Mengulik Isi Otak Orang yang Kecanduan Smartphone

Mengulik Isi Otak Orang yang Kecanduan Smartphone
Dua orang siswa di Bondowoso didiagnosis mengalami kecanduan smartphone. Pakar mengatakan kecanduan smartphone bisa mengubah otak seseorang. Foto: Chuck S Widarsha
Jakarta, Dua orang siswa di Bondowoso didiagnosis mengalami kecanduan smartphone. Pakar mengatakan kecanduan smartphone bisa mengubah otak seseorang.

Hal ini pertama kali dibuktikan oleh sekelompok peneliti dari Korea University. Hasil pemindaian otak 19 orang pasien kecanduan smartphone dan internet menunjukkan adanya perubahan pada komposisi otak mereka.

Peneliti menemukan bahwa mereka yang kecanduan smartphone memiliki GABA, sebuah neurotrasnmitter otak yang memperlambat fungsi neuron. Tingginya kadar GABA pada otak membuat neuron sulit menangkap sinyal, yang membuat seseorang mudah kehilangan fokus.

“GABA membuat neuron melambat. Akibatnya, seseorang akan lebih sulit untuk fokus dan mengontrol dirinya. Ia juga akan lebih mudah terdistraksi ketika mencoba untuk fokus kepada suatu hal,” ujar Caglar Yildirim dari State University of New York, dikutip dari CNN.

Dengan kata lain, orang yang kecanduan smartphone akan sulit memerhatikan hal lain. Jika dibiarkan dan tak ditangani, orang yang kecanduan smartphone lebih mungkin mengalami gangguan kognitif.

Di sisi lain, dr Andri, SpKJ, FAPM, dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, mengatakan bahwa kecanduan smartphone dan internet bisa mengubah sistem dopamin di otak. Kecanduan internet dan smartphone membuat stimulasi dopamin berlebih dan menghasilkan efek euforia.

Pada kasus kecanduan, euforia yang dihasilkan sama-sama memiliki efek buruk seperti kecanduan zat adiktif maupun perilaku adiktif lainnya. Internet dan smartphone menguasai pusat perasaan senang di otak yang membuat kita ‘menagih’ rasa senang tersebut.

“Selain itu pula penelitian mengatakan adanya peningkatan aliran darah di area otak yang berhubungan dengan reward and pleasure. Artinya internet akan mengaktivasi pusat rasa senang di otak dan akan membuat rasa ingin lagi dan lagi yang lebih besar,” tutupnya.

sumber detikHealth, Detik.com
Iklan
Ditulis dalam kesehatan

Teknik Lupa, Cara Ampuh Untuk Mengingat/ Menghafal

Menghafal adalah salah satu teknik dalam belajar . Ada orang yang lebih suka menguasai konsep, ada pula yang menyukai hafalan. Baik menghafal maupun menguasai konsep menurut saya sama -sama berperan penting dan saling menunjang.

Tulisan ini terkait dengan bagaimana cara agar kita mudah menghafal. Nah sebelumnya saya ada sedikit cerita untuk menjadi bahan referensi atau renungan.

Dulu saya suka sekali menonton Film mandarin. Ada salah satu film yang sampai saat ini saya ingat sebagian jalan ceritanya aatau sebagian adegannya. Tapi sayangnya saya lupa judul filmnya, kalau tidak salah Golok Pembunuh Naga  (Atau film apa saya tak terlalu ingat, saya hanya mencoba menghubungkan dengan nama tokoh utama film itu ). Nah dalam film itu, diceritakan bahwa Tio Buki belajar ilmu atau jurus baru, dia dengan cepat mengingat gerakan-gerakan yang diajarkan oleh gurunya. Dia lalu mengatakan dengan bangga bahwa dia ingat semua gerakan jurus itu meski baru mempelajari.  Tapi kemudian gurunya menyuruh agar dia melupakannya, yaitu melupakan segala apa saja yang baru dipelajari, karena perguruan ini menerapkan teknik lupa sebagai salah satu ciri khas dan kebanggaannya. Lalu Tio Buki mengatakan bahwa dia baru saja melupakannya.

Teknik lupa, itu yang saya tangkap saat menonton film itu, apakah cara ini efektif tak ada salahnya kita coba. Karena sebagai salah satu cara untuk menghafal tentu perlu dicoba terutama untuk para pelajar untuk mengikuti suatu pelajaran bidang tertentu. Saya tidak bisa menjelaskan secara ilmiah bagaimana otak bekerja , dan bagaimana teknik ini bekerja . Tapi saya hanya sekedar sharing tentang apa yang sudah saya coba.

Nah, Ketika saya menghafal suatu bacaan atau tulisan tertentu , pertama-tama adalah membacanya secara berulang-ulang. Lalu, mengeja satu per satu kata tanpa melihat tulisan. Lalu mengeja beberapa kalimat yang berdekatan. Misalnya sebuah tulisan yang cukup panjang, saya bagi menjadi 3 bagian, lalu saya menghafalnya menurut bagian bagian terdekat , dalam hal ini bagian satu, bagian dua dan bagian tiga. Jika masing masing bagian telah kita hafal, barulah kita menyambung secara berurutan dari bagian satu sampai bagian tiga.

Dalam tahap ini berarti kita telah berhasil menghafal. Sekarang agar hafalan kita teringat secara kuat dalam memori otak kita, sekarang lupakan apa saja yang baru kita hafal tadi. Pastikan kita sekarang benar-benar lupa dan tak ingat apapun . Pada kesempatan lain, Kita membaca lagi semua teks atau tulisan yang telah kita hafal itu . Lalu kita mencoba mengingat apa yang sudah kita hafal secara pelan-pelan, mengucapkan tanpa membaca teks. Mungkin ada satu atau dua kata yang keliru. Teruslah mencoba.

Pengalaman saya pribadi, dengan teknik ini saya bisa menguasai kalimat doa  yang cukup panjang, namun tingkat kemampuan saya adalah satu hari saya bisa menguasai tapi belum sempurna, dan setiap hari terus di latih , akhirnya dalam waktu 3 hari saya bisa menguasai secara baik.

Seperti yang sudah saya kemukakan di atas, saya tak bisa menjelaskan secara ilmiah karena saya bukan ahlinya. Namun saya akan mencoba menjelaskan prosesnya berdasarkan apa saja yang saya tahu terkait bagiaman otak bekerja dengan Teknik Lupa ini.

Otak merupakan organ tubuh yang paling berperan dalam teknik ini, Otak bekerja keras agar kata atau kalimat yang sudah di baca , disimpan di memori dan teringat secara baik lalu pada saat dibutuhkan, kata -kata ini bisa dikeluarkan tepat seperti apa yang sudah di baca atau out put sama dengan input.

Namun, sehebat apapun otak, ia sama dengan organ lain, membutuhkan waktu istirahat, Saat kita melupakan apa saya yang kita hafal, pada saat inilah kita sedang merefresh otak kita, mengistirahatkan agar ia mendapatkan energi baru sehingga kebugaran tetap terjaga. KIta jangan memaksa bekerja terus menerus tanpa istirahat. Sam seperti komputer atau ponsel yang terllau lama digunakan, mesin akan panas dan sangat butuh waktu untuk istirahat agar tak rusak.

Ini adalah penjelasan sederhana bagaimana teknik lupa bekerja, dan saya mencoba menguasa berbagai tulisan, menghafalnya dengan cara ini.

 

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

25 Cabang NU Di 5 Benua

 

Diaspora Warga NU di Luar Negeri

Diaspora Warga NU di Luar Negeri
Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi sosial kemasyarakatan Islam terbesar di dunia. Menurut data Lembaga Survei Indonesia yang terbaru, ada sekitar 91juta  jiwa warga NU di seluruh dunia. Kepengurusan NU tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari tingkat kabupaten kota hingga desa. Selain itu, NU juga semakin menyebar ke luar Indonesia dan terbentuklah beberapa pengurus cabang istimewa di luar negeri.
Setidaknya, saat ini ada dua puluh lima lebih Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) yang tersebar di lima benua, mulai dari Negara-negara Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Australia, dan benua Amerika.
Apa sebetulnya fungsi, peran, dan yang seharusnya dilakukan oleh PCINU? Dan juga apa yang semestinya dilakukan pengurus pusat NU terkait dengan keberadaan PCINU-PCINU tersebut?
Untuk menadapatkan jawaban itu semua, jurnalis NU Online A. Muchlishon Rochmat berkesempatan mewawancarai mantan Sekretaris Tanfidziyah PCINU Inggris Raya (United Kingdom) 2001-2004 yang sekarang menjabat sebagai Ketua PCNU Kota Bogor Ifan Haryanto. Berikut petikan wawancara Insinyur Planologi ITB sekaligus Master lulusan Birmingham University, dan Doktor lulusan IPB tersebut:
Bisa diceritakan awal mula terbentuknya PCINU?
Sebenarnya diaspora NU di luar negeri sudah cukup banyak, tetapi kepengurusan luar negeri NU dibentuk secara formal sebagai lembaga itu belum banyak. Yang ada sejak awal itu KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama) yang ada di luar negeri. Ada KMNU Mesir, ada KMNU di Negara-negara Timur Tengah, tetapi mereka belum terlembagakan sebagai pengurus NU luar negeri.
Tahun 2001, mahasiswa-mahasiswa NU di beberapa kota di Inggris seperti Birmingham, Leeds, dan sebagainya menyelenggarakan pengajian, tahlilan, shalawatan, dan sebagainya. Suatu saat, kita kedatangan tamu Duta Besar Indonesia untuk Qatar Abdul Wahid Maktub. Dia kaget melihat ada banyak warga Indonesia yang ada di Inggris yang mengadakan pengajian-pengajian. Lalu ia bertanya, apakah NU sudah ada di Inggris?
Memang, NU sudah ada tetapi secara formal belum ada. Pak Wahid kemudian mengontak Pak Hasyim Muzadi dan memberitahukan adanya potensi-potensi untuk mendirikan NU Cabang Inggris Raya. Kemudian, Pak Kiai Hasyim datang dengan beberapa pengurus pusat NU untuk melantik dan memberikan SK kepada Pengurus NU di Inggris Raya.
Pada saat melantik, Pak Kiai Hasyim menyampaikan bahwa ke depan kebesaran atau pusat Islam akan bergeser. Tidak lagi di Timur Tengah. Dan akan bergeser ke timur, Indonesia. Apa yang disampaikan Pak Kiai Hasyim itu betul. Arab Spring itu terjadi pada awal-awal tahun dua ribuan. Irak hancur, Libya hancur, Syiria dihancurkan.
Oleh karena itu, sebagai organisasi Islam terbesar NU harus mempersiapkan diri. Mulai dari sumber daya manusia dan menyiapkan infrastruktur hingga level dunia dengan mendirikan PCINU-PCINU.
Iya, selain itu sebetulnya anak-anak muda NU ini menangkap ada lawan di sana, kelompok Islam garis keras. Pada Gus Dur jadi presiden, kelompok Islam garis keras sering menjadikan Gus Dur sebagai bahan bulian di Yahoo Group. Ini juga yang membuat temen-temen NU luar negeri untuk mendirikan pengurus cabang luar negeri.
Berarti, PCINU Inggris Raya menjadi PCINU pertama yang didirikan?
Dulu belum ada istilah pengurus cabang istimewa, adanya NU Inggris Raya. Iya, yang pertama ber-SK. Sebelumnya sudah ada KMNU-KMNU, tetapi mereka belum ber-SK.
Bagaimana PCINU berkembang ke negara-negara lain?
Bermula dari Yahoo Group KMNU lintas negara, lalu berkembang menjadi PCINU-PCINU. Kita berkomunikasi satu sama lain. Yang kuliah di Jerman kemudian mendirikan PCINU Jerman, di Belanda juga demikian, dan beberapa negara yang lainnya.
Menurut Anda, apa sebetulnya peran PCINU?
Menurut hemat kami, potensi-potensi NU belum dimanfaatkan secara maksimal oleh jamiyyah Nahdlatul Ulama maupun Indonesia. Jadi, dulu idenya simpel. Menurut saya Pak Hasyim memiliki gagasan yang luar biasa. Beliau menyampaikan bahwa anak-anak muda NU di luar negeri ini bisa difungsikan sebagai semacam duta besarnya NU yang ada di luar negeri untuk kepentingan apa saja seperti atase.
Mereka bisa mencarikan beasiswa kuliah untuk Nahdliyin yang ada di Indonesia untuk bidang formal. Dalam bidang non formal, mereka juga bisa teribat. Contohnya dulu ada pembebasan wartawan di Afganistan. Itu juga banyak melibatkan mahasiswa-mahasiswa NU yang posisinya ada di sana. Itu sebetulnya diplomasi jalur ganda yang dilakukan oleh mahasiswa, bukan resmi.
Artinya mereka mahasiswa-mahasiswa NU yang berada di luar negeri itu bisa kita manfaatkan sebagai perwakilan NU untuk berbagai macam kepentingan, mulai dari ekonomi, politik, sosial, budaya, dan lainnya.
PCINU ini sangat strategis. Ke depan bisa dimanfaatkan untuk bagi NU. Bukan hanya untuk menyerbarkan paham aswaja atau NU ke luar, tetapi juga kita gunakan PCINU sebagai second track diplomacy untuk kepentingan-kepentingan NU di berbagai bidang seperti pendidikan, sosial, budaya, politik, dan lainnya.
Pernah ada agenda bersama antar-PCINU?
Kemarin ada acara halaqah internasional yang diselenggarakan GP Ansor di Jombang yang datang hampir empat puluh perwakilan PCINU luar negeri. Ini yang eks-eks atau PCINU yang sudah menetap di Indonesia ya.
Kita memang belum memiliki agenda yang resmi. Paling kalau pas Muktamar NU, mereka yang masih aktif kuliah pada datang dan membuat acara bersama. Begitupu, mereka yang sudah settle (menetap) di Indonesia. Tetapi kita ada grup WA dan kita aktif berkomunikasi antar PCINU.
Menarik, PCINU aktif yang masih studi di luar dan eks PCINU?
PCINU memiliki dua konteks, yaitu mereka yang masih aktif menjadi mahasiswa dan mereka yang sudah kembali di Indonesia. Di negara-negara Eropa dan Amerika, rata-rata mereka menempuh studi S2 dan S3, tetapi kalau di Negara-negara Timur Tengah S1.
Sedangkan mereka yang settle (menetap) di Indonesia adalah para profesional, dosen, dan pengusaha.
Sejauh ini, apakah peran PCINU sudah dimaksimalkan?
Sejauh ini, peran PCINU belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, hampir di setiap negara besar ada PCINU. Ini infrastruktur yang luar biasa. Bagi PCINU yang masih aktif atau masih berada di luar negeri bisa difungsikan peran mereka sebagai embassy atau duta besar dari NU.
Nah, eks PCINU ini bagaimana bisa diarahkan dan difungsikan. Bukan berarti mereka ini nganggur. Mereka sudah berada di top management. Bukan mereka meminta pekerjaan, tetapi mereka malah banyak memberi pekerjaan orang. Namun, bagaimana mereka ini bisa dimanfaatkan oleh NU.
Bagaimana caranya agar peran PCINU baik yang masih aktif dan eks itu bisa maksimal?
Saya melihat NU itu sebagai bayang-bayangnya Indonesia. Struktur yang ada di pemerintahan Indonesia, mestinya di NU juga ada. Seperti Kementerian Luar Negeri yang mengurusi urusan-urusan luar negeri. Begitupun dengan NU, ada ketua urusan luar negeri yang seharusnya benar-benar mengurusi urusan-urusan luar negeri seperti PCINU-PCINU, beasiswa, dan lainnya. ia harus concern mensinergikan dan memanfaatkan PCINU-PCINU yang ada.
Di Hong Kong ada ratusan ribu Nahdliyin. Mereka juga tersebar di bebera negara-negara maju lainnya. Ini kah potensi yang luar biasa. Kalau ada informasi terkait banyak hal yang strategis, mereka kan bisa dimanfaatkan dan fungsikan. Untuk memfungsikan mereka bagaimana caranya itu kan bisa kita diskusikan bersama. Wadahnya mereka sudah ada, sudah PCINU, tinggal bagaimana mereka difungsikan. Ini potensi yang tidak bisa diabaikan. Sayang sekali kalau tidak difungsikan. Banyak profesor, doktor, engeener, ahli teknik, ahli mesin, ada ahli elektro, dan lainnya.
Untuk memanfaatkan dan memfungsikan mereka tidak harus dijadikan sebagai pengurus struktural, tetapi bagaimana energi positif mereka bisa dimanfaatkan. Ini PR kita bersama.
sumber Nu online
Ditulis dalam agama

Penyebab Dekadensi Moral Pelajar, Sudah Menyusup Puluhan Tahun Lalu

Kasus dekadensi moral pelajar saat ini terkuak dengan beredarnya kabar pemukulan seorang pelajar terhadap gurunya di Sampamg hingga meninggal. Kasus lain pun ikut terkuak seperti fenomena gunung es. Mulai dari anak yang menantang berkelahi gurunya sambil membuka baju, ada yang melaporkan guru ke polisi karena hukuman kecil seperti pemukulan dan sebagainya.

Apakah peristiwa hari ini, dan beberapa  kasus yang terungkap baru-baru ini memang baru muncul ? Mungkin saja baru muncul belum laam ini, atau paling lama setahun atau dua tahun ini. Namun, gejala menuju dekadensi moral pelajar yang saat ini kita lihat sekarang sudah lama berlangsung, mungkin sudah ada dalam kurun 20 tahun ke belakang.

Ini adalah efek, masuknya banyak sampah informasi dan pengaruh negatif dari budaya luar yang disisipkan melalui berbagai media, mulai dari obat terlarang, pornografi, musik, TV, cetak dan semakin marak adalah ketika populer nya media sosial. Virus -virus yang di sebarkan melalui media bukan hanya dilakukan terang-terangan tapi juga yang berupa hidden message , atau pesan tersembunyi. Pesan seperti ini akan meresap di dalam pikiran bawah sadar manusia dan mengendap dalam waktu lama, yang jika dalam kondisi tertentu atau krisis bisa saja melupa atau meledak tak terkendali. Contohnya game yang mengandung unsur kekerasan, itu bukankah sudah kita jumpai dalam dekade 20 tahunan yang lalu ?

Maka tak berlebihan jika dalam perbincangan terkait teori konspirasi, merusak otak dan karakter generasi muda merupakan bagian dari perang intelijen. Untuk merusak suatu negara, cukup efektif jika merusak generasi mudanya karena kan muncul generasi penerus yang lemah.

Dengan kondisi yang kita lihat sekarang apakah sudah terlambat untuk membendung segala virus atau sampah informasi itu ? Tak ada kata terlambat. Meskipun berat mengatasinya tapi kita harus optimis dengan bergerak mulai dari lingkungan terkecil masing-masing yaitu keluarga, lalu meningkat ke lingkungan yang lebih luas di pergaulan di masyarakat . Bekal di lingkungan keluarga adalah faktor yang penting sebagai modal utama untuk menyaring segala pengaruh dari luar, apakah baik atau tidak, lalu menyaring lagi dengan norm ayang berlaku dalam masyarakat ( norma umum seperti agama, sosial dan hukum ) apakah sesuatu itu baik atau tidak bagi diri dan orang lain.

Dengan masivnya media internet kita sudah saatnya mengubah strategi, bagaimana cara menghadapi anak zaman now, itu berbeda dengan cara orang tua mendidik kita di masa lalu. Dan Pendidikan Karakter yang selama ini di gaungkan Pemerintah jangan lagi sekedar slogan tanpa Realisasi.

Ditulis dalam Pendidikan

Sanad Ilmu Fikih Nahdlatul Ulama Sampai Kepada Rasulullah

 Pentingnya Sanad Ilmu

sanad-ilmu-fikih-nahdlatul-ulama-830x509

Dari Abdullah ibn Mas’ud ra., Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah (yang hidup) di zamanku, kemudian orang-orang setelahnya, kemudian orang-orang setelahnya”. (HR. Bukhari, No. 2652, Muslim, No. 6635).

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri (tanpa guru) dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan.”. (HR. Ahmad)

Ibnul Mubarak berkata: ”Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 No. 32 )Ibnul Mubarak berkata: ”Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 No. 32 )

Imam Malik ra. berkata: “Hendaklah seseorang penuntut itu hafalannya (matan hadith dan ilmu) daripada ulama, bukan daripada Suhuf (lembaran)”. (Al-Kifayah oleh Imam Al Khatib m/s 108)

Imam Asy Syafi’i ra. mengatakan: “Tiada ilmu tanpa sanad.”.

Berkata Imam Asy Syafi’i ra.: “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul Qadir juz 1 hal 433)

Berkata pula Imam Ats Tsauri ra.: “Sanad adalah senjata orang mukmin, maka bila kau tak punya senjata maka dengan apa kau akan berperang?”, berkata pula Imam Ibnul Mubarak: “Pelajar ilmu yang tak punya sanad bagaikan penaik atap namun tak punya tangganya, sungguh telah Allah muliakan ummat ini dengan sanad.”. (Faidhul Qadir juz 1 hal 433).

Al-Hafidh Imam Ats Tsauri ra. mengatakan: “Penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan orang yang ingin naik ke atap rumah tanpa tangga.”.

Sanad Ilmu Fikih Nahdlatul Ulama Sampai Kepada Rasulullah
Sanad Ilmu Fikih Nahdlatul Ulama – Sanad Imam Syafi’i (w. 204 H) kepada Rasulullah Shalla Allahu Alaihi wa Sallam memiliki 2 Jalur, Jalur Imam Malik dan Jalur Imam Abu Hanifah.

1. Jalur Imam Malik

Imam Malik bin Anas (w. 179 H, Pendiri Madzhab Malikiyah) berguru kepada ① Ibnu Syihab al-Zuhri (w. 124 H), ② Nafi’ Maula Abdillah bin Umar (w. 117 H), ③ Abu Zunad (w. 136 H), ④ Rabiah al-Ra’y (w. 136H), dan ⑤ Yahya bin Said (w. 143 H)

Baca Juga  Presiden Joko Widodo: NU Selalu Tampilkan Islam Ramah dan Damai

Kesemuanya berguru kepada ① Abdullah bin Abdullah bin Mas’ud (w. 94 H), ② Urwah bin Zubair (w. 94 H), ③ al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar (w. 106 H), ④ Said bin Musayyab (w. 94 H), ⑤ Sulaiman bin Yasar (w. 107 H), ⑥ Kharihaj bin Zaid bin Tsabit (w.100 H), ⑦ dan Salim bin Abdullah bin Umar (w.106 H).

Kesemuanya berguru kepada ① Umar bin Khattab (w. 22 H), ② Utsman bin Affan (w. 35 H),③ Abdullah bin Umar (w. 73 H), ④ Abdullah bin Abbas (w. 68 H), dan ⑤ Zaid bin Tsabit (w. 45 H).

Kesemua Sahabat dari Rasulullah Shalla Allahu Alaihi wa Sallama

2. Jalur Imam Abu Hanifah

Imam Syafii berguru kepada Muhammad bin al-Hasan (w. 189 H), berguru kepada Abu Hanifah (w. 150 H, Pendiri Madzhab Hanafiyah), berguru kepada Hammad bin Abi Sulaiman (w. 120 H).
Berguru kepada ① Ibrahim bin Yazid al-Nakhai (w. 95 H), ② al-Hasan al-Basri (w. 110 H), dan ③ Amir bin Syarahbil (w. 104 H).

Kesemuanya berguru kepada ① Syuraih bin al-Haris al-Kindi (w. 78 H), ② Alqamah bin Qais al-Nakhai (w. 62 H), ③ Masruq bin al-Ajda’ al-Hamdani (w. 62 H), ④ al-Aswad bin Yazid bin Qais al-Nakhai (w. 95 H).

Kesemuanya berguru kepada ① Abdullah bin Mas’ud (w. 32 H) dan ② Ali bin Abi Thalib (w. 40 H)

Kesemua Sahabat dari Rasulullah Shalla Allahu Alaihi wa Sallama

Madzhab Syafiiyah terdiri dari beberapa generasi (Thabqah).

Thabqah I Murid-Murid Imam Syafi’i

Abdullah bin Zubair Abu Bakar al-Humaidi (w. 219 H), Abu Ya’qub Yusuf bin Yahya al-Buwaithi (w. 231 H), Ishaq bin Rahuwaih (w. 238 H), Abu Utsman al-Qadhi Muhammad bin Syafi’i (w. 240 H), Ahmad bin Hanbal (w. 241 H, Pendiri Madzhab Hanbali), Harmalah bin Yahya bin Abdullah al-Tajibi (w. 243 H), Abu Ali al-Husain bin Ali bin Yazid al-Karabisi (w. 245 H), Abu Tsaur al-Kulabi al-Baghdadi (w. 246 H), Ahmad bin Yahya bin Wazir bin Sulaiman al-Tajibi (w. 250 H), al-Bukhari (w. 256 H), al-Hasan bin Muhammad bin al-Shabbah al-Za’farani (w. 260 H).

Baca Juga  NU Menjaga Keseimbangan Gerak Politik Indonesia yang Semakin Liar

Thabqah II

Abu Ibrahim Ismail bin Yahya al-Muzani (w. 264 H), Ahmad bin al-Sayyar (w. 268 H), al-Rabi’ bin Sulaiman (w. 270 H), Abu Dawud (w. 275 H), Abu Hatim (w. 277 H), al-Darimi (w. 280 H), Ibnu Abi al-Dunya (w. 281 H), Abu Abdillah al-Marwazi (w. 294 H), Abu Ja’far al-Tirmidzi (w. 295 H), Al-Junaid al-Baghdadi (w. 298 H).

Thabqah III

al-Nasai (w. 303 H), Ibnu Suraij (w. 306 H), Ibnu al-Mundzir (w. 318 H), Abu Hasan al-Asy’ari (w. 324 H, Imam Ahlissunah Dalam Aqidah), Ibnu al-Qash (w. 335 H), Abu Ishaq al-Marwazi (w. 340 H), al-Mas’udi (w. 346 H), Abu Ali al-Thabari (w. 350 H), al-Qaffal al-Kabir al-Syasyi (w. 366 H), Ibnu Abi Hatim (w. 381 H), Al-Daruquthni (w. 385 H).

Thabqah IV

al-Qadhi Abu Bakar al-Baqillani (w. 403 H), Ibnu al-Mahamili (w. 415 H), Mahmud bin Sabaktakin (w. 422 H), Abu Muhammad al-Juwaini (w. 438 H), al-Mawardi (w. 458 H), Ahmad bin Husain al-Baihaqi (w. 458 H), al-Qadhi al-Marwazi (w. 462 H), Abu al-Qasim al-Qusyairi (w. 465 H), Abu Ishaq al-Syairazi (w. 476 H), Imam al-Haramain (w. 478 H), Al-Karmani (w. 500 H).

Thabqah V

al-Ghazali (w. 505 H), Abu Bakar al-Syasyi (w. 507 H), al-Baghawi (w. 516 H), al-Hamdzani (w. 521 H), al-Syahrastani (w. 548 H), al-Amudi (w. 551 H), Ibnu Asakir (w. 576 H), Ibnu al-Anbari (w. 577 H), Abu Syuja’ al-Ashbihani (w. 593 H).

Thabqah VI

Ibnu al-Atsir (w. 606 H), Fakhruddin al-Razi (w. 606 H), Aminuddin Abu al-Khair al-Tibrizi (w. 621 H), al-Rafii (w. 623 H), Ali al-Sakhawi (w. 643 H), Izzuddin bin Abdissalam (w. 660 H), Ibnu Malik (w. 672 H), Muhyiddin Syaraf al-Nawawi (w. 676 H), Al-Baidhawi (w. 691 H).

Thabqah VII

Ibnu Daqiq al-Id (w. 702 H), Quthbuddin al-Syairazi (w. 710 H), Najmuddin al-Qamuli (w. 727 H), Taqiyuddin al-Subki (w. 756 H), Tajuddin al-Subki (w. 771 H), Jamaluddin al-Asnawi (w. 772 H), Ibnu Katsir (w. 774 H), Ibnu al-Mulaqqin (w. 804 H), al-Zarkasyi (w. 780 H).

Thabqah VIII

Sirajuddin al-Bulqini (w. 805 H), Zainuddin al-Iraqi (w. 806 H), Ibnu al-Muqri (w. 837 H), Syihabuddin al-Ramli (w. 844 H), Ibnu Ruslan (w. 844 H), Ibnu Zahrah (w. 848 H), Ibnu Hajar al-‘Asqalani (w. 852 H), Jalaluddin al-Mahalli (w. 864 H), Kamaluddin Ibnu Imam al-Kamiliyah (w. 874 H).

Baca Juga  Anis Baswedan: Selama 92 Tahun, NU Menjadi Pemersatu

Thabqah IX

Jalaluddin al-Suyuthi (w. 911 H), al-Qasthalani (w. 923 H), Zakariya al-Anshari (w. 928 H), Zainuddin al-Malibari (w. 972 H), Abdul Wahhab al-Sya’rani (w. 973 H), Ibnu Hajar al-Haitami (w. 974 H), al-Khatib al-Syirbini (w. 977 H), Ibnu al-Qasim al-Ubbadi (w. 994 H).

Thabqah X

Syamsuddin al-Ramli (w. 1004 H), Abu Bakar al-Syinwani (w. 1019 H), Syihabuddin al-Subki (w. 1032 H), Ibnu ‘Alan al-Makki (w. 1057 H), al-Raniri (w. 1068 H), Syihabuddin al-Qulyubi (w. 1070 H), Muhammad al-Kaurani (w. 1078 H), Ibrahim al-Maimuni (w. 1079 H), Ali al-Syibramalisi (w. 1078 H), Abdurrauf al-Fanshuri (w. 1094 H).

Thabqah XI

Najmuddin al-Hifni (w. 1101 H), Ibrahim al-Kaurani (w. 1101 H), Ilyas al-Kurdi (w. 1138 H), Abdul Karim al-Syarabati (w. 1178 H), Jamaluddin al-Hifni (w. 1178 H), Isa al-Barmawi (w. 1178 H), Athiyah al-Ajhuri (w. 1190 H), Ahmad al-Syuja’i (w. 1197 H).

Thabqah XII

Abdushomad al-Palimbani (w. 1203 H), Sulaiman al-Jamal (w. 1204 H), Sulaiman al-Bujairimi (w. 1221 H), Arsyar al-Banjari (w. 1227 H), Muhammad al-Syinwani (w. 1233 H), Muhammad al-Fudhali (w. 1236 H), Khalid al-Naqsyabandi (w. 1242 H), Abdurrahman Ba’alawi al-Hadhrami (w. 1254 H), Khatib al-Sanbasi (w. 1289 H), Ibrahim al-Bajuri (w. 1276 H).

Thabqah XIII

Zaini Dahlan (w. 1303 H), al-Bakri Muhammad Syatha (w. 1310 H), Nawawi al-Bantani (w. 1315 H), Shalih Darat (w. 1321 H), Muhammad Amin al-Kurdi (w. 1332 H), Ahmad Khatib al-Minangkabawi (w. 1334 H), Mahfudz al-Tarmasi (w. 1338 H), Ahmad Khalil al-Bangkalani (w. 1345 H), Yusuf bin Ismail al-Nabhani (w. 1350 H).

Thabqah XIV

KH Hasyim Asy’ari (w. 1367 H), Pendiri Jamiyah Nahdlatul Ulama

Ditandatangani Oleh:
Rais Am Dr. KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz
Ketua Umum Dr. KH. Said Aqil Siraj

Diterbitkan Oleh Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama

Referensi:
1. Muhammad Abu Zahrah “al-Syafi’i”
2. Hadlari Bik “Tarikh Tasyri”
3. Sirajuddin Abbas “Tabaqat al-Syafi’iyah”

Sumber: Aswaja NU Center Jatim. Baldatuna.com

Ditulis dalam agama

Pentingnya Menghargai Karya Meski Sekecil Apapun

Pada suatu hari saya bertemu dengan teman dari dunia maya, tapi bukan sembarang dunia maya karena kita aktif di komunitas Skyscrapercity Indonesia. Berhubung karena baru pertama kali bertemu , meski sudah mengenal lama ya tak ada salahnya berkenalan secara langsung. Pertemuan itu tak lama, tapi ada sesuatu yang bisa saya ambil dari hasil perbincangan kami.

Dulu di cukup aktif di komunitas, sering turun ke lapangan untuk memotret objek yang menjadi topik bahasan kami, apa saja objek itu lalu di upload di forum. Tapi belakangan ini, dan tak terasa sudah hampir setahun atau dua tahun ini dia tak begitu terlihat di forum. Nah, karen aitu pula saya tadinya berniat menemuinya secara langsung, kira-kira ada apakah yang mebuta dia tidak aktiv lagi ?

Ternyata, jawabannya adalah kurangnya apresiasi. Ketika dia mengupload foto, jarang sekali ada yang mengkomentari apalagi berdiskusi tentang sesuatu yang terkait objek itu. Mungkin karena merasa tidak dianggap, akhirnya dia memilih menjadi seorang silent rider.

Di sini kita menyadari betapa menghargai hasil karya orang lain itu penting, meski sekecil apapun. Jangan sampai tindakan kita yang acuh malah embuat orang berhenti berkarya. Saya sebenarnya menyayangkan sikapnya yang seolah  mundur dalam forum. Tapi apa boleh buat itu menjadi keputusannya.

Nah, tak jauh berbeda dari teman saya ini, saya sebenarnya juga menangkap banyak orang lain yang mengalami nasib kurang lebih sama. Ada anggota yang rela turun ke lapangan, menyisihkan waktu luangnya untuk memotret, istilah kami  hunting pict, tapi bukan apresiasi atas usaha nya itu melain ada yang mencaci maki karena sedikit kekurangannya menambah keterangan dalam foto yang dia upload. Seakrang saya lihat dia juga jarang aktif.

Sebenarnya saya juga pernah merasakan perlakuan demikian, ketika apa yang saya tampilkan malah mendapat kritikan dan disuruh dihapus meskipun saya punya argumen sendiri mengapa sebuah foto itu masuk kategori topik yang perlu saya bahas.

Tapi berbeda dengan teman saya tadi, saya cuek dengan minimnya apresiasi orang lain. Karena saya tidak fokus kepada sikap orang lain terhadap saya, melainkan apa yang saya lakukan adalah demi kepentingan  forum. Itu yang tetap harus saya perjuangkan. Karena peran saya itu saya harus tetap bertindak, melakukan apa yang saya mampu untuk memperkenalkan potensi Banyumas Raya , mengemukakan segala ide saya untuk kemajuan  tak peduli ada yang membaca ataupun menindaklanjuti ( jika yang membaca merupakan pejabat yang berkepentingan atau berwenang) . Karena sementara  hanya ini yang bisa saya lakukan .

Kembali ke topik, marilah kita menghargai hasil karya orang lain meskipun seremeh atau sekecil apapun, karena bukan tidak mungkin dengan adanya perhatian dan dialog tentang hal-hal kecil itu bisa berperan untuk menemukan solusi pada persoalan lain yang terkait baik langsung atau tidak langsung. Karena tujuan forum adalah bukan untuk berdebat tapi bersama sama membahas segala persoalan agar daerah kita berkembang menuju arah pembangunan yang lebih baik.

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

UNTUK MENJADI YANG TERBAIK LAKUKAN YANG TERBAIK

Seorang Guru membuat garis sepanjang 10 cm di atas papan tulis, lalu berkata : “Anak-anak, coba perpendek garis ini!”

Anak pertama maju kedepan, ia menghapus 2 cm dari garis itu, sekarang menjadi 8 cm. Pak Guru mempersilakan anak ke 2. Iapun melakukan hal yang sama, ‘sekarang’ garisnya tinggal 6 cm. Anak ke 3 & ke 4 pun maju ke depan, sekarang garis itu tinggal 2 cm.

Terakhir, *anak yang bijak* maju ke depan, ia membuat garis yg lebih panjang, sejajar dengan garis pertama, yang tinggal 2 cm itu.

Sang Guru menepuk bahunya,
*”Kau memang bijak. Untuk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya – cukup membuat garis yang lebih panjang. Garis pertama akan menjadi lebih pendek dengan sendirinya.”*

*Untik menjadi besar Tak perlu mengecilkan yang lain, tak usah menjelekan yang lain, karen secara tak langsung, membicarakan kejelekan yang lain adalah cara tak jujur utk memuji diri sendiri. Cukup lakukan kebaikan terbaik yang dapat kita lakukan untuk smuanya, biarkan waktu akan membuktikan kebaikan tersebut.*

Jadilah besar tanpa mengecilkan yang lain…Jadilah baik tanpa menjelekan yang lain…Jadilah tinggi tanpa merendahkan yang lain…

#ilmu dari Kiyai Yamin..

sumber Nahdloh.com 

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

16 Nasihat TERBAIK KH. Musthafa Bisri

 

1.Kebenaran kita berkemungkinan salah, kesalahan orang lain berkemungkinan benar. Hanya kebenaran Tuhan yang benar-benar benar.

2. Kalau Anda boleh meyakini pendapat Anda, mengapa orang lain tidak boleh.

3. Jangan banyak mencari banyak, carilah berkah. Banyak bisa didapat dengan hanya meminta. Tapi memberi akan mendatangkan banyak dan berkah.

4. Tidak ada alasan untuk tak bersedekah kepada sesama. Karena sedekah tidak harus berupa harta. Bisa berupa ilmu, tenaga, bahkan senyum.

5. Apa yang kita makan, habis. Apa yang kita simpan, belum tentu kita nikmati. Apa yang kita infakkan justru menjadi rizki yang paling kita perlukan kelak.

6. Abadikan kebaikanmu dengan melupakannya.

7. Tawakkal mengiringi upaya. Doa menyertai usaha.

8. “Berkata baik atau diam” adalah pesan Nabi yang sederhana tapi sungguh penting dan berguna untuk diamalkan dan disosialisasikan.

9. Janganlah setan terang-terangan engkau laknati dan diam-diam engkau ikuti.

10.Mau mencari aib orang? Mulailah dari dirimu !

11. Hati yang bersih dan pikiran yang jernih adalah suatu anugerah yang sungguh istimewa. Berbahagialah mereka yang mendapatkannya.

12.Meski sudah tahu bahwa memakai kaca mata hitam pekat membuat dunia terlihat gelap, tetap saja banyak yang tak mau melepaskannya.

13. Awalilah usahamu dengan menyebut nama Tuhanmu dan sempurnakanlah dengan berdoa kepadaNya.

14.Ada pertanyaan yang ‘tidak bertanya’; maka ada jawaban yang ‘tidak menjawab’. Begitu.

15. Sambutlah pagi dengan menyalami mentari, menyapa burung-burung, menyenyumi bunga-bunga, atau mendoakan kekasih.
Jangan awali harimu dengan melaknati langit.

16. Wajah terindahmu ialah saat engkau tersenyum. Dan senyum terindahmu ialah yang terpantul dari hatimu yang damai dan tulus…

Selamat beraktifitas saudaraku!!!

copas dari Fb Anas Yudiarso

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Tetaplah Tersenyum Meskipun Menghadapi Orang Yang Tak Menyukai Kita

Masalah adalah tantangan hidup. Termasuk masalah mengahdapi orang-orang di sekitar kita. Kita harus sadar bahwa tak semua orang bisa menerima kita, tak semua orang menyukai kita. Dan kita tak bisa memaksa agar semua orang mau menyukai kita.

Ada teman saya bercerita begini, ” Anda seenaknya saja memperlakukan saya, apa mentang-mentang saya lebih rendah atau gimana, Apa saja diomong, di cari-cari kesalahan, giliran sesuatu yang baik dari saya anda diam saja pura-pura tidak tahu” begitu kira-kira curhat yang di tulis di medsosnya.

Ada lagi yang bercerita begini, ” Situ suka banget cari masalah, hanya karena sedikit halaman kotor saja di komentari, dinyinyirin sampai kemana-mana, tapi giliran situ nebang pohon sampai merusak ledeng air, diam saja pura-pura tidak tahu, boro-boro minta maaf, padahal saya minta ganti rugi pun tidak”. Kurang lebih begitu curhatnya.

Bahkan pada kasus lain ada yang lebih parah, sampai ke lingkungan kerja anak dari orang yang tak disukai. Keepo tingkat akut ini mendorong sikap ikut mencampuri segala berita atau informasi apapun yang berkaitan dengan target, ikut mempengaruhi teman atau lingkungan kerja target sehinga tercipta suasana yang tidak dikehendaki sebagai tempat kerja . Dan itu juga ada yang mengalaminya.

Begitulah kehidupan kita, dan begitulah masyarakat kita. Dan sebenarnya bukan hanya cerita dua teman saya ini, melainkan pasti di alami banyak orang lainnya. Dengan cerita yang mungkin sedikit berbeda tapi pad aintinya bermasalah dengan orang-orang tertentu disekitarnya. Dan pada kesimpulannya , kenyataanya tak semua orang tak bis akita paksa agar mau menerima dna menyukai kita, meskipun kita sudah berusaha memperbaiki diri dan meprbaiki cara berinteraksi.

Kita harus fokus pada diri sendiri, buka fokus ke orang lain, karena jika kita fokus kepada orang lain, tindakan orang lain atau reaksi orang lain, kita yang akan terseret pada ketidak bahagiaan . sekarang cobalah lebih menikmati hidup tanpa terpengaruh apapun reaksi negatif orang lain.

Ada dua fase yang perlu kita lakukan terkait fokus kepada diri sendiri ini, pertama yaitu fokus meningkatkan amal ibadah kita, antara lain dengan selalu beribadah dan berdoa agar kita senantiasa mendapat pertolongan dari Allah SWT dari segala masalah kehidupan . Yang kedua, kita fokus meningkatkan prestasi kita baik dalam keterampilan, presatsi , dan pekerjaan. Dengan fokus kepada usaha memperbaiki diri sendiri ini, pikiran kita tak lagi terusik oleh apapun tindakan negatif orang lain, jika kita bertemu di jalan dengan orang yang membenci atau dengki kepada kita, cukup beri senyuman saja. Jangan pernah sakit hati atas kata atau tindakan mereka karena tindakan itu justru merugikan kita, dan tubuh kita akan bereaski mengeluarkan hormon negatif yang bisa berefk pada stress dan sebagainya.

 

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Mencari Persamaan Frekuensi

Ketika kita menyetel tombol Tv atau Radio , banyak sekali chanel yang kita temui, menyajikan berbagai acara dalam waktu yang bersamaan. Namun kita hanya memilih acara yang benar -benar kita suka saja. Posisi kita sebagai filter berfungsi, yaitu memilih apa saja yang menurut kita baik untuk kita, berguna dan sesuai pikiran atau selera kita.

Persamaan frekuensi tidak hanya berlaku dalam teknologi broadcast saja , tapi dalam kehidupan pergaulan sehari-hari sebenarnya kita pun mempraktekannya. Kita ngobrol dengan orang lain tentang suatu topik tertentu, hanya bisa berlangsung jika orang lain memiliki ketertarikan yang sama untuk membahas topik itu. Ini artinya persamaan frekuensi berlaku di sini. Dalam teori ilmu komunikasi , tujuan dari komunikasi adalah adanya keseimbangan atau persamaan makna terhadap suatu hal . Maka persamaan frekuensi merupakan syarat mutlak untuk berlangsungnya proses dari komuniasi itu sendiri. Baik persamaan berupa ketertarikan topik maupun persamaan  persepsi/ pengertian tentang pesan-pesan yang saling diterima masing-masing.

Saya memiliki suatu pengalaman terhadap contoh ini. Dulu saya mempunyai teman yang enak untuk bertukar pikiran. Kita memiliki berbagai persamaan baik pengetahuan tertentu maupun ketertarikan suatu  topik  yang tak mudah di pahami orang lain. Nah, ketika kami sedang berbincang-bincang orang-orang di sekitar kami tak ada paham dengan apa yang kami perbincangkan. Ini menandakan ada perbedaan frekuensi antara kami dan mereka.

Sebenarnya persamaan frekuensi ini merupakan hal yang baik, akan tetapi jika kita kurang berhati-hati bisa saja kita tak menyadari adanya suatu tindakan tertentu memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan tertentu. Sekarang kita masuk era informasi dimana berbagai konten negatif termasuk hoak memanfaatkan persamaan frekuensi untuk menyebarkan berita-berita sesat dan hasilnya akan mudah dipercaya oleh orang yang menyukainya tanpa perlu berikir apakah itu fakta atau bukan. Inilah kelemahan yang harus kita waspadai.

Mari kita gunakan prinsip persamaan frekuensi untuk hal-hal yang positif , mencari pengetahuan dan pengalaman baru. Bukan untuk menghabiskan waktu berselisih terhadap persoalan yang tak berguna. Persamaan frekuensi ini pula yang mengantarkan saya untuk bergabung dengan komunitas tertentu dan berkenalan dengan orang-orang baru.

 

Ditulis dalam Hoax, Inspirasi dan Motivasi
Kota Baru Purwokerto
Ikuti saya di Twitter
Statistik Blog
  • 22,894 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Februari 2018
S S R K J S M
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728