Mukidi ke Purwokerto

bagi-kiat-soetantyo-meochlas-alias-yoyok-sedang-berbagi-kiat-menulis-dalam-acara-meet-and-greet-di-gramedia-purwokerto-sabtu-135-lalu-laily-mediaradarmas

Siapa yang tidak mengenal Mukidi, tokoh yang diciptakan oleh Soetantyo Meochlas yang memiliki nama panggilan Yoyok, dalam bukunya yang juga berjudul Mukidi. Untuk menyapa para penggemar Mukidi, Yoyok menggelar Meet and Greet di Gramedia Purwokerto yang berlokasi di lantai satu dan dua Rita Supermall Purwokerto, Sabtu (13/5). BAGI KIAT : Soetantyo Meochlas alias Yoyok sedang berbagi kiat menulis dalam acara meet and greet di Gramedia Purwokerto, Sabtu (13/5) lalu. (LAILY MEDIA/radarmas) Pada momen tersebut, Yoyok membagikan pengalamannya sebagai penulis dan bagaimana akhirnya membuat kumpulan cerita humor yang diberi judul Mukidi. Yoyok mengatakan, saat menulis bertema komedi maupun tema lainnya, inspirasi yang diperolehnya ada dalam kehidupan sehari-hari. “Harus jeli melihat sekitar, karena dari situlah hal-hal yang mungkin dianggap biasa, bisa menjadi sebuah cerita,”ujarnya. Saat menerbitkan buku berjudul Mukidi ini, Yoyok sebenarnya ingin menyampaikan cerita lucu tetapi melalui tokoh dengan nama unik dan mudah diingat. Maka terciptalah buku Mukidi pada 2016 lalu. Menurut Yoyok, ketika membuat tulisan jangan pernah putus asa, apalagi jika baru memulai. Jika membuat tulisan untuk dibagikan di media sosial, tapi tidak ada yang menyukai atau memberi komentar, tidak usah berkecil hati. Begitu pula saat mengirim naskah pada penerbit, tetapi tidak diterima. “Semua butuh proses, yang jelas jangan patah semangat,” ujarnya. Di samping itu, Yoyok yang memulai menulis buku sejak 1970-an mengungkapkan, sebelum menulis buku juga harus sering-sering membaca dari beberapa penulis. Sebab hal itu dapat menjadi inspirasi gaya penulisanyang dianggap nyaman. Menurut dia, sampai sejauh ini belum ada yang meberikan komentar negatif tentang cerita Mukidi. Namun Yoyok tetap mengharapkan ada yang memberikan komentar meskipun kurang baik, tetapi bisa untuk embuat lebih baik. “Segala sessuatu pasti butuh koreksi, tapi sampai sekarang belum ada yang berkomentar tidak sedap, saya bersyukur kalau memang Mukidi bisa diterima masyarakat,” tandasnya. Supervisor Helmi Zufadli mengatakan, kedatangan Yoyok ini sebagai motivasi juga untuk para penulis muda dari Banyuams. Sebab Yoyok yang merupakan warga asli Banyumas, dapat membuktikan bahwa dia mampu menerbitkan sebuah karya yang dikenal di seluruh pelosok negeri.

Sumber:  Radarbanyumas.co.id

Iklan
Perihal

seorang pemuda yang masih mencari jati dan berusaha untuk berbuat yang terbaik

Ditulis dalam humor, Inovasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kota Baru Purwokerto
Ikuti saya di Twitter
Statistik Blog
  • 59.260 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Mei 2017
S S R K J S M
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d blogger menyukai ini: