Asyiknya Berkebun di Atap Rumah

 

Pola penanaman akuaponik kebun sayuran di atas rumah di TBM Mata Aksara. Kebun ini sebagai bentuk aplikasi baca buku kemudian dipraktekkan. Foto diambil Rabu (20/8/2014). (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)Pola penanaman akuaponik kebun sayuran di atas rumah di TBM Mata Aksara. Kebun ini sebagai bentuk aplikasi baca buku kemudian dipraktekkan. Foto diambil Rabu (20/8/2014). (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)

Harianjogja.com, SLEMAN-Penerapan ilmu dari hasil membaca buku yang menarik lagi di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mata Aksara di Jalan Kaliurang Km 14 No. 15A, Tegalmanding, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman  ini. Yaitu memiliki kebun sayuran di atas bangunan rumah. Heni Wardatur Rohmah bersama Badrudin atau Mbah Bad membuat kebun sayuran itu dengan memasuki tanam panen kelima kalinya.

Kebun itu berada di lantai paling atas rumah Heni. Tampak berbagai penerapan ilmu pertanian seperti akuaponik yang merupakan perpaduan antara pertanian dan perikanan.

Mbah Bad membuat saluran di kebun itu dengan mengalirkan air kolam yang mengandung kotoran ikan ke media tanam yang sudah berisi tanaman sayuran. Kemudian dari media tanam disaring oleh tanah dan dikembalikan ke dalam kolam. Semua piranti sistem saluran disusun dari barang bekas.

“Tanaman butuh adaptasi dulu. Kalau sudah tumbuh banyak akar berarti sudah bisa menerima sistem akuaponik ini,” ujar Mbah Bad sembari menunjukkan tanaman pandan yang tumbuh di atas air.

Selain akuaponik, ada juga sayuran yang ditanam dengan sistem kapilaritas. Tanaman ini tidak perlu disiram tiap hari. Karena di bawah media tanam sudah tersimpan air cadangan yang terhubung dengan kain yang dapat menyerap air. Bahkan Mbah Bad yang terkenal memiliki ide kreatif di TBM ini berhasil mencoba menanam kentang di dalam pot atau polybag.

Beberapa jenis sayuran yang ditanam di kebun seluas sekitar empat kali enam meter di atas rumah antara lain pare, timun, terong, sledri, sawi, selada, tomat, cabai, sawi jepang, loncang, kangkung, pandan, bayem. Selain itu juga ada kentang, lombok dan gambas.

“Biasanya anak-anak yang datang juga kami kenalkan cara menanam di kebun ini. Sangat cocok untuk rumah yang sempit dan tidak memiliki lahan,” kata pria kelahiran Rembang 17 Agustus 1968 ini.

Mbah Bad berkata, “Ini bisa dilakukan siapa saja, asal membaca kuncinya itu,” ucapnya.

http://www.harianjogja.com/baca/2014/08/21/kisah-inspiratif-asyiknya-berkebun-di-atap-rumah-528564

 

Berkebun Sayuran di Atap Alternatif Tambah Penghasilan

REPUBLIKA.CO.ID, SELMAN — Warga Dusun Jenengan, Maguwoharjo, Depok Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Janti Wignjopranoto sukses mengembangkan perkebunan sayuran organik dengan memanfaatkan atap rumah sebagai lahan, dan berhasil menambah pendapatan keluarga.

“Tidak ada lahan luas untuk menanam, bukan halangan untuk berkebun atau mengembangkan bisnis sayuran organik. Karena menanam sayuran bisa dilakukan di mana saja, termasuk di atap rumah,” kata Wignjopranoto, Sabtu (1/11).

Menurut dia, dirinya telah membuktikan berhasil mengembangkan perkebunan sayuran organik di atap rumah, selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga juga dipasarkan.

“Selain dikonsumsi sendiri, sebagian hasil panen kebun sayur organik juga dijual di pasar sehingga bisa menambah pemasukan keluarga,” ucapnya.

Ia mengatakan, di lahan atap rumahnya ditanam berbagai jenis sayur organik seperti tomat, daun mint, daun basil, bayam raja, koro, kenikir, pare, kecipir, kacang panjang dan berbagai jenis sayur lainnya.

“Juga ada buah-buahan seperti markisa, melon, pepaya dan buah-buahan lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, juga ditanam berbagai jenis tanaman bunga seperti bunga matahari, rosela dan sebagainya.

Ia mengatakan, pembuatan lahan di atap ini diawali dengan membuat petak-petak dengan menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang.

“Setelah itu baru tanam bibit atau taburkan benih di atasnya dan disiram dua kali sehari, pagi dan sore,” tuturnya.

Janti mengatakan, penyiraman harus dilakukan lebih sering karena kebun sayur di atas atap terkena sinar matahari secara langsung, sehingga lebih cepat kering.

“Kami tertarik memanfaatkan atap rumah sebagai kebun sayur organik karena ingin memanfaatkan lahan kosong yang dipunyai untuk sesuatu yang bermanfaat dan menghasilkan, apalagi kebun di atap memang sangat cocok untuk sayura organik karena lebih terhindar dari hama, sehingga tidak dibutuhkan pestisida atau obat kimia lainnya,” ujarnya.

Selain membuat petak-petak, dirinya juga memanfaatkan barang bekas untuk media tanam seperti besek, sabut kelapa, pot, polybag, ban bekas hinga sepatu bekas.

http://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/trend/14/11/01/necuix-berkebun-sayuran-di-atap-alternatif-tambah-penghasilan

Iklan
Perihal

seorang pemuda yang masih mencari jati dan berusaha untuk berbuat yang terbaik

Ditulis dalam Inovasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik Blog
  • 8,065 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Agustus 2016
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Ikuti saya di Twitter
%d blogger menyukai ini: