Arsip Blog

Gulai Kam-bhing dan Ibu Rapilus

Orang yang gencar memanggil-manggil saya dari warung tenda seberang jalan ternyata Jubedi. Ah, Jubedi, sudah agak lama saya tidak bertemu. Dia teman lama yang setengah abad lalu duduk bersama di bangku SMP. Saya menyeberang jalan sambil menyipitkan mata karena matahari

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

Paman Klungsu dan Kuasa Peluitnya

Di sekitar jalan simpang tiga dekat pasar, nama Paman Klungsu sudah lama mapan. Dia adalah sosok yang punya kuasa di tempat itu. Dengan andalan lengking peluitnya, Paman Klungsu bisa mengatasi kemacetan lalu lintas, terutama di pagi hari. Pada saat itu,

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

Alkisah Sal Mencari Kang Mad  

Hormat Sepanjang Masa buat Biyung Sal JULI 1948, hampir tujuh puluh tahun lalu. Malam baru menjelang di Kampung Dukuh Kidul, jauh di sebelah baratdaya kota. Suasana sepi dan hening. Gelap pekat menyemuti seluruh kampung. Orang-orang tidak berani menyalakan lampu minyak karena

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

Novel Kubah ( Ahmad Tohari) Bacaan Untuk Relawan Politik

Teman saya banyak aktif dalam kegiatan politik. Memang kegiatan berpolitik itu hak bagi setiap orang karena dijamin dalamm undang undang. Aktivitas itu meningkat seiring dengan suasana jelang pilkada , Pileg maupun Pilpres. Sedangkan saya sendiri yang merupakan lulusan dari Fakultas

Ditulis dalam Cerpen & Sastra, Cerpen Ahmad Tohari, Inspirasi dan Motivasi, Politik

Jasa-jasa Buat Sanwirya

 Di atas sehelai tikar Sanwirya terbaring sambil mengaduh kesakitan. Di sampingnya tergeletak dua buah pongkor pecah dan niranya tertumpah habis. Disebelah kiri didampingi Ranti, Aku, dan Sampir. Ranti dan Aku membukakan ikat pinggang Sanwirya, Waras melekatkan telinganya ke dada Sanwirya.

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

“Orang-orang Seberang Kali

Kami menyebut mereka orang orang seberang kali. Terlalu berlebihan sebenarnya karena mereka tinggal tidak lebih dari seratus meter dari kami. Dan yang disebut kali itu sebenarnya hanya sebuah parit alam yang dalam. Kedua tebingnya curam dan penuh ditumbuhi pakis pakisan,

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

Tawa Gadis Padang Sampah

  Korep, Carmi, dan Sopir Dalim adalah tiga di antara banyak manusia yang sering datang ke padang pembuangan sampah di pinggir kota. Dalim tentu manusia dewasa, sopir truk sampah berwarna kuning dengan dua awak. Dia pegawai negeri, suka lepas-pakai kacamatanya

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

Blokeng

Maka Blokeng pun melahirkan bayinya: perempuan. Lalu kampungku tiba-tiba jadi lain, terasa ada kemandekan yang mencekam. Kampung penuh kasak-kusuk, bisik-bisik, dan cas-cis-cus. Jelas ada keblingsatan, tetapi masih dalam bentuknya yang laten. Keblingsatan itu kini baru tampak menggejala sebagai merosotnya senyum

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

Pengemis dan Shalawat Badar

Bus yang aku tumpangi masuk terminal Cirebon ketika matahari hampir mencapai puncak langit. Terik matahari ditambah dengan panasnya mesin disel tua memanggang bus itu bersama isinya. Untung bus tak begitu penuh sehingga sesama penumpang tak perlu bersinggungan badan. Namun dari

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari

Rumah Yang Terang

Listrik sudah empat tahun masuk kampungku dan sudah banyak yang dilakukannya. Kampung seperti mendampat injeksi tenaga baru yang membuatnya menggeliat penuh gairah. Listrik memberi kampungku cahaya, musik, es, sampai api dan angin. Di kampungku, listrik juga membunuh bulan di langit.

Ditulis dalam Cerpen Ahmad Tohari
Kota Baru Purwokerto
Ikuti saya di Twitter
Statistik Blog
  • 47,455 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Juli 2018
S S R K J S M
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031