Berpikir Positif Terhadap BPJS

bpjs

Apakah anda pernah menjadi peserta asuransi kesehatan atau yang lain ? Ketika anda membayar iuran apakah anda merasa keberatan ataukah anda merasa menerima banyak manfaat saat berobat ? Saya kali ini tidak membahas asuransi secara umum, namun hanya membahas BPJS saja. Mengingat hanya BPJS lah asuransi yang mengkover masyarakat menengah ke bawah, tidak semuanya masyarakat kelas atas karena mereka bisa memilih sistem lain yang ditawarkan swasta atau yang menawarkan lebih baik dari asuransi  milik pemerintah.

Saya tergelitik mengenai postingan salah satu orang di medsos yang cukup viral terkait dugaan atau pikiran buruk terhadap BJPS . Semoga tulisan ini bisa mengurangi pikiran buruk tersebut, karena pikiran buruk tak baik juga untuk kebaikan dan kesehatan kita.

Sebelum membahas soal besar kecilnya pembayaran iuran, mari kita lihat sejarah awal mulanya. Pemerintah Indonesia awalnya membuat sistem pembiayaan kesehatan bagi masyarakat , melalui Jamkesmas dan sebagainya. Namun karena banyaknya tanggungan biaya , yang sebagaimana kita ketahui biaya berobat itu memang mahal. Itu tak bisa disangsikan lagi. Nah, dengan anggaran yang dimiliki pemerintah sangat terbatas, maka diberlakukanlah sistem yang mirip subsidi silang, seperti awal iklan BPJS mulai tayang di TV. Yang Mampu membantu yang tak mampu. Meski awalnya sistem iuran ini ditentang masyarakat, “masa ada tarikan iuran ?” dengan banyaknya kelemahan, seperti banyaknya apasien ditelantarkan, dan dana terkumpul yang diduga diselewengkan  dan sebagainya tapi program ini bisa berjalan dalam beberapa tahun ini.

Memang kita membayar iuran setiap bulan, dan memang kita tak setiap saat atau setiap bulan memanfaatkan jasa BPJS ini  karena tak setiap bulan kita berobat, dan tentunya kita sadar, berapa uang yang kita keluarkan seandainya kita tak membayar iuran BPJS itu. Mungkin uang itu bisa gunakan untuk berobat secara mandiri atau membeli sejumlah barang keinginan kita atau keperluan lain karena kita memegangnya.

Kembali ke kasus bahwa BPJS ini sangat berbeda dengan asuransi milik umum yang di kelola swasta , Yang mana uang kita juga berfungsi sebagai penanggung biaya berobat orang lain , dan umumnya kalangan menengah ke bawah, seberapa besar uang yang kita keluarkan, tentu ada nilai sedekah untuk orang lain, meskipun kita tak menyangkal sebagian dana kita ada yang bisa dimanfaatkan untuk fasilitas pegawai atau atasan perusahaan atau bahkan direpresantikan dengan megahnya gedung kantor BPJS baik pusat maupun cabang .

Jadi saat kita membayar iuran BPJS, yang paling penting adalah kita niatkan untuk bersedekah, semoga usaha kita ini bisa mencegah kita dari sakit, dan berpahala jika bermanfaat membantu biaya pengobatan orang lain yang ditanggung BPJS. Mengapa kita perlu menekankan sikap seperti ini? Memang anjuran akun yang menyarankan lebih baik menyumbang uang kepada anak yatim, di klaim sebagai asuransi di Jalan Allah itu tak salah juga, namun jangan sampai membuat kesimpulan keliru bahwa ikut BPJS itu salah atau dosa, karena bisa ada anak yatim atau kurang mampu juga yang biaya pengobatannya dibantu oleh BPJS .  Karena BPJS sifatnya wajib bagi seluruh warga negara Indonesia berdasarkan undang undang. Tentu sulit dong kita menentang jika UU yang bersangkutan belum dicabut. Meskipun cara menentangnya dengan menolak menjadi peserta.

Nah sebelum berpikir lebih jauh,seandainya kita menolak program seperti ini, dan mungkin kita berpikir akan lebih bermanfaat jika kita membiayai kesehatan sendiri, dan uang sejumlah yang kita bayarkan itu , kita bisa memanfaatkan untuk banyak dan sebagainya. Itulah pikiran kita, namun kita tidak tahu, kapan kita sehat, kapan sakit dan berapa besar biaya kesehatan kita, dan banayak juga orang kehabisan uang dalam tabungannya hanya untuk biaya berobat. Banyak kasus seperti itu. Ada orang yang lebih suka menabung, tapi giliran mendapat sakit yang berat dan uang dari tabungannya digunakan untuk segala kebutuhan biaya, ternyata uangnya bisa habis atau masih banyak kekurangan. Itu kan sesuatu yang diluar dugaan.

Intinya asuransi di jalan Allah yang melalui sedekah terhadap fakir miskin dan anak yatim yang doanya tembus sampai langit itu, bisa juga kita lakukan lewat BPJS meski secara tidak langsung. Oleh karena itu, melalui iuran BPJS itulah kita niatkan sebagai sedekah , semoga dengan sedekah itu pula kita selalu di sehatkan oleh Allah dan apa yang kita sedekahkan mendapat pahala. Amin.

Iklan
Perihal

seorang pemuda yang masih mencari jati dan berusaha untuk berbuat yang terbaik

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi, kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kota Baru Purwokerto
Ikuti saya di Twitter
Statistik Blog
  • 73.747 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Februari 2018
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  
%d blogger menyukai ini: