Mencari Objek Wisata Anti Mainstream

Pada awalnya suatu tempat atau lokasi yang disebarluaskan hingga menjadi viral di dunia maya merupakan sesuatu yang unik dan menimbulkan animo masyarakat yang tinggi untuk mendatanginya, telah sukses mengangkat citra suatu tempat menjadi lokasi pilihan masyarakat untuk berkunjung dan tentu saja meningkatkan PAD pemerintah daerah setempat.  Tapi sayangnya daerah lain baik yang memiliki karakter berbeda atau sama cenderung mengikuti arus dengan cara pengembangan kepariwisataan yang meniru konsep yang ditawarkan oleh tempat yang lebih dulu populer ini atau dengan kata lain disebut imitasi atau meniru tentu daya tariknya juga kurang . Memang mengembangkan potensi wisata itu baik sebagai baian dari mengeksplorasi potensi akan tetapi seringkali mengabaikan potensi lokal yang khas dan lebih  menonjolkan sesuatu yang umum atau dijumpai karena karakternya ditemukan ditempat lain.

Banyak kejadian seperti ini bisa kita lihat contohnya :

  1. Ketika sebuah TV swasta mengadakan kompetisi film dokumenter dan kontes dimenangkan Jember Fasion Carnival  atau JFC dan menjadikan Jember kota tujuan wisata favorit untuk event itu hampir semua daerah meniru konsepnya hanya sedikit polesan yang berbeda seperti oramen atau pernak-pernik saja yang diklaim sebagai khas lokal .
  2. Ketika payung sebagai ornament yang menarik dijadikan sebagai sesuatu yang dominan menghias suatu tempat dengan digantung dan kemudian dikenal sebagai wisata payung dan populer , daerah atau tempat lain ikut-ikutan menggantung payung ada yang dilengkapi lampu seperti lampion di malam hari dan sebagainya.
  3. Ketika ada daerah yang warganya kreativ mengecat tanggul sungai atau saluran tersier berwarna warni ditiru daerah lain dengan mengecat tanggulnya.
  4. Sebuah daerah di pegunungan (watumeja di Tumiyang Kebasen Banyumas contohnya) populer dengan pemandangan indah di sekitarnya lalu dikembangkan dengan dibuat selfi dek, memang sangat menarik untuk bersantai dan berselfi tapi kemudian ditiru banyak daerah di puncak perbukitan lain dan rata -rata menawarkan konsep yang sama seperti selfi dek, selfi spot dengan background seperti sarang burung atau ikon lain.

Itu contoh sebagian kecil saja dan masih banyak yang lain. Mang kita perlu mengapresiasi semangat warga masyarakat yang ingin mempopulerkan potensi wisata di daerah namun alangkah baiknya tidak perlu terbawa arus mainstream atau ikut-ikutan yang sudah populer. Karena disamping nilai daya tariknya kurang kuat karena bandingannya adalah yang pertama kali populer juga mengesampingkan potensi lokal yang seharusya lebih ditonjolkan. Semua karya masyarakat di sekiarnya adalah potensi bahkan apa saja yang menjadi rutinitas atau ritual tertentu masyarakat daerah itu juga punya nilai jual menjadi desa wisata budaya.  Daripada ikut bumbu kepopuleran tempat lain akan lebih baik jika mengangkat potensi lokal misalnya buah atau sayur hasil bumi apa yang dihasilkan , karya seni atau produk apa yang dihasilkan , kegiatan warga apa yang perlu diinformasikan ke masyarakat luas , kuliner dan sebainya.

Dan kita menyadari dengan banyaknya tempat menawarkan konsep wisata yang serupa tentu membuat boring dan sudah saatnya pelaku wisata  terutama desa wisata yang dikelola masyarakat sadar wisata menawarkan konsep berbeda yang anti mainstream  karena daya tarik akan lebih kuat dan mudah diingat orang dan tentu akan lebih berkesan.

Iklan
Perihal

seorang pemuda yang masih mencari jati dan berusaha untuk berbuat yang terbaik

Ditulis dalam Inovasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kota Baru Purwokerto
Ikuti saya di Twitter
Statistik Blog
  • 59.260 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
September 2017
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
%d blogger menyukai ini: