Bukan sekedar menerapkan Aturan,  Pahami kondisi psikis Dan Sosial secara mendalam 

​copas  dari fb Luthfi H

Renunganku :

Sudah 1 bulan ini menjalani 5 hari kerja, walau sejatinya tak ada batasan hari untuk bekerja, tapi begitulah bunyi aturan yg coba di terapkan secara administrasi memang 5 hari kerja, terkadang berpikir apa yg ingin di capai dari ide-ide ini, bahwa akan lebih banyak waktu untuk anak n keluarga…ku coba untuk evaluasi waktuku sekarang, tiap hari sampai rumah selalu 5 menit menjelang maghrib, sdh setumpuk pekerjaan rumah menunggu ku, belum selesai pekerjaan ku, adzan maghrib berkumandang,selepas maghrib harus temani jagoanku mengaji, belajar, jg mendengar curhat nya…belum kelar, adzan isya berkumadang, break sesaat untuk sholat masih lanjutkan dg jagoanku, belum tuntas curhatnya tahu-tahu sdh pukul 21.00, waktunya pangeranku tidur…seperti biasa aku jg ikut tertidur membawa pr pekerjaan rumah yg belum kelar dlm mimpiku…terbangun pukul 02.00, masih melihat tumpukan pekerjaan rumah, kerjakan semua…tiba-tiba alarm berbunyi pukul 5.30, stop kerjaan walau belum kelar..pr lagi…star ke sekolah bersama pangeranku, sarapan pun harus dia lakukan di mobil…demi profesionalisme…jam 7-16.00 aku abdikan diriku (iya ini pilihanku), tapi dulu hanya dr jam 7-14.30, selebihnya  sambil nunggu pangeranku pulang sekolah aku bisa rilex sesaat,begitu terus 1 bulan ini, sabtu-minggu benarkah efektif untuk keluarga, wah ternyata tidak jg, pangeranku sudah punya komunitas sendiri yg hanya bisa dia jumpai di hari minggu saja (krn sabtu dia ekskul), ini dulu yg di gadang gadang kalu 5 hari kerja sabtu minggu untuk keluarga, tapi aku belum merasakan nya, justru waktuku makin sempit, kalu dulu ba’da maghrib aku bisa punya banyak kesempatan untuk menemani pangeranku, untuk me time, kalu dulu jam 2 pagi ketika aku terbangun aku punya kesempatan untuk pengembangn diriku, karena ada buku yg bisa aku baca, dan buka laptop,  sekarang semua kesempatan itu hilang…habis ritual 1/3 malam, waktu terasa cepat berjalan….
Kawan FB yg baik….adakah ini juga kau rasakan, atau karena aku gagal memanajemen waktuku ??
Dimana kah letak kegagalanku?
tak terbayang bagaimana rasanya buat kawan-kawan FB yg hari sabtu minggu nya mesti harus masuk lagi.
aku lebih merasa nyaman dg 6 hari kerja, dimana selepas kerja, aku masih punya banyak waktu sambil menunggu pangeranku pulang dari sekolah, sehingga kutemui pangeranku dg segudang curhatannya, aku sudah bisa senyum, karena tdk datang menemuinya dlm lelah.

#akurindu

#dengakuygdulu

Iklan
Perihal

seorang pemuda yang masih mencari jati dan berusaha untuk berbuat yang terbaik

Ditulis dalam Keluarga, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik Blog
  • 10,011 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Agustus 2017
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Ikuti saya di Twitter
%d blogger menyukai ini: