Arsip Blog

Jasa-jasa Buat Sanwirya

 Di atas sehelai tikar Sanwirya terbaring sambil mengaduh kesakitan. Di sampingnya tergeletak dua buah pongkor pecah dan niranya tertumpah habis. Disebelah kiri didampingi Ranti, Aku, dan Sampir. Ranti dan Aku membukakan ikat pinggang Sanwirya, Waras melekatkan telinganya ke dada Sanwirya.

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

“Orang-orang Seberang Kali

Kami menyebut mereka orang orang seberang kali. Terlalu berlebihan sebenarnya karena mereka tinggal tidak lebih dari seratus meter dari kami. Dan yang disebut kali itu sebenarnya hanya sebuah parit alam yang dalam. Kedua tebingnya curam dan penuh ditumbuhi pakis pakisan,

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

Tawa Gadis Padang Sampah

  Korep, Carmi, dan Sopir Dalim adalah tiga di antara banyak manusia yang sering datang ke padang pembuangan sampah di pinggir kota. Dalim tentu manusia dewasa, sopir truk sampah berwarna kuning dengan dua awak. Dia pegawai negeri, suka lepas-pakai kacamatanya

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

Blokeng

Maka Blokeng pun melahirkan bayinya: perempuan. Lalu kampungku tiba-tiba jadi lain, terasa ada kemandekan yang mencekam. Kampung penuh kasak-kusuk, bisik-bisik, dan cas-cis-cus. Jelas ada keblingsatan, tetapi masih dalam bentuknya yang laten. Keblingsatan itu kini baru tampak menggejala sebagai merosotnya senyum

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

Pengemis dan Shalawat Badar

Bus yang aku tumpangi masuk terminal Cirebon ketika matahari hampir mencapai puncak langit. Terik matahari ditambah dengan panasnya mesin disel tua memanggang bus itu bersama isinya. Untung bus tak begitu penuh sehingga sesama penumpang tak perlu bersinggungan badan. Namun dari

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

Rumah Yang Terang

Listrik sudah empat tahun masuk kampungku dan sudah banyak yang dilakukannya. Kampung seperti mendampat injeksi tenaga baru yang membuatnya menggeliat penuh gairah. Listrik memberi kampungku cahaya, musik, es, sampai api dan angin. Di kampungku, listrik juga membunuh bulan di langit.

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

Wangon Jatilawang

Wajah dua tamuku mendadak berubah ketika Sulam masuk. Mereka makin bingung melihat Sulam terus melangkah dan berdiri tepat di sisiku. Kedua tamuku yang masing-masing memakai baju lengan panjang serta sepatu bagus itu, tentu tak mengenal Sulam. Namun siapa saja yang

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

AH, JAKARTA

  Karya  Ahmad Tohari Kedatangannya pada suatu malam di rumahku memang mengejutkan. Sudah lama aku tidak melihatnya. Lama sekali, mungkin tiga tahun atau lebih. Selama itu, aku hanya mengetahui  keadaannya lewat cerita teman yang sering melihatnya di Jakarta. Dari cerita

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

AKHIRNYA KARSIM MENYEBERANG JALAN

  Ketika kabar kematian dirinya disiarkan lewat corong masjid, Karsim sedang terpukau. Karsim terpana karena segalanya telah berubah. Dia yakin matanya melihat segala sesuatu menjadi lebih terang, lebih nyata. Dedaunan menjadi lebih hijau dan berpendar-pendar. Juga bunga-bungaan. Kuning kembang waru

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

KENTHUS

  Keluar dari rumah ketua RT Kenthus merasa dirinya bukan lagi Kenthus. Wajahnya bingar. orang yang di jumpainya berubah menjadi liliput:kecil bukan main. Pepohonan menjadi kerdil dan merunduk. Angin di dengarnya bersenandung tembang mangayubaya. Kenthus telah di lambungkan dari kelas

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari
Kota Baru Purwokerto
Ikuti saya di Twitter
Statistik Blog
  • 11,821 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Oktober 2017
S S R K J S M
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031