Mewujudkan Kota Tertib Hemat Energi

palangka2.png

Kota yang tertib salah satu parameternya adalah tertib dalam penataan lalu lintas . Dengan penataan lalu lintas yang baik baik menggunakan Sistem ATCS atau lainnya maka kemungkinan terjadinya lakalantas bisa diminimalisir. Namun jika membahas ATCS , Traffil Light tentu erat hubungannya dengan penggunaan energi listrik.

Makin padat atau ramai suatu kota atau daerah maka kebutuhan listrik untuk mengatur lalu lintas makin besar bahkan tekait koneksi internet  jika sudah menggunakan sistem cerdas ATCS .

Nah berbicara tentang hemat energi , apakah mungkin bisa diterapkan apada kota yang seperti itu atau bahkan pada kota yang dominan blok atau persimpangan perempatan dengan rute jalan yang lurus dan saling bertemu satu sama lain ?

Saya quote pendapat seorang teman yang mengatakan ” BTW kota blok itu cocok kalau misal desain kotanya didominasi residensial dan sedikit pergerakan. kalau untuk kota2 besar, pola blok ini bikin susah pembuat kebijakan karena terlalu banyak persimpangan yang rawan bikin macet dan gridlock  . bundaran yang dipakai untuk mengurai kepadatan juga harus big size agar tidak jadi sumber kemacetan baru, paling gak segede Tugu Muda / Simpang Lima di Semarang.”

Menurut saya yang amatir dalam bidang ini mencoba mengemukakan pendapat. Ada dua cara yang bisa diterapkan sekaligus sebagai pengaturan lalu lintas yang hemat energi tentu berdampak pada hemat anggaran juga . Yaitu pengaturan Sistem jalan satu arah atau one way dan sistem bundaran . Sistem bundaran ini tak selalu harus dengan membangun bundaran menurut saya tapi pengaturan arah aruslalu lintasnya yang seperti bundaran . Nah suapaya lebih mudah penerapannya yaitu mencontoh putaran jarum jam . Dengan istilah lain Sistem lalu lintas satu arah jarum jam atau one way o’clock traffic system.

Tinggal bagaimana pihak regulator atau Dinas Perhubungan membuat zonasi batas (perempatan atau pertemuan perempatan  mana saja ) bisa saja dengan perpaduan dua arah yang berlawanan antara 2 zona yang berdampingan. Maka akan tercipta arus lalu lintas yang harmonis ibarat berputarnya roda pada mesin yang saling berpadu.

Ini ide saya, sekedar masukan mengingat saat ini sistem pengaturan satu arah sangat tebatas yang tak jarang menciptakan pusat kemacetan baru atau pembuatan bundaran yang belum maksimal.

Iklan
Perihal

seorang pemuda yang masih mencari jati dan berusaha untuk berbuat yang terbaik

Ditulis dalam Inovasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kota Baru Purwokerto
Ikuti saya di Twitter
Statistik Blog
  • 53.111 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Juli 2017
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d blogger menyukai ini: