Mau Hemat Berternak ? Azola kuncinya..

semoga kumpulan artikel ini bisa menjadi inspirasi jika ada yang berencana ternak ikan  atau lainnya tapi budget terbatas.

Hemat Biaya Pakan Ternak Rp 1 Juta Setiap Bulan

BERBICARA tentang tanaman azolla, mungkin banyak yang belum tahu jenis tanaman satu ini. Meskipun kurang begitu populer, namun manfaat dari tanaman air ini banyak, khususnya bagi petani maupun peternak.

Menurut Tim LPPM Fakultas Pertanian Unsoed Supartoto, azolla yang memiliki nama latin azolla microphylla merupakan tanaman air produsen bahan organik, yang memiliki pertumbuhan cepat. Menurutnya, dalam waktu 24 hari bobotnya bahkan bisa menjadi 20 kali lipat tergantung kesuburan air. Sebagai sumber pakan organik, azolla memiliki kandungan protein, lemak, karbohidrat, gula terlarut dan serat kasar sehingga disukai oleh ikan dan ternak.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain sebagai sumber pakan organik, kolam yang ditanami azolla juga memiliki kandungan oksigen yang tinggi, sekitar delapan ppm. Pada kolam yang tidak memiliki azolla kandungan oksigen biasanya hanya sekitar tiga sampai lima part per million (ppm).

Kondisi itu, dapat ikut menunjang pertumbuhan ikan. Siapa sangka tanaman air itu, akan bisa ikut mengubah nasib orang. Sebab ternyata tanaman ini, dapat menunjang pelaksanaan sistem pertanian terpadu.

Dengan sistem tersebut petani tidak hanya mendapat keuntungan dari satu komoditi saja, melainkan dapat mendapat keuntungan dari beberapa komoditi, yang tentu bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Bahkan, kata dia, azolla dapat dijual kondisi basah mencapai Rp 20 ribu/kg.

Manfaat itu diakui salah satu petani asal Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Narpun, yang mengaku semenjak budi daya tanaman azolla, merasakan betul manfaatnya. Sekitar 2010 pendapatan para petani, khususnya petani penggarap di daerahnya kurang. Setelah beberapa hari bekerja baru mendapat upah dari hasil panen.

Itupun, bisa dikata merugi bila dihitung dengan biaya produksi. Namun demikian, kondisi itu berangsur berubah setelah mempraktikkan teknik budi daya unggas bersama dengan tanaman azolla. Dia mengaku pertama kali mengenal tanaman azolla sekitar lima tahun lalu.

Dia mengatakan, manfaat tanaman ini cukup besar, terutama bagi pakan unggas dan itik. Bahkan, azolla dapat diolah menjadi pupuk organik. Salah satu manfaat yang didapatkan dari tanaman azolla, adalah ternak peliharaannya relatif sehat dan tidak pernah terserang penyakit, kendati tidak diberi vaksin, maupun obat kimiawi.

Selain ternak peliharaannya tahan terhadap penyakit, azolla juga dapat menambah

dan meningkatkan bobot ternak. Dari pengalamannya, ternak berupa mentok dalam kurun waktu 60 hari memiliki bobot daging tanpa bulu mencapai 2,6 kg, hanya menggunakan pakan dedak atau azolla. Menurut Narpun saat ini memelihara 100 ekor itik dengan kebutuhan pakan seharinya 1,2 ons/ekor.

Jadi sehari dengan 100 ekor itik butuh 12 kg pakan. Setelah mengenal azolla, 50% pakan ternak dan ikan dipenuhi dengan tanaman ini. Dan jika dihitung harga pakan sekarang setiap 1 kg berkisar Rp 6 ribu. Narpun pun dapat menghemat biaya pakan sekitar Rp 1 juta dalam sebulan.

http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/hemat-biaya-pakan-ternak-rp-1-juta-setiap-bulan/

Apa itu Azola? simak yuk..

Manfaat Tanaman Azolla

Foto 1. Azolla microphylla di kolam dipanen dengan serok. Azolla basah dan kering.
Azolla basah disukai oleh ikan, itik, maupun ternak besar seperti kambing, sapi, dll. Azolla kering bisa dicampurkan dalam pembuatan pakan ternak untuk menambah nilai gizi, terutama protein.
Foto 2. Kolam Azolla ini ada di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). UMM mengembangkan Azolla di kolam-kolam percobaannya untuk bahan penelitian para dosen dan mahasiswa. Jenis Azolla yang diteliti yaitu Azolla microphylla

Foto 3. Kamaruddin, Sang PPL THL Deptan di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur sedang mengamati Azolla microphylla yang sudah cukup berkembang di sawah-sawah sejak tahun 2007 yang lalu. Dengan Azolla kesuburan sawah dapat ditingkatkan, petani tidak perlu lagi mendatangkan pupuk Urea dan lainnya, ikan yang ada di sawah juga akan berkembang biak dan tumbuh pesat, serta itik yang dilepas di sawah mendapatkan sumber makanannya yang melimpah, yaitu Azolla microphylla. Begitu ujarnya.

Foto 4. Bapak Ir. Syarifuddin MSi, Dosen UMM ini sangat getol meneliti Azolla microphylla. Dengan kebaikan hati beliaulah bibit Azolla microphylla bisa sampai dan berkembang di Nunukan Kalimantan Timur. Terima kasih Bapak!!

Foto 5. Kolam ini dibersihkan dari ikan untuk secara khusus ditanami Azolla microphylla. Menurut hitungan Ir. Dian Kusumanto kolam Azolla seluas 1 hektar jika produksinya optimal dapat memberi pakan pada sekitar 2000 ekor itik setiap hari.

Tulisan di bawah ini adalah buah pikiran Saudara Agus Rochdianto. Beliau sangat memperhatikan Azolla.

oleh : Agus Rochdianto

Meski sudah diperkenalkan dan dipopulerkan sejak awal tahun 1990-an, ternyata belum banyak petani yang memanfaatkan tanaman azolla (Azolla pinnata) untuk usaha taninya. Padahal manfaat tanaman air yang satu cukup banyak. Selain bisa untuk pupuk dan media tanaman hias, azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan.
Di Bali, azolla biasa dan sering dijumpai terapung di perairan sawah dan kolam ikan. Karena dianggap gulma, para petani lantas menyingkirkannya. Ditumpuk dan dibuang begitu saja. Padahal, bila dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman padi di sawah, azolla ini bisa menekan penggunaan pupuk urea sampai 65 Kg/ha.

Pengganti Urea

Pemanfaatan azolla sebagai pupuk ini memang memungkinkan. Pasalnya, bila dihitung dari berat keringnya dalam bentuk kompos (azolla kering) mengandung unsur Nitrogen (N) 3 – 5 persen, Phosphor (P) 0,5 – 0,9 persen dan Kalium (K) 2 – 4,5 persen. Sedangkan hara mikronya berupa Calsium (Ca) 0,4 – 1 persen, Magnesium (Mg) 0,5 – 0,6 persen, Ferum (Fe) 0,06 – 0,26 persen dan Mangaan (Mn) 0,11 – 0,16 persen.
Berdasarkan komposisi kimia tersebut, bila digunakan untuk pupuk mempertahankan kesuburan tanah, setiap hektar areal memerlukan azolla sejumlah 20 ton dalam bentuk segar, atau 6-7 ton berupa kompos (kadar air 15 persen) atau sekitar 1 ton dalam keadaan kering. Bila azolla diberikan secara rutin setiap musim tanam, maka suatu saat tanah itu tidak memerlukan pupuk buatan lagi.

Hal itu dimungkinkan, karena pada penebaran pertama 1/4 bagian unsur yang dikandung azolla langsung dimanfaatkan oleh tanah. Seperempat bagian ini, setara dengan 65 Kg pupuk Urea. Pada musim tanam ke-2 dan ke-3, azolla mensubstitusikan 1/4 – 1/3 dosis pemupukan.
Dibanding pupuk buatan, azolla memang lebih ramah lingkungan. Cara kerjanya juga istimewa, karena azolla mampu mengikat Nitrogen langsung dari udara.
Untuk media tanam

Penggunaan sebagai pupuk, selain dalam bentuk segar, bisa juga dalam bentuk kering dan kompos. Dalam bentuk kompos ini, azolla juga baik untuk media tanam aneka jenis tanaman hias mulai dari bonsai, suplir, kaktus sampai mawar. Untuk media tanaman hias, selain digunakan secara langsung, kompos azolla ini juga bisa dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3 : 1 : 1.

Untuk membuat kompos azolla, caranya cukup mudah. Buat saja lubang ukuran (P x L x D) 3 x 2 x 2 meter. Kemudian azolla segar dimasukkan ke dalam lubang. Seminggu kemudian azolla dibongkar. Untuk mengurangi kadar air menjadi 15 persen, azolla yang sudah terfermentasi tersebut lantas dijemur. Setelah agak kering, baru dikemas dalam kantong plastik atau langsung digunakan sebagai media tanam.

Pakan ternak dan ikan

Selain untuk pupuk dan media tanam, azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, khususnya itik dan beragam jenis ikan omnivora dan herbivora. Sebagai pakan ternak, kandungan gizi azolla cukup menjanjikan. Kandungan protein misalnya, mencapai 31,25 persen, lemak 7,5 persen, karbohidrat 6,5 persen, gula terlarut 3,5 persen dan serat kasar 13 persen.
Bila digunakan untuk pakan itik, penggunaan azolla segar yang masih muda (umur 2 – 3 minggu) dicampur dengan ransum pakan itik. Berdasarkan hasil penelitian, campuran azolla 15 persen ke dalam ransum ini, terbukti tidak berpengaruh buruk pada itik. Maksudnya, itik tetap menyantap pakan campuran azolla ini dengan lahapnya. Produksi telur, berat telur dan konversi pakan juga tetap normal. Ini bearti penggunaan azolla bisa menekan 15 persen biaya pembelian pakan itik. Tentu saja hal ini cukup menguntungkan peternak karena bisa mengurangi biaya pembelian pakan itik.

Sama seperti untuk itik, bila akan dimanfaatkan untuk pakan ikan, azolla bisa diberikan secara langsung dalam keadaan segar. Boleh juga dengan mengolahnya terlebih dulu menjadi tepung. Tepung azolla ini, selanjutnya digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat pakan buatan (pelet) untuk ikan.

Berdasarkan kaji terap di lapangan, dalam keadaan segar azolla bisa diberikan untuk pakan ikan gurami, tawes, nila dan karper. Dengan pemberian pakan berupa azolla, terbukti ikan tetap bisa tumbuh pesat. Tak kalah dengan ikan lainnya yang diberi pakan buatan berupa pelet.Di saat harga pupuk, pakan ternak dan ikan mahal seperti belakangan ini, tak ada salahnya bila azolla ini menjadi salah satu alternatif pilihan yang secara finansial cukup menguntungkan. Baik digunakan sendiri secara langsung atau untuk dibisniskan. Mau coba ?

http://kolamazolla.blogspot.co.id/2008/07/manfaat-tanaman-azolla.html

Manfaat kegunaan Azolla

Tanaman Azolla sebagai jenis tumbuhan yang dapat dijadikan makanan penganti untuk berbagai hewan terutama unggas, ikan dan ternak. Azolla merupakan jenis pakan alami yang dapat digunakan untuk pakan ikan, dan pakan ternak. Dinegara  lain seperti china dan negara asia. azolla dapat digunakan untuk menyuburkan sawah dan meningkatkan produksi. dengan menjadikannya pupuk hijau. Hebatnya pupuk azolla dapat meningkatkan hasil panen sampai 158% per tahun menurut beberapa laporan.
Azolla dapat diberikan langsung untuk pakan, untuk azolla basah dapat langsung dimakan ikan, ternak, dan unggas.
Sedangkan untuk azolla kering dapat dicampur dengan pakan buatan atau pelet. untuk menambah nilai gizi.
Pertumbuhan Azolla paku-pakuan untuk pakan ternak ikan dan unggas
Nilai Gizi azolla sebagai pupuk dan pakan
1. Untuk pemanfaatan azolla untuk pupuk dalam berat kering nilai gizinya sebagai berikut :
  • Nitrogen (N) 3-5%
  • Phosphor (P) 0,5-0,9 %
  • Kalium (K) 2 – 4,5 %
  • Sedangkan hara mikronya berupa
  • Calsium (Ca) 0,4 – 1 %,
  • Magnesium (Mg) 0,5 – 0,6 %,
  • Ferum (Fe) 0,06 – 0,26 % dan
  • Mangaan (Mn) 0,11 – 0,16 %.
2. Untuk pemanfaatan azolla sebagai pakan sebagai pakan ternak dan ikan dengan memberikan azolla segar yang masih muda. Dengan kandungan nilai gizi sebagai berikut :
  • Kandungan protein misalnya, mencapai 31,25 %,
  • lemak 7,5 %,
  • karbohidrat 6,5 %,
  • gula terlarut 3,5 % dan
  • serat kasar 13 %.
Untuk Itik Azolla dapat dicampur kedalam pakan buatan denga  komposisi 15% dari total pakan itik. Hal ini dapat menghemat biaya pakan sebesar 15% otomatis anda mendapatkan keuntungan lebih besar.
Kegunaan Tanaman Azolla 
  • penghijau dan penjernih air kolam ikan, sawah, kolam terpal, kolam semen, taman air
  • pakan alternatif alami ikan gurame, nila, mas, koi, lele, hias, lele, belut, patin
  • pakan alternatif ayam, bebek, entog, angsa, broiler, pelung, bangkok, buras
  • pakan alternatif / pengganti rumput utk sapi, kambing, kerbau, domba tanpa ngarit /kemarau
  • bahan baku pupuk hijau dan kompos alami utk tanaman pekarangan, sawah, kebun, lahan gambut
  • sebagai pengurai air limbah dan lahan kritis berair misal : bekas galian c, air TPA sampah, kolam pemancingan
  • penstabil keasaman air / PH terutama kolam terpal, bak semen, toren cor tebar padat
Pakan alami ikan azolla dapat berupa basah dan azolla kering
Cara memperbanyak azolla
  • Siapkan kolam makin lebar makin baik. Misal kolam ukuran 3×2. dengan ketinggian 20 cm
  • siapakan kotoran ayam atau kotoran sapi atau kerbau. campurkan kotoran dengan tanah dengan komposisi kotoran : tanah sebesar 5 : 5
  • Masukkan tanah yang sudah dicampur kotoran. kedalam kolam dengan kedalaman sekitar 5-10 cm.
  • Kemudian masukkan air.
  • Setelah selesai masukkan starter azolla atau bibit azolla yang sudah anda beli.
  • http://www.alamikan.com/2015/11/manfaat-kegunaan-azolla-teknik.html

Cara Budidaya Azolla

Azolla adalah tumbuhan paku-pakuan yang hidup diperairan, tumbuhan ini dapat hidup di permukaan air. Tumbuhan ini bersimbiosis dengan Anabaena azollae, alga biru hijau (Cyanobacteria) dan Azolla sebagai inangnya atau rumah bagi alga. Alga hidup di bawah rongga daun Azolla.

 

Azolla memiliki beberapa spesies, antara lain Azolla caroliniana, Azolla filiculoides, Azolla mexicana, Azolla microphylla, Azolla nilotica, Azolla pinnata var. pinnata, Azolla pinnata var. imbricata, Azolla rubra. Azolla sangat kaya akan protein, asam amino esensial, vitamin (vitamin A, vitamin B12 dan Beta- Carotene), mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, zat besi, dan magnesium. Berdasarkan berat keringnya, mengandung 25 – 35% protein, 10 – 15% mineral dan 7 – 10% asam amino, senyawa bioaktif dan biopolymer.
Kandungan Azolla untuk pakan. 
Kandungan karbohidrat dan lemak Azolla sangat rendah. Komposisi nutrisinya membuat Azolla sangat efisien dan efektif sebagai pakan ikan dan ternak. Ikan dan ternak dengan mudah dapat mencernanya, karena kandungan protein yang tinggi dan lignin yang rendah.

Simbiosis Alga dengan Azolla, akanterjadi hubungan yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme), Anabaena bertugas memfiksasi dan mengasimilasi gas nitrogen dari atmosfer. Nitrogen ini selanjutnya digunakan oleh Azolla untuk membentuk protein. Sedangkan tugas Azolla menyediakan karbon serta lingkungan yang ‘nyaman’ bagi pertumbuhan dan perkembangan alga. Hubungan simbiotik yang unik inilah yang membuat Azolla menjadi tumbuhan dengan kandungan nutrisi yang menakjubkan.

 

Budidaya Azolla microphylla : 
Siapkan lahan Budidaya Azolla

  • Kolam dangkal dengan tanah, semen atau terpal, semakin luas semakin banyak jumlah azolla
  • Isi Pupuk kandang dengan tanah perbaandingan 50:50 setebal 5cm
  • Tambahkan pupuk SP 36 dengan takaran 6,5gr/m
  • Isi kolam dengan air dengan ketinggian sekitar 3 cm

Penebaran Bibit Azolla

  • Taburkan bibit azolla dengan takaran 50-70 gr/m2
  • Biarkan selama 2 minggu atau lebih dengan menjaga ketinggian air.
  • Agar pertumbuhan Azolla optimal, siramkan probiotik BIOCATFISH 50ml/m2 secara rutin 2 hari sekali.
  • Tunggu selama 2 minggu atau lebih dengan menjaga ketinggian air.
  • Lakukan pemanenan saat azolla sudah kelihatan menumpuk dan menebal menutupi permukaan kolam. Azolla dapat dipanen 1-2 minggu sekali, atau sesuai kebutuhan
  • http://www.alamikan.com/2014/05/cara-budidaya-azolla-sebagai-pakan.html
Iklan
Perihal

seorang pemuda yang masih mencari jati dan berusaha untuk berbuat yang terbaik

Ditulis dalam Inovasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik Blog
  • 10,011 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
November 2016
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Ikuti saya di Twitter
%d blogger menyukai ini: