Asmara Di Tengah Bencana Kapan Difilmkan BNPB ?

asmara-di-tengah-bencana-5959f1cbf492730716348474

Pada suatu malam saya tak sengaja menemukan chanel radio yang saat itu sedang menyiarkan sebuah sandiwara yang awalnya saya hanya iseng mendengarkan. Ternyata semakin hari saya semakin tertarik karena jalan ceritanya sangat bagus dan ternyata diperankan antara lain oleh tokoh yang membesarkan sandiwara di masa lalu seperti Ferry Fadli yang membesarkan nama Sembara dan Brama Kumbara. Saya awalnya tidak tahu chanel apa yang saya dengarkan akhirnya tahu itu Radio Thomson Cilacap yang ternyata rutin menyiarkan setiap episode setiap jam 19.00 WIB .

Dari berbagai sumber yang saya telusuri Sandiwara radio ini merupakan salah satu program yang dikeluarkan BNPB dalam rangka kampanye atau sosialisasi penanggulangan bencana .

Saya sudah sejak lama menjadi pendengar radio yang saat ini sebenarnya hampir ditinggalkan sebaian besar penggemar karena perkembangan teknologi . Tapi saya yakin Radio masih punya market tersendiri . Saya pun menyadari bahwa ada saatnya saya harus offline dari dunia maya demi alasan psikologis dan kesehatan . Nah salah satu cara saya mengisi kegiatan saat offline yaitu dengan menyimak berbagai info yang positif dari radio.

Nah kembali ke Sandiwara Radio Asmara di tengah bencana , saya memiliki harapan besar kepada BNPB agar mengangkatnya ke film karena saat ini kita butuh hiburan dan tononan berkualitas. Kebanyakan acara TV disesaki acara alay dan kurang mendidik belum lagi dunia film juga umumnya kalau tidak horor ya daur ulang cerita lama seperti saur sepuh dan sebagainya.

Saya yakin Asmara Di Tengah Bencana bisa mengkangkat kejayaan Film Indonesia.

BNPB Rilis Sandiwara Radio “Asmara di Tengah Bencana”

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis sandiwara radio “Asmara di tengah Bencana” (ADB) episode 2 yang mulai siar pada Rabu (7/7/2017). BNPB memanfaatkan sandiwara radio untuk mengkampanyekan budaya sadar bencana secara luas kepada masyarakat.

Sehubungan dengan media radio, Kepala BNPB Willem Rampangileimengatakan bahwa BNPB memanfaatkan radio karena media ini berbiaya rendah, khususnya tepat untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.  Radio sangat efektif dalam memberikan informasi kepada masyarakat yang terdampak bencana ketika alat komunikasi lain tidak berfungsi.

“ADB mendulang sukses pada penyiaran pertama tahun lalu. Tingginya ketertarikan masyarakat mendorong BNPB untuk melanjutkan ADB episode dua pada tahun ini. Radio juga dapat digunakan sebagai penyambung hidup atau lifeline ketika krisis dan saat bencana terjadi,” kata Willem pada peluncuran ADB episode, dalam keterangan tertulis, Selasa (6/6/2017).

Di sisi lain, sutradara ADB Haryoko menyampaikan bahwa masyarakat dewasa ini mulai meninggalkan media radio seiring perkembangan televisi. Haryoko mengatakan bahwa pada 1990-an masa sandiwara radio menjadi primadona di Indonesia.

Pengamat Komunikasi Politik Effendi Gazali. Menurut Effendi, media radio memiliki keunggulan sendiri. Dalam sandiwara radio juga menunjukkan setiap individu memiliki imajinasi seperti karakter atau pun fisik, terhadap tokoh dalam sandiwara radio tersebut.

“Melalui siaran radio, pendengar memiliki ‘hak cipta’ sendiri (terhadap para tokoh dalam sandiwara radio),” kata Effendi.

Sementara itu BNPB menyiarkan ADB ini bekerja sama dengan 80 stasiun radio, 60 stasiun radio swasta dan 20 radio komunitas. Kedelapan puluh stasiun tadi tersebar di 20 provinsi. Sandiwara radio ADB sebelumnya mencatat sukses dengan 43 juta pendengar yang kala itu tersiar di 20 stasiun radio.

 

Iklan
Perihal

seorang pemuda yang masih mencari jati dan berusaha untuk berbuat yang terbaik

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kota Baru Purwokerto
Ikuti saya di Twitter
Statistik Blog
  • 16,582 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Agustus 2017
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d blogger menyukai ini: