain di tempat tinggal masing masing otomatis mengurangi  jumlah penonton ini secara kuantitas. Sedangkan secara  kulaitastentu belum bisa menjadi ikon pariwisata yang kuat “ciri khas / lokalal yang ditonjolkan dalam bentuk apa ” meskipun ada atribut Banyumas tapi kurang kuat secara karakter. Itu seharusya digali lagi untuk menciptakan daya tarik dan tentu saja dari hal manajemen penyelenggaraan .

Tema BE kali ini Topeng Kinclong .

Dari plus minus  yang ada berikut adalah beberapa liputan dari sdr T Mahdi atau koleganya dari SSCI Purwokerto

 

img-20170813-wa0012.jpgimg-20170813-wa0018.jpgimg-20170813-wa0015.jpgimg-20170813-wa0017.jpgimg-20170813-wa0016.jpgimg-20170813-wa0013.jpgimg-20170813-wa0014.jpg

Ditulis dalam Info Banyumas

Sedekah Bumi Desa Gerduren Purwojati

img-20170813-wa0023.jpgimg-20170813-wa0024.jpgimg-20170813-wa0022.jpg

Foto kiriman Umiyati Glempang Geduren kecamatan Purwojati beberapa waktu lalu .  Sedekah bumi pada dasarnya adalah ungkapan rasa syukur dan tidak berkaitan dengan syirik atau menyembah berhala ini yang perlu diluruskan bagi  sebagian orang yang terlalu kaku dan sempit dalam memahami arti bidah dan turunannya. Dalam kalender jawa dikenal dengan bulan Apit  sehingga dikenal juga dengan nama apitan. Bulan Apit itu nama bulan sebelum Aji atau Dzulhijah.

Biasanya masyarakat mendahului acara dengan bersih desa yaitu membersihkan lingkungan umum di sekitar tempat tinggal lalu biasanya setelah memasuki lingsir atau matahari tegelincir para warga beserta keluarga masing masing membawa nasi dan lauk pauk mereka menempatkan diri di sekeliling jalan desa .  Acara di akhiri dengan makan bersama.

Tiap desa ternyata tidak sama waktu pelaksanaannya tegantung keputusan pengurus desa masing masing contoh desa yang melaksanakannya duluan misalnya Sebagian  Tinggarjaya ,  Bantar di kecamatan Jatilawang ,Cikakak kecamatan wangon . Dan hari minggu kemaren 13 Agustus 2017 dilaksanakan di sebagian Gerduren kecamatan Purwojati dan Kedungwringin kecamatan Jatilawang.

Ditulis dalam Info Banyumas
Statistik Blog
  • 8,065 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Agustus 2017
S S R K J S M
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Ikuti saya di Twitter