Membenci Orang Yang Tak Dikenal

Saat ini perkembangan dunia internet termasuk diantaranya medsos sangat pesat . Dengan perkembangan teknologi ponsel maka tak hanya orang yang berwawasan luas atau berpendidkan tinggi saja yang bisa mengakses internet melainkan semua orang  di seluruh lapisan masyarakat tak peduli tingkat pengetahuan dan pendidikan. Ini berbeda dengan saat awal masuknya internet ke Indonesia dimana masa itu hanya orang yang melek teknologi yang memiliki dasar dasar pengetahuan komputer atau teknologi dan sedikit banyak bisa membuat email  saja yang mengerti internet.

Seiring perkembangan ini telah banyak berbagai peristiwa yang menyangkut kasus tertentu yang dialami banyak orang. Mulai dari kasus penganiayaan, bully atau saling mengejek dan sebagainya itu sudah menjadi pemandangan yang biasa yang kita lihat sekarang.

Untungnya dengan adanya UU ITE dan seperangkat aturan lainnya temasuk fatwa MUI , berbagai kekacauan itu sedikit mereda. Jika tidak diatur maka perdebatan dan permusuhan yang berawal dari sesuatu yang tidak serius atau remeh ataupun sekedar iseng bisa saja membuat heboh dan kita kenal dengan istilah viral. Lalu kita bisa melihat dari sini mulai saling bully dan sebagainya. Kita harus memahami bahwa netizen itu dari berbagai kalangan dan latar belakang tentu jika membaca tulisan tertentu yang sama bisa saja reaksi mereka berbeda . Itu yang saat ini banyak tak disadari telah menimbulkan berbagai ketidaknyamanan di medsos.

Saya masih ingat beberapa bulan lalu atau tahun lalu konstelasi dunia politik tanah air  ikut memanas . Karena postingan berbau politik maupun sara bisa menimbulkan perselisihan antar netizen padahal perbedaan pandangan dan pendapat sebenarnya sesuatu yang wajar , akan tetapi masih  banyak orang yang tak menyadari arti pentingnya pemahaman yang bebeda ini. Ada kecenderungan berpikir bahwa hanya pendapat dirinya dan kelompoknya yang mutlak benar sementara pendapat lain dianggap salah dan dimusuhi.

Maka saya lihat di dunia medsos pun demikian , ada orang saling bermusuhan hanya karena berbeda sikap dan pendapat padahal di dunia nyata belum tentu saling kenal atau pernah bertemu. Dan ini yang membuat saya aneh jika membayangkan bagaimana membenci orang lain yang tidak kita kenal. Tentunya perasaan yang timbul seperti ini diakibatkan karena tulisan di medsos bisa jadi orang saling berselisih yang tidak ada habisnya tak peduli pilpres dan pilkada telah usai.

Ini sangat disayangkan kita menghabiskan banyak energi untuk sesuatu yang tidak produktif. Oleh karena itu kita semua berkewajiban untuk meredam semua yang panas . Kita tidak perlu ikut-ikutan membully atau menyebarkan berita hoak . Dan tentu saja kita tak perlu menanggapi berlebihan tulisan atau status orang lain di ruang medsosnya. Karena tindakan itu rentan menjebak kita dalam sesuatu yang disebut membenci orang yang tak dikenal.

Komunikasi di internet sangat berbeda dengan komunikasi tatap muka . Karena adanya beberapa perbedaan yang mendasar, kita tidak bisa memahami kondisi psikis atau emosi lawan kita di medsos , bisa saja mereka sedang memiliki persoalan atau masalah atau apa saja yang kita tidak tahu atau sedang melakukan apa , Maka situasi itu bisa saja menimbulkan salah tafsir atas apa yang kita ketik .  Kata kata iseng pun bisa membuat tersinggung dan sebagainya.

Maka mulai dari sekarang kita lebih waspada dan tak sembarang mengomentari perkataan atau perbuatan orang lain di medsos . Kita perlu mengapresiasi apa saja tindakan atau prestasi yang positif  tapi tak perlu mencampuri lebih dalam jika ada perbedaan pandangan atau pendapat.

Iklan
Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Tak Perlu Ceritakan Semua

Jebakan betmen itu tak selalu berbau komersil atau penipuan tetapi kadang numpang dalam hubungan persaudaraan atau persahabatan contoh ketika orang mendekat dan terlihat baik dengan kita dalam beberapa kasus ternyata itu salah satu trik untuk mendapat informasi yang bisa menjadi bumerang membahayakan diri kita itu yang dinamakan jebakan betmen maka pakailah selalu ilmu bawang yatu bahwa tak semua apa yang kau tau perlu kau ceritakan pada orang lain dan itulah prinsip self disclosure tak peduli kau berada pada sisi mana dalam johari window. Self Disclosure adalah Penyingkapan diri atau keterbukaan dari diri kita kepada orang lain. Sedangkan Johari window adalah sebuah tabel yang menunjukkan berbagai posisi diri kita dalam kaitannya dengan teori keterbukaan diri antara lain bagian diri yang terbuka, tak disadari, tersembunyi, dan tak diketahui . Sementara Teori kulit bawang merupakan salah satu yang mengungkap bagaimana kita  mengungkapkan diri kita kepada orang lain  seperti kulit bawang yang berlapis-lapis dimana makin kedalam sifatnya semakin rahasia.

Dulu, sudah lama seklai saya mendapat pelajaran yang berharga dari beberapa orang yang berbeda namun mereka mengatakan satu arahan yang sama. Yaitu kurang lebih seperti ini ” Apa saja yang kita dengar atau apa saja pembicaraan kita dengan seseorang tak perlu kita beritahukan atau diungkapkan kepada orang lain”. Dan baru-baru ini saya bertemu dengan orang lain lagi ternyata membicarakan suatu topik yang kurang lebih sama. Ternyata saya menyadari ini seperti sebuah prinsip dalam bertindak dan berbicara yang baik dan tepuji dimana kita cukup berbicara apa yang perlu kita katakan dan kepada siapa yang memang perlu untuk mengetahuinya.

Tentu dalam kehidupan bermasyarakat kita akrab dengan sesuatu yang disebut isu atau gosip sebenarnya bearsal dari tindakan yang ceroboh yang tidak mampu menjaga prinsip ini. Membicarakan sesuatu yang tak seharusnya banyak orang tahu apalagi sesuatu yang banyak ditambah dan dikurangi dan tak kredibel lagi nila kebenarannya.

Kita memang tak bisa menghindarkan diri dari perilaku sebagian orang yang seperti itu tapi untuk diri kita sudah seharusnya menerapkan prinsip ini dalam kehidupan dan tak perlu ikut-ikutan menebar kekacauan di masyarakat yaitu mengatakan sesuatu yang tak perlu kita katakan. Selain bisa menjaga diri kita pada saat ini juga menjaga diri dari jebakan betmen.

Jebakan betmen merupakan istilah yang kira kira berarti perangkap diri yang dibuat orang lain untuk keuntungan dirinya. Jika kita bisa memegang prinsip apa itu rahasia dan kita tak mengumbar berita atau perkataan maka suatu saat nanti kita juga akan terjaga dari sesuatu fitnah atau sejenisnya yang bisa saja menyerang kita dan sumbernya berasal dari perkataan kita sendiri.

Ada contoh sederhana yang saya jumpai sebagai berikut. Ada orang yang terlihat begitu baik di depan , dia sering berkunjung dan menyapa . Tapi setelah beberapa kali diperhatikan ternyata saat mendekati orang dia rupanya sedang mencari informasi baik tindakan , perkataan atau keadaan. Dan itu menjadi bahan gunjingan atau obrolan gosip dia dengan orang lan di belakang orang yang diperlakukan seolah-olah baik itu. Dan Prinsip yang kita pegang tentu bisa menjaga diri dari perilaku orang seperti itu.

Dan sangat perlu kita renungi ungkapan bijak ini ” Berbicaralah sesuatu yang baik atau diam” .

 

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Gerakan Menanam 1000 Pohon Aren

Saya sangat mengapresiasi Pemerintah Daerah yang secara kreatif bisa menciptakan program pemberdayaan masyarakat dengan mengelola alamnya. Salah satunya di Kabupaten Pekalongan yang digalakkan menanam pohon aren tentu dengan berbagai pertimbangannya akan manfaat pohon ini. Dan program lain yang patut dicontoh daerah lain yaitu menanam satu jenis pohon buah dalam satu desa, ini sangat menarik menurut saya dan senada dengan tulisan yang pernah saya tulis tentang konsep desa wisata buah dengan program ini  yang namanya desa wisata buah tentu akan mudah terwujud . Dan Setiap desa memiliki hasil produk panen yang berbeda tentu bisa menjaga kestabilan harga yang implikasinya meningkatkan kesejahteraan warga karena tidak ada kelebihan penawaran atau jatuhnya harga karena stok panen yang melimpah buah sejenis.

Artikel ini bisa menginspirasi kita

Pemkab Pekalongan Tanam Sejuta Pohon Aren, Kenapa Pilih Jenis Ini?

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengatakan, pihaknya menargetkan satu juta pohon aren ditanam di Kabupaten Pekalongan. Untuk awal program, ribuan bibit aren ditanam di Desa Rojoselo dan dihadiri oleh Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan serta masyarakat.

“Untuk awal di Rojoselo, nantinya akan ditanam di beberapa desa yang kontur tanahnya cocok untuk tumbuhnya pohon aren,” kata Asip.

Mengapa memilih pohon aren? Asip mengatakan pohon arenmerupakan pohon yang multy fungsi. Selain pohonnya bisa digunakan untuk masyarakat, keberadaan pohon ini juga menjadi cadangan air serta penahan longsor bagi tanah miring.

“Sangat multifungsi. Akarnya jadi obat, air aren jadi gula jawa, buahnya jadi kolang kaling. Daun bisa jadi atap. Kami akan kejar target sejuta pohon aren bisa ditanam di Kabupaten Pekalongan,” katanya.

Asip berharap program Sejuta Pohon Aren ini bisa dimanfaatkan baik oleh masyarakat. Program ini, kata Asip, juga sebagai upaya mendukung pelestarian hutan dan lingkungan.

“Ada pohon yang boros menyerap air, kalau pohon aren ini tidak. Semoga bisa memberikan manfaat lebih untuk masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Dandin 0710 Pekalongan, Letkol Inf Bambang Heri Wahyudi, mengatakan, pihaknya mendukung penuh program pemerintah khususnya yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan.

“Kabupaten Pekalongan kontur tanahnya rawan longsor. Selain menjadi cadangan air, pohon aren ini juga bisa mebgurangi erupsi tanah,” kata Bambang Heri.

Tak hanya penanaman pohon aren, Bambang Heri mengatakan pihaknya juga sedang mencanangkan sebuah kampung yang fokus menanam satu jenis pohon.

“Dalam waktu dekat, nanti ada namanya kampung alpukad. Mudah mudahan rencana ini dilancarkan,” katanya.

sumber Tribun Jateng

 

 

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Dahsyatnya Tindakan Memulai

mulai

Memulai adalah tindakan nyata dari semua yang ada dipikiran atau gagasan . Semua gagasan meskipun setinggi langit tetap tak akan memiliki makna apa -apa jika sebuah tindakan tak pernah dimulai.

Saya akan bercerita tentang blog amatir ini . Cerita serupa sudah ada tapi sekedar mengingatkan kembali di sini karena saya akan membahas yang lebih luas dan cerita ini hanya sekedar contoh.

Saya membuat blog ini pada tahun 2011 sebagaimana pernah saya ceritakan pada halaman berjudul “

Reborn Blog

TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MEMULAI KEMBALI Menata kembali Setelah Terlantar ,Cerita tentang Blog ini ” 

Dibuat pada tahun 2011 kemudian saya tinggalkan hingga sekitar 5 tahun , baru pada bulan Januari 2016 saya mencoba merawat blog ini, mengubah nama dan sebagainya. Mulai bulan Januari mulai mengisi artikel lagi tapi belum memperlihatkan hasil berupa jumlah pengunjung . Semua berjalan lambat tapi saya terus mengisi artikel . Hingga baru pada setahun berikutnya pengunjung blog semakin banyak. Jadi proses itu tidak instan tapi butuh waktu . Dan sekarang alhamdulilah sudah mencapai seribu lebih pengunjung dalam sebulan untuk blog yang berkategori amatir . Tentu yang terjadi hari ini tak mungkin terjadi seandainya saya tak melakukan apapun  , sesuatu yang saya sebut sebagai ” memulai” .

Kesalahan atau penyesalan di masa lalu juga bukan alasan kita untuk berputus asa, jutaan detik yang terlewat , bagi orang yang menyesali masa lalu adalah sebuah kesempatan besar untuk memulai hidup yang bermakna yang bisa membalas atas segala kelalaian atau kesalahan yang telah lewat. Tak ada tempat bai orang yang berputus asa tapi selalu ada kesempatan bai semua orang yang menyadari dan menyesali masa lalunya untuk berbuat yang lebih baik untuk masa depan.

Dari sinilah pentingnya sebuah tindakan yaitu memulai. Memulai memperbaiki diri, tindakan  yang barangkali tak terlihat hasilnya dalam waktu singkat , atau tak terasa efeknya saat perubahan berupa perbaikan itu dilakukan. Tapi tetap yakin dengan niat yang teguh usaha yang terus menerus dan suatu saat pasti akan memprlihatkan hasil. Ada ungkapan lain mengatakan “hasil tidak pernah berbohong”.

Itulah dahsyatnya memulai , dan  cerita kecil dari saya tentu bisa diterapkan pada persoalan atau topik yang lebih luas. Ada 3  kunci yang bisa kita tangkap  yaitu : Menyesali kekeliruan yang telah lewat, Memulai untuk melakukan perbaikan dan Terus Melakukan perbaikan itu secara konsisten .

Untuk nasehat yang serupa saya meminjam istilah dari Aa Gym dengan 3M yaitu Mulai sekarang, Mula dari diri sendiri dan Mulai dari yang terkecil.

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Mencari Objek Wisata Anti Mainstream

Pada awalnya suatu tempat atau lokasi yang disebarluaskan hingga menjadi viral di dunia maya merupakan sesuatu yang unik dan menimbulkan animo masyarakat yang tinggi untuk mendatanginya, telah sukses mengangkat citra suatu tempat menjadi lokasi pilihan masyarakat untuk berkunjung dan tentu saja meningkatkan PAD pemerintah daerah setempat.  Tapi sayangnya daerah lain baik yang memiliki karakter berbeda atau sama cenderung mengikuti arus dengan cara pengembangan kepariwisataan yang meniru konsep yang ditawarkan oleh tempat yang lebih dulu populer ini atau dengan kata lain disebut imitasi atau meniru tentu daya tariknya juga kurang . Memang mengembangkan potensi wisata itu baik sebagai baian dari mengeksplorasi potensi akan tetapi seringkali mengabaikan potensi lokal yang khas dan lebih  menonjolkan sesuatu yang umum atau dijumpai karena karakternya ditemukan ditempat lain.

Banyak kejadian seperti ini bisa kita lihat contohnya :

  1. Ketika sebuah TV swasta mengadakan kompetisi film dokumenter dan kontes dimenangkan Jember Fasion Carnival  atau JFC dan menjadikan Jember kota tujuan wisata favorit untuk event itu hampir semua daerah meniru konsepnya hanya sedikit polesan yang berbeda seperti oramen atau pernak-pernik saja yang diklaim sebagai khas lokal .
  2. Ketika payung sebagai ornament yang menarik dijadikan sebagai sesuatu yang dominan menghias suatu tempat dengan digantung dan kemudian dikenal sebagai wisata payung dan populer , daerah atau tempat lain ikut-ikutan menggantung payung ada yang dilengkapi lampu seperti lampion di malam hari dan sebagainya.
  3. Ketika ada daerah yang warganya kreativ mengecat tanggul sungai atau saluran tersier berwarna warni ditiru daerah lain dengan mengecat tanggulnya.
  4. Sebuah daerah di pegunungan (watumeja di Tumiyang Kebasen Banyumas contohnya) populer dengan pemandangan indah di sekitarnya lalu dikembangkan dengan dibuat selfi dek, memang sangat menarik untuk bersantai dan berselfi tapi kemudian ditiru banyak daerah di puncak perbukitan lain dan rata -rata menawarkan konsep yang sama seperti selfi dek, selfi spot dengan background seperti sarang burung atau ikon lain.

Itu contoh sebagian kecil saja dan masih banyak yang lain. Mang kita perlu mengapresiasi semangat warga masyarakat yang ingin mempopulerkan potensi wisata di daerah namun alangkah baiknya tidak perlu terbawa arus mainstream atau ikut-ikutan yang sudah populer. Karena disamping nilai daya tariknya kurang kuat karena bandingannya adalah yang pertama kali populer juga mengesampingkan potensi lokal yang seharusya lebih ditonjolkan. Semua karya masyarakat di sekiarnya adalah potensi bahkan apa saja yang menjadi rutinitas atau ritual tertentu masyarakat daerah itu juga punya nilai jual menjadi desa wisata budaya.  Daripada ikut bumbu kepopuleran tempat lain akan lebih baik jika mengangkat potensi lokal misalnya buah atau sayur hasil bumi apa yang dihasilkan , karya seni atau produk apa yang dihasilkan , kegiatan warga apa yang perlu diinformasikan ke masyarakat luas , kuliner dan sebainya.

Dan kita menyadari dengan banyaknya tempat menawarkan konsep wisata yang serupa tentu membuat boring dan sudah saatnya pelaku wisata  terutama desa wisata yang dikelola masyarakat sadar wisata menawarkan konsep berbeda yang anti mainstream  karena daya tarik akan lebih kuat dan mudah diingat orang dan tentu akan lebih berkesan.

Ditulis dalam Inovasi

Meredam Polusi Informasi

Polusi bukan hanya apa yang kita lihat atau kita rasakan dilingkungan kita saja seperti bunyi bising,  debu , bau yang tidak sedap  atau cahaya yang menyilaukan mata. Polusi jenis ini bisa kita atasi dengan mudah akan tetapi ada jenis polusi yang sangat sulit diatasi yang dampaknya bisa jauh lebih buruk bagi kita.

Jika air tercemar bisa dijernihkan dan dibersihkan dengan berbagai metode , demikian juga suara bising , debu , cahaya dan pencemaran lainnya yang bersifat fisik. Akan tetapi  jika polusi informasi dampaknya sangat besar dan mengatasinya tidak bisa secara instan .

Apa yang bisa anda lihat di facebook, atau grup wa dan sarana medsos lainnya tidak selalu sesuai yang yang anda ingin ketahui.  Bayangkan ketika setiap saat ponsel berbunyi sebagai penanda berita atau notifikasi masuk ke akun kita saat tersambung internet . Bisa menimbulkan ketagihan agar kita selalu rutin membuka dan memeriksa apa yang terjadi , kabar apa yang bisa diketahui atau apa saja yang pasti sesuatu yang baru. Ini bisa dikatakan sebagai bahaya tahap pertama. Dampaknya paling kecil namun tidak jarang mebuat orang gelisah jika beberapa jam saja ponselnya mati atau tertinggal atau  tidak online . Gelisah karena takut tertinggal kabar yang sebenarnya tidak selalu semuanya perlu untuk segera diketahui.

Bahaya tahap kedua adalah rawannya terpapar pembelokan informasi . Ini yang sangat erat kaitannya dengan hoak. Pembelokan informasi bukan saja mempengaruhi sikap dan cara pandang kita terhadap suatu hal pada saat itu , namun bisa berefek jangka panjang. Berita yang salah bisa tetap merasuki pikiran kita seumur hidup kita selama kita belum menyadarinya . Ini yang kita katakan sebagai pencucian otak. Karena bisa mempengaruhi kerangka berpikir dan orientasi yang mempengaruhi segala tindakan kita dimanapun kita berada. Mungkin sebagian besar kita tidak menyadari dampak dari sesuatu berita viral yang kita tak tahu persoalan sebenarnya karena seuatu yang disebut berita itu diupload dan telah mengalami beberapa proses pengolahan mengakibatkan distrorsi makna dari  berita yang sebenarnya.

Polusi informasi bisa menjadi media pencucian otak yang sangat sulit disembuhkan . Lalu bagaimana tips kita untuk menjaga diri agar terhindar dari polusi informasi ? Ada beberapa yang bisa kita lakukan antara lain :

  1. Tetap mempertahankan eksistensi diri  di dunia Offline artinya jangan selamanya kita terkurung atau tersambung ke dunia maya karena kita tetap membutuhkan dunia kita yang sebenarnya sebagai tempat belajar dan berinteraksi .
  2. Mengurangi ketergantungan terhadap medsos . Kita bisa menyibukkan diri dengan kegiatan lain yang bermanfaat seperti berkumpul dengan teman, keluarga, bersantai di ruang terbuka .
  3. jika kita membaca sebuah berita, terutama yang menyangkut isu sensitiv sebaiknya memeriksa kebenaran berita itu melalui berbagai saluran yang tersedia , perdarimana kita mendapatkan pertama kali, periksa  sumber sebelumnya dan telusuri sumber awal pembuat info lalu cari data pembanding lalu timbanglah dengan akal sehat .
  4. Jika kita menyadari telah terpapar atau terpengaruh polusi informasi segera menyembuhkan diri dengan tidak lagi mengikuti sumber-sumber yang disinyalir sebagai penyebarnya dan ubahlah kerangka berpikir kita sesuai kondisi awal.
Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Manfaat Lain Air Hujan

Artikel ini melengkapi artikel yang pernah saya posting beberapa bulan lalu yang berjudul memanen air hujan.
Kita selama ini kebanyakan mengenal air hujan sebatas hanya untuk kebutuhan pengairan. Sebelum sistem irigasi ditemukan, air hujan merupakan sumber pengairan utama , dalam sistem pertanian tradisional kita dikenal dengan nama sistem sawah tadah hujan. Tentu saja sangat terbatas hasil panennya yaitu hanya sekali dalam setahun. Ketika sistem  irigasi ditemukan peran air hujan untuk pertanian mula berkurang.
Namun ternyata bagi daerah dengan sumber air yang terbatas , peran air hujan tenyata lebih dari sekedar untuk pertanian melainkan juga untuk kebutuhan harian, bahkan mengandalkannya sebagai sumber air minum. Caranya dengan mebuat telaga atau tempat penampungan air yang bisa bertahan untuk mencukupi kebutuhan air bersih hingga musim hujan berikutnya datang.
Fakta yang mengejutkan adalah selain menyehatkan air hujan juga bisa mencerdaskan. Ini sebuah bukti bahwa air hujan merupakan air istimewa yang diolah alam. Secara kualitas setara dengan air hasil dari penyubliman atau air embun yang murni. Tentu sangat wajar karena proses alam dengan penguapan air permukaan kemudian terkumpul membentuk awan  lalu turun kembali ke bumi dengan wujud yang berbeda karena proses itu yaitu memberi manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia.
Beikut beberapa informasi penting terkait air hujan.
Ionisasi Air Sebagai Alternatif Bagi Masyarakat Dapatkan Air Bersih

Air merupakan salah satu sumber kehidupan bagi manusia, namun ketersediaan sumber air bersih masih menjadi permasalahan klasik hingga di wilayah pedesaan. Privatisasi air yang dikuatkan oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air kian meminggirkan peran negara dalam penyediaan air bersih.

Namun, ketika UU Nomor 7 Tahun 2004 dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, pemerintah malah menyatakan tidak siap menyediakan air bersih bagi rakyatnya dan tetap melanjutkan kontrak pada pihak swasta yang terlanjur berlangsung lama.
Namun, masih kurangnya ketersediaan air bersih di tengah masyarakat memunculkan berbagai inovasi agar tidak kehilangan sumber kehidupan itu.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh warga lereng Merapi yang menggunakan air hujan untuk dikonsumsi. Romo Vincentius Kirjito, seorang rohaniawan, sejak dua tahun terakhir melakukan riset dan percobaan pengolahan air hujan sebagai air minum.

Penelitian Kirjito menunjukkan bahwa air hujan di Indonesia memiliki kandungan mineral terlarut (total dissolved solid/TDS) di bawah 20 miligram per liter (mg/l). Padahal, TDS air kemasan banyak yang di atas 100 TDS. Sedangkan ketentuan ilmiah yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan dan World Health Organization (WHO), dimana, WHO mematok kadar mineral dalam air tertinggi yang boleh dikonsumsi adalah 50mg/liter.

“Semakin banyak nilainya, kemungkinan terlarut zat padat makin tinggi. Makin rendah makin murni. Karenanya, melalui TDS kita bisa memperkirakan kemurnian air itu,” jelas Kirjito saat ditemui di Bentara Budaya, Jakarta, Senin (06/04).

Selain itu, menurut Kirjito, yang kerap jadi soal adalah proses penampungannya. Air hujan yang melewati genting rumah kemungkinan tercemar kotoran, namun jika dibandingkan air di dalam tanah, potensi kecemaran air hujan yang ditampung tersebut lebih kecil. Sementara, di daerah industri yang mutu udaranya buruk, kemungkinan terjadi hujan asam atau tercemarnya air hujan oleh oksida sulfur dan oksida nitrogen yang bersifat toksik cukup tinggi.

Air_Ionisasi_Sebagai_Alternatif_Sumber_Air_Bersih_Bagi_Masyarakat_02

Berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di 48 stasiun pada Desember 2014 menunjukkan, tingkat keasaman air hujan di beberapa kota di Indonesia di atas batas pH air hujan normal (pH 5,6). Namun, ada pula sejumlah kota dengan tingkat keasamanair hujannya di bawah ambang batas, antara lain di Jayapura, Lampung, Kediri, Mataram, Padang, dan Serang.

”Kondisi hujan asam ini bisa disiasati dengan tidak memakai air hujan yang baru turun, namun menunggu beberapa saat baru ditampung,” katanya.

Mintje Maukar, spesialis water treatment yang turut hadir di Bentara Budaya mengatakan, masalah keasaman pH air hujan bisa diatasi dengan alat sederhana yang dibuat sendiri oleh warga.

Mintje dan Romo Kirjito lantas memperagakan teknik sederhana menjadikan air hujan yang cenderung asam menjadi air basa atau alkali. Mereka menggunakan arus listrik DC agar terjadi ionisasi sehingga air asam dan basa terpisah. Arus listrik tersebut dialirkan ke konduktor stainless foodgrade pada dua bejana yang berhubungan dan berisi air hujan. Cara ini bisa juga dilakukan pada air tanah selama empat jam atau lebih, tergantung kadar pH yang diinginkan.

”Jika hanya air hujan, karena mineral terlarutnya rendah, butuh waktu ionisasi lebih lama. Kita harus ukur kadar TDS-nya. Biasanya air yang kita sarankan di bawah 50 TDS,” kata Mintje.

Makin lama proses terionisasinya, perbedaan PH antara dua bejana itu makin tinggi, satu bejana kian basa dan satunya makin asam. Air basanya bisa langsung dikonsumsi, dan yang asam untuk pupuk tanaman.

Mintje sendiri mengakui, setelah beberapa bulan terakhir memakai air hujan yang diionisasi. Menurut dia, tubuh bersifat asam dan butuh asupan bersifat basa. Air berfungsi membawa nutrisi dan oksigen bagi tubuh, melarutkan dan mengeluarkan sampah atau racun.

”Air bersifat basa bisa berperan lebih baik, termasuk membantu memelihara dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Air hujan termasuk terbaik karena paling murni. Jika dijadikan alkali, air hujan itu amat baik bagi tubuh,” katanya menjelaskan.

Sebagai informasi, WHO dalam publikasinya pada tahun 2003 menyatakan, air dengan pH ekstrem, terlalu basa ataupun asam, tidak baik bagi tubuh. Air dengan pH lebih dari 11 menyebabkan iritasi mata dan kulit, serta pembengkakan sel rambut. Air dengan pH di bawah 4 menimbulkan hal yang sama. Jika pH air lebih rendah dari 2,5, akan berdampak serius pada organ bagian dalam.

Penulis: Danny Kosasih

sumber Greeners

 

Memanen Hujan untuk Air Bersih

Berada di kawasan tropis dengan curah hujan tinggi, di kelilingi pegunungan yang jadi tangkapan air alami, dan sungai-sungai membelah pulau-pulaunya, Indonesia tak seharusnya dibayangi krisis air bersih. Nyatanya separuh penduduk Indonesia belum terlayani air bersih dan jumlah warga yang tergantung air minum dalam kemasan meningkat.

Privatisasi air yang dikuatkan oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air kian meminggirkan peran negara dalam menyediakan air bersih. Konflik perebutan sumber daya air pun merebak di beberapa daerah. Dampak lain adalah penumpulan kemandirian warga dalam menyediakan air bersih. Saat UU itu dibatalkan Mahkamah Konstitusi, pemerintah menyatakan tak siap menyediakan air bersih.

”Padahal, alam menyediakan air minum berkualitas baik secara gratis, yakni air hujan,” kata Romo Kirjito, yang sejak dua tahun terakhir melakukan riset dan percobaan pengolahan air hujan sebagai air minum.

Secara tradisional, sebagian masyarakat Indonesia telah memakai hujan sebagai sumber air bersih utama, seperti masyarakat di Kalimantan, Flores, dan Papua. ”Namun, ada asumsi air hujan dianggap tak baik bagi kesehatan. Padahal, air hujan paling rendah kadar logam beratnya,” ujarnya.

Penelitian Kirjito, air hujan di Indonesia kandungan mineral terlarutnya (TDS/ total dissolved solid) di bawah 20 miligram per liter (mg/l). Padahal, TDS air kemasan banyak yang di atas 100 TDS. Versi Standar Nasional Indonesia (SNI) 2006, TDS maksimum 500 mg/l.

I Gede Wenten, ahli membran dan kimia air dari Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan, air hujan relatif belum tercemar, tapi butuh pengolahan hingga siap konsumsi. Dia optimistis kita bisa mandiri menyediakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Wenten merupakan ahli yang meraih 15 hak paten. Salah satu temuannya adalah penyaring berpori atau membran skala nano yang bisa menyaring semua materi pencemar dalam air, termasuk bakteri. Sistem membran memiliki nanofiltrasi yang ukuran porinya lebih kecil dari ukuran bakteri 0,5–5 mikron atau 0,001 mm. Dengan sistem membran itu, air kotor bisa disaring jadi air bersih.

Potensi air hujan

Terkait air hujan, menurut Wenten, yang kerap jadi soal adalah proses penampungannya. ”Air hujan yang lewat genting rumah kemungkinan tercemar kotoran,” ucapnya.

Namun, menurut Kirjito, dibandingkan air di dalam tanah, potensi tercemarnya air hujan yang ditampung lebih kecil. ”Material pencemar di dalam tanah lebih banyak,” katanya.

Di daerah industri yang mutu udaranya buruk, kemungkinan terjadi hujan asam atau tercemarnya air hujan oleh oksida sulfur dan oksida nitrogen yang bersifat toksik, cukup tinggi. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berdasarkan pantauan di 48 stasiun pada Desember 2014 menunjukkan, tingkat keasaman air hujan di beberapa kota di Indonesia di atas batas PH air hujan normal, sebesar 5,6. Namun, ada sejumlah kota yang ada di bawah ambang batas itu, di antaranya Jayapura, Lampung, Kediri, Mataram, Padang, dan Serang.

”Kondisi hujan asam ini bisa disiasati dengan tak memakai air hujan yang baru turun, namun menunggu beberapa saat baru ditampung,” kata Wenten.

Persoalan lain, air hujan miskin unsur-unsur mineral yang dibutuhkan tubuh seperti fosfor dan kalsium yang terlarut dalam tanah. ”Air hujan yang meresap dalam tanah lebih kaya mineral. Namun, jika berlebih bisa berbahaya,” kata Wenten.

Menurut Kirjito, masalah keasaman PH air hujan bisa diatasi dengan alat sederhana yang dibuat sendiri oleh warga. Ditemui di tempat tinggalnya di Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (28/2), Kirjito dikelilingi bejana, botol, dan gelas-gelas berisi air.

Dia lalu memperagakan teknik sederhana menjadikan air hujan yang cenderung asam jadi air basa atau alkali. Caranya, memisahkan air asam dan basa dengan arus listrik DC agar terjadi ionisasi. Arus listrik dialirkan ke konduktor stainless foodgrade pada dua bejana berhubungan berisi air hujan atau bisa dicampur air tanah selama empat jam atau lebih, tergantung kadar PH yang diinginkan.

”Jika hanya air hujan, karena mineral terlarutnya rendah, butuh waktu ionisasi lebih lama. Kita harus ukur kadar TDS-nya. Biasanya air yang kita sarankan di bawah 50 TDS,” kata Kirjito.

Makin lama proses terionisasinya, perbedaan PH antara dua bejana itu makin tinggi, satu bejana kian basa dan satunya makin asam. Air basanya bisa langsung dikonsumsi, dan yang asam untuk pupuk tanaman.

”Dari pengukuran ORP (oxidation reduction potential), air hujan yang kami proses ini sifat antioksidannya tinggi. Dua tahun ini saya mengonsumsinya, saya merasa jauh lebih sehat dan jarang sakit lagi,” kata Kirjito. Beberapa orang yang menerapkan metode pengolahan air minum itu yang bertamu ke laboratorium Kirjito siang itu mengungkapkan hal sama.

”Kami tak jualan alat, bahkan budaya instan itu yang ingin kami tolak. Hal terpenting adalah mendorong warga punya budaya meneliti dan menyediakan air bersih secara mandiri,” ujarnya.

Meneliti air

Menurut Kirjito, yang dibutuhkan warga untuk meneliti air minum adalah alat pengukur PH dan TDS, yang bisa dibeli di banyak toko kimia ataupun toko daring (online) dengan harga terjangkau. Adapun bejana dan adaptor untuk mengolah airnya bisa dibuat sendiri. Total biaya tak sampai Rp 1 juta untuk membuat instalasi pengolahan air dan membeli alat ukur.

Mintje Maukar, spesialis water treatment yang belasan tahun bekerja di perusahaan asing mengatakan, dua bulan terakhir memakai air hujan yang diionisasi. Menurut dia, tubuh bersifat asam dan butuh asupan bersifat basa. Air berfungsi membawa nutrisi dan oksigen bagi tubuh, melarutkan dan mengeluarkan sampah atau racun.

”Air bersifat basa bisa berperan lebih baik, termasuk membantu memelihara dan mengganti sel-sel tubuh rusak,” katanya. Air hujan termasuk terbaik karena paling murni. Jika dijadikan alkali, air hujan itu amat baik bagi tubuh.

Kebutuhan asupan mineral, yang minim diperoleh dari air hujan, tak perlu dikhawatirkan, karena banyak diperoleh dari makanan. ”Bahkan, pola makan masyarakat cenderung kelebihan mineral. Yang dibutuhkan justru air untuk melarutkan kelebihan asam dan racun yang terakumulasi dalam tubuh,” kata Minjte, yang berlatar belakang pendidikan kedokteran itu.

Di alam, air alkali siap minum ada pada air kelapa. Air jeruk nipis, meski terasa asam, juga bersifat basa saat dalam tubuh. Upaya menjadikan air agar ber-PH basa dengan alat, populer di Indonesia. Sejumlah alatnya yang diimpor dijual mahal. ”Padahal kami bisa membuatnya sendiri,” kata Kirjito.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam publikasinya pada 2003, mengingatkan, air dengan PH ekstrem, terlalu basa ataupun asam, tak baik bagi tubuh. Air dengan PH lebih dari 11 menyebabkan iritasi mata dan kulit, serta pembengkakan sel rambut. Air dengan PH di bawah 4 menimbulkan hal sama. Jika PH air lebih rendah dari 2,5, berdampak serius pada organ dalam.

Kirjito menyarankan, saatnya masyarakat mandiri memperhatikan kebutuhan tubuhnya, termasuk dalam menyediakan air layak minum. Itu bisa jadi gerakan perlawanan terhadap gurita komodifikasi air. Karena air adalah hak tiap manusia.

sumber kompas

 

 

Ditulis dalam Inovasi, Inspirasi dan Motivasi

Memperluas Wadah Dari Sesempit Gelas Menjadi Seluas Danau

Tulisan saya beberapa hari lalu berjudul ilmu transformasi gelas salah satunya membahas bagaimana kita menghadapi kepahitan hidup , kemalangan dan dalam kacamata agama disebut dengan cobaan atau ujian. Ketika kita menabur garam ke dalam air gelas dan meminumnya kita akan merasakan air yang asin namun jika kita menabur garam sejumlah sama ke dalam air di danau maka garam yang asin tadi tak mempengaruhi air danau . Itu ibarat pahitnya hidup dan segala masalah yang kita hadapi jika kita memperluas dan memperkaya hati kita maka kita bisa menjalaninya dengan baik tak terpengaruh atas berbagai kemalangan yang kita hadapi bahkan kemalangan itulah yang ikut serta mengangkat derajat kita.

Begitulah kira-kira pelajaran tentang pentingnya memperluas wadah , sesuatu yang mempresentasikan kemampuan kita menampung segala persoalan hidup untuk kemudian mengolahnya sebagai penambah kekayaan dan kualitas diri kita. Bagaimana kita bisa mencapai level seperti itu ? Level atau tingkatan kualitas diri yang mampu memperluas wadah , untuk memperjelas topik mari kita sebut sebagai level emas. Anggaplah begitu sekedar mempermudah penjelasan saja.

Orang dengan pribadi dan kualitas tetentu lah yang tergolong kelompok itu. Lalu bagaimana caranya ? Semoga ini bukan sekedar teori melainkan ada langkah kongkrit yang bisa kita tempuh untuk bisa mencapai tahap itu.

Pada dasarnya orang yang berkategori emas ini memiliki dua hal pokok yang menjadi prinsip hidupnya yaitu Syukur dan ikhlas . Yaitu bersyukur atas semua yang Allah berikan kepada kita apakah itu kejadian yang menyenangkan ataupun menyusahkan. Yang kedua ikhlas menerima dan memaafkan . Menerima adalah langkah penting untuk start atau bergerak ke tahap selanjutnya, kita tidak akan berhasil dalam apapun kalau kita menolak kenyataan , menolak kenyataan sama artinya kita seperti hidup dalam mimpi yang pada dasarnya merugikan diri sendiri . Demikian juga memaafkan tak kalah penting karena memaafkan orang lain meskipun mereka berbuat salah kepada kita sejatinya untuk mengamankan diri kita sendiri dari perilaku atau dampak yang sangat buruk akibat sikap tidak mampu memaafkan.

Penjelasan ilmiah terkait hal ini adalah sebagai berikut. Penolakan terhadap kenyataan, penolakan terhadap perbuatan orang yang menyakiti kita , yang pada realisasinya bisa berupa sikap marah, dendam , iri dan dengki pada dasarnya merupakan sifat negatif. Saat kita berperilaku atau bereaksi  negatif itu tubuh kita mengeluarkan  hormon kortisol yaitu sejenis hormon bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman, stress dan galau. Tapi Jika kita menerima kenyataan, memaafkan orang lain pada dasarnya bukan demi orang lain melainkan demi kebaikan diri kita sendiri. Agar kita terbebas dari tindakan yang lebih merugikan lagi secara luas akibat perasaan kita sendiri yang berawal dari sifat negatif tadi.

Saat kita memaafkan orang lain misalnya, maka tubuh kita mengeluarkan hormon endorfin yaitu hormon yang menimbulkan perasaan dan hati tenang . Ini berbicara tentang ilmiah dan yang pernah memaparkan topik seperti ini tentu ahli psikologi , yang beberapa kalimatnya saya kutip . Saya bisa membuktikannya karena pernah mengalami secara langsung bagaimana ketika saya marah tak terkendali hati saya menjadi tidak tenang , tidak bisa tidur satu malam dan beberapa hari mempengaruhi rusaknya mood dalam pekerjaan. Saya menyadari tindakan saya yang negatif meskipun awalnya bukan dari saya melainkan sebuah reaksi dari tindakan orang lain tapi reaksi yang negatif itu justru membahayakan dan merugikan diri kita sendiri.

Itu sekedar penjelasan dari pentingnya syukur ,ikhlas ,  Menerima dan memaafkan. Ini merupakan prinsip yang dimiliki orang berkategori emas. Pertanyaannya bagaimana cara kita mencapai level ini ?

Jawabannya adalah dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Tentu cara melakukannya tergantung keyakinan kita masing-masing. Bagi kita yang beragama Islam mendekat kepada ALLah akan memberikan jaminan bahwa kita bisa menjalani segala hal karena sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Bagaimana cara melakukannya ? Kita menerapkannya dalam konsep sinergi antara aqidah ibadah dan akhlak. Akidah adalah akar dari keimanan sebagai dasar kita berpikir dan bertindak . Ibadah adalah tindakan nyata sebagai realisasi dari aqidah yaitu menjalankan kewajiban solat , dan ibadah sunahnya seperti zikir , membaca Quran, bersedekah dan sebagainya. Ibadah ini ibarat batang pohon, ranting dan daun. Hidup kita akan bermakna jika kita menjaga ibadah ini. Kemudian Akhlak sebagai bunga dan buah yaitu perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam kaitannya dengan hubungan antar manusia. Aqidah dan iman yang kuat tercermin dari akhlak yang baik demikian juga sebaliknya. Meskipun ibadah kita baik tapi kita masih memiliki sifat iri, dengki , suka menggunjing dan sebagainya itu pertanda akhlak yang buruk dan aqidah yang lemah.

Kita harus bisa mensinergikan konsep utama ini yaitu aqidah, ibadah dan akhlak ini tanpa mengurangi satu sama lain. Insya Allah jika kita bisa menerapkan prinsip ini kita bisa mencapai level orang yang berkategori emas yang senantiasa bersyukur , ikhlas dan menerima serta memaafkan. Pasti kita akan didekatkan Allah dengan segala kebesarannya untuk mengatasi segala kesulitan hidup . Inilah suatu level dimana suatu tahap  kita diberi keistimewaan bisa memperluas wadah, memperluas gelas menjadi seluas danau.

 

 

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Tips Menghilangkan Gatal Sayur Lompong

Apakah anda menyukai sayur lompong ?  Lompong adalah sejenis tanaman yang mudah tumbuh dimana saja dan bisa saja masuk kategori tanaman liar . Namun Lompong sebenarnya merupakan tanaman budi daya yang sangat nikmat diolah menjadi berbagai masakan mulai dari batang dan daunnya yang bisa dimasak dan umbinya yang disebut tales juga mengandung karbohidrat tinggi dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jawa pada acara tertentu.  Tanaman lompong memiliki nama lain yaitu lumbu dan keladi.

Dulu saat saya masih kecil paling tidak mood makan jika tahu nenek saya memasak sayur lompong. Biasanya saya makan hanya sedikit dan sambil mengomel . Tapi sekarang saya justru sangat menyukai sayuran ini mungkin selain menyadari enaknya lompong saya juga bernostalgia atau nguri-uri budaya orang tua yang sejak dulu mengolah lompong menjadi salah satu kuliner rakyat banyak . Sayur lompong bisa dikatakan sayuran rakyat karena sangat mudah menanam dan murah perawatannya serta murah harganya.

Ada beberapa jenis lompong seperti lompong ungu yang saat ini dikenal sebagai tanaman hiaskarena tidak bisa dimakan tapi cukup indah untuk melengkapi taman atau ditanam di pot . Ada lompong kimpul yang berbatang hijau keputihan yang merupakan salah satu jenisyang bisa dimakan dan diolah menjadi buntil. Selain itu ada pula lompong liar atau keladi hutan yang sangat gatal dan tidak bisa dimakan.

Berbicara tentang lompong terutama yang termasuk jenis sayuran yang bisa dimakan , tetap saja masih ada sifat memiliki zat yang menimbulkan rasa gatal jika kita terkena getahnya dan kadang rasa gatal itu tetap ada walaupun sudah dimasak.

Saya termasuk yang geram dengan gatalnya lompong dan berusaha mencari tahu beberapa tips di intenet tentang bagaimana cara mengolahnya agar rasa gatal itu hilang. Saya pun mencoba yaitu dengan merendamnya di dalam air panas , akan tetapi tips yang ditulis di artikel itu hanya isapan jempol belaka karena nyatanya sama sekali tidak bisa menghilangkan rasa gatal.

Demikian juga ketika saya mencoba merebusnya cukup lama tapi tenyata rasa gatal itu tetap terasa. Hingga pada suatu saat saya bertanya dalam sesi komentar sebuah postingan di medsos , akhirnya saya mendapat informasi yang cukup penting dan bisa dipegang kebenarannya. Ternyata tips agar sayur lompong tidak gatal adalah dengan membiarkannya selama beberapa saat hingga layu , atau dengan kata lain tidak langsung memasaknya setelah dipetik . Setidaknya dibiarkan selama sehari semalam atau lebih lagi jika lebih. Dan saya bisa menghubungkan hal ini  dengan sayur lompong yang dijual diwarung yang tidak terasa gatal sepertinya karena penerapan teori atau tips ini.

Tentu saja meskipun sudah didiamkan sampai layu kita tetap harus merebusnya terlebih dulu sebelum diolah menjadi masakan yang nikmat agar rasa gatalnya benar-benar dijamin hilang .

Semoga bermanfaat.

Ditulis dalam Inspirasi dan Motivasi

Antara Hoak, Reportase Dan Sensitivitas Sosial

Kita berada di dalam kondisi yang dilematis baik dilihat dari sisi penerima berita maupun penyebar berita. Terkait dengan kebenaran isi berita ada dua hal yang berlawanan yaitu antara hoak dan  reportase suatu peristiwa .

Jika kita percaya atau bahkan turut serta menyebarluaskan suatu informasi sebaiknya berpikir tentang beberapa hal ini. Suatu peristiwa jika tidak sesuai fakta sesungguhnya atau dengan kalimat lain adanya distorsi karena adanya reduksi atau adiksi beberapa data sehingga berita yang tersebar sudah tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya maka itu yang kita kenal dengan hoak.

Sekarang dimana perkembangan teknologi komunikasi massa sangat pesat dengan semakin mudahnya penyebaran informasi secara massiv melalui berbagai medsos, peluang tersebarnya hoak sangat tinggi. Oleh karena itu beberapa bulan belakangan terjadi suatu penekanan yang diterapkan dari banyak netizen tentang kronologis suatu peristiwa secara detail. Sebenarnya tujuan awalnya cukup baik yaitu mengurangi hoak atau membantah tuduhan hoak karena bisa menjawab berbagai pertanyaan orang terkait apa yang sebenarnya terjadi. Namun di sisi lain ada kondisi lain yang ditekankan netizen saat ini yaitu isu sensitivitas sosial   akibat  vulgarnya persebaran foto pelaku atau korban yang  menimbulkan dampak negatif bagi keluarganya karena sisi privasinya ikut terganggu.

Contohnya seperti kasus kriminal  atau berita kecelakaan yang disertai persebaran  foto wajah maupun kondisi badan yang kurang layak untuk dipertontonkan kepada publik menimbulkan keresahan lain bagi masyarakat. Lalu bagaimana untuk menangkal tuduhan berita hoak yang menekankan berita lengkap ?

Kita perlu menyadari batas-batas informasi yang boleh diketahui publik. Bahwa suatu berita atau data  yang sangat vulgar dan detail itu bukan konsumsi publik melainkan hanya boleh diakses untuk kepentingan penyelidikan medis atau penegakan hukum dan boleh diungkap di persidangan. Ini batasan yang berlaku  terkait norma hukum terutama dan norma kesusilaan terkait perasaan tidak nyaman bagi masyarakat yang melihat foto yang vulgar.

Jadi ada baiknya bagi kita terutama ketika menerima broadcast atau sejenisnya sebaiknya mengeditnya terlebih dulu dengan berpedoman pada kejujuran tanpa membelokkan isi berita untuk mengamankan privasi yang dimaksud bukan mereduksi isi berita . Jika tujuan kita ikut menyebarkan informasi yang kemungkinan akan membuat orang lain waspada agar terhindar dari kasus yang serupa tapi di sisi lain kita harus menjaga batasan-batasan privasi itu.

Ditulis dalam Sosial
Kota Baru Purwokerto
Ikuti saya di Twitter
Statistik Blog
  • 11,821 hits
Data Kunjungan per 16-02-2017
Flag Counter
Kalender 2017
Oktober 2017
S S R K J S M
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031