Kisah Guru Honorer Kemranjen, Pagi Jual Gula, Siang Jadi Guru, Sorenya Bisnis Martabak

Abdur Rahman Saleh SPdI adalah guru honorer di SDN Bengkelung Desa Nusamangir Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Pria 34 tahun warga Desa Grujugan RT 2 RW 1 Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas ini jadi jadi guru sejak tahun 2008.

Gus Dur, begitu biasa dia disapa, mengajar materi Pendidikan Agama Islam untuk kelas IV. Selepas mengajar di sekolah, sore harinya, dia mulai menjalani usaha sampingannya, yaitu menjual martabak manis dan martabak telor. Tepatnya di Jalan Raya Danasri Nusawungu, persis di depan Bank Surya Yudha Cabang Nusawungu.

Rahman mulai menjual dagangannya sejak pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Namun, terkadang harus pulang lebih awal, karena dagangannya laris manis terjual. Selain itu, dia juga memiliki usaha gula merah, yang menjualnya ke pasar pagi hari sebelum berangkat mengajar di sekolah.

Penulis Beritane Inyong: AGUS WAHYUDI ASMARA
Warga Banyumas

Menurutnya, apa yang dilakukan saat ini bukannya tidak mensyukuri apa yang sudah didapat dari sekolah, tapi sebagai guru honorer dia mengakui memiliki waktu luang yang banyak. “Kesempatan itulah yang saya gunakan untuk mengembangkan bakat bisnisnya di bidang kuliner jenis jajanan martabak,” katanya.

Usaha sampingan Rahman juga mendapat dukungan dari keluarga dan Kepala Sekolah tempat dia mengajar. Tri Hartiningsih, S Pd, Kepala Sekolah tempat di mengajar juga sangat mengapresiasi atas motivasi Rahman untuk meningkatkan pendapatannya guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Istrinya, Ratini Winarsih, S Pd.Perpus juga guru honorer di SDN Sibrama 2 Kecamatan Kemranjen, terkadang harus datang mengantar makan malam. Sebab, ketika mulai jualan martabak berangkatnya setelah salat Ashar. Jadi menu makan sorenya belum siap, sehingga harus diantar bila sang istri selesai memasak menu makan malamnya. Rahman memiliki dua anak, satu masih balita dan satunya sudah bersekolah di Sekolah Dasar.

Mulai berdagang martabak pada bulan April 2016 dengan modal sendiri dari hasil tabungannya bersama sang istri. Sedangkan kemampuan membuat martabak didapatnya saat kuliah di Jakarta bersama keluarga. Di ibu kota NKRI ini Rahman menjalani sebagai penjual martabak selama enam tahun. Dia tidak canggung dalam menjalani kegiatannya saat itu.

Meski begitu, dia juga dapat menyelesaikanya kuliahnya hingga mendapat gelar sarjana di bidang pendidikan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan nilai memuaskan. Prestasi kuliahnya ini juga menuai hasil dengan diterimanya menjadi tenaga guru honorer di sekolah dasar hingga sekarang.

Rahman menjadi guru honorer sekitar sepuluh tahun. Meski begitu harapan dan keinginan menjadi guru tetap dengan penghasilan cukup adalah suara hatinya. Karena sebagai kepala keluarga harus bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga. Dia juga menyadari, ada senior guru yang juga mengabdi lebih lama darinya, namun semua guru honorer tetap memiliki harapan yang sama kepada pemerintah yaitu menjadi guru tetap dengan penghasilan yang tetap untuk jaminan hidup hari tua. Rahman juga mendukung bila ada rekannya yang menuntut kepada pemerintah agar segera memperhatikan nasib dan kesejahteraan guru honorer.

Namun untuk aksi langsung turun ke lapangan dirinya tidak memiliki waktu yang cukup. Tetapi tetap mendukung melalui doa yang sering dipanjatkan melalui salat sunat di tengah malam dan salat Dhuha sebelum berangkat mengajar.

Rahman sampai saat ini tetap berkomitmen untuk menjadi seorang guru, meski ada juga keluarganya yang menawari agar dia ikut pada kompetisi pilkades di desanya. Karena Rahman juga pernah dipercaya menjadi Ketua BPD dan Ketua RT, dan hingga saat ini diapun masih dipercaya memimpin organisasi pemuda “Karang Taruna“.

Tapi Rahman menyadari, mungkin jalan hidupnya adalah menjadi seorang guru, hingga dia kesampingkan tawaran untuk mengikuti kompetisi pilkades di desa tempat kelahirannya. Tetap tawakal, bekerja ikhlas Allah pasti memberi jalan terbaiknya. Demikian kiat hidup Rahman yang membuatnya kuat dan tabah menanti pada pengabdiannya.

sumber Satelit POst

Iklan
Perihal

seorang pemuda yang masih mencari jati dan berusaha untuk berbuat yang terbaik

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kota Baru Purwokerto
Ikuti saya di Twitter
Statistik Blog
  • 59.260 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Februari 2018
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  
%d blogger menyukai ini: